You Are Only Mine

You Are Only Mine
bertahanlah sayang


__ADS_3

bab 172


.


.


.


Mobil draka tiba didepan butik yang sudah dikelilingi beberapa petugas kepolisian, jantung Draka semakin bergemuruh saat mendengar jerit tangis Asisten kekasihnya yang terbaring dibrankar petugas medis yang sudah berada disana.


Dengan berlari, Draka mendekati tubuh Hasna yang bersimbah darah akibat timah panas yang mengenai lengannya.


" sayang..sayang..kau..kau.." Suara Draka nyaris bergetar, saat Melihat Hasna masih setengah sadar.


" Tuan Draka, kami menemukan ini.." lapor petugas.


Dirya menerima sebuah amplop putih yang tertera nama Dirya dan Draka.


alis Dirya bertaut dengan meremas amplop itu saat dibawah amplop tertulis nama Torik sebagai pengirim.


Hasna segera dimasukkan kedalam ambulance, dengan Draka yang juga segera ikut dan terus menggenggam jemari Hasna.


"bertahanlah sayang.."ucap Draka lirih.


Senyum tipis hasna mengakhiri kesadarannya.


Draka tak kuasa menahan diri. "cepatlah !!!" bentak Draka.


.


.


" apa ??!! bagaimana bisa ??!!" Papa Revandra terkejut dengan laporan anak buahnya tentang kemalangan yang menimpa calon menantunya.


" pa, mereka mulai bergerak.." ucap Narendra yang memang sedang bersama sang papa dirumah diruang kerja mereka.


"aku tidak menyangka bisa selalai ini.. Abigal pasti akan memarahiku nanti !!" umpat papa Revandra yang langsung berdiri.


" hubungi Romi dan Yohan. saya menunggu mereka dimarkas " perintah Papa Revandra.

__ADS_1


" baik tuan."balas Anak buah itu.


Papa Revandra dan Narendra pun segera keluar dari ruang kerja. dan tanpa sengaja mereka berdua disambut wanita-wanita yang amat keduanya Cintai.


" kalian mau kemana ??" tanya mama Nada.


" kami ada urusan sebentar." jawab papa Revandra mencoba nampak biasa.


Herra menatap suaminya seolah bertanya.


Narendra segera merangkul pundak Herra dengan posesifnya.


" aku akan memulai usahaku disini. bantu doa ya ??" ucap Narendra


" tentu saja..hati-hati ya.." balas Herra.


Narendra pun tersenyum dan kemudian mengecup kening herra sembari mengusap perut Herra.


" Cih..pamer !!" gerutu Papa Revandra.


mama Nada tersenyum melihat suaminya yang kesal pada anaknya sendiri.


" hey !! kau sudah tua, sangat menjijikkan jika ikut-ikutan !!" ejek kennan.


"kennan.. kau sangat menyebalkan !!" balas papa Revandra yang langsung melenggang keluar, hal itu sontak membuat kennan tertawa lepas diikuti mama Nada dan Narendra begitupun dengan herra.


.


.


.


Hasna dibawa dirumah sakit Zakia berada. dan karna sudah dikabari terlebih dulu, Zakia juga telah mempersiapkan tempat untuk menangani adik iparnya itu.


Rans juga telah tiba bersamaan dengan Draka yang ikut dengan almbulance.


" Kak.." panggil Draka yang sudah berlinang air mata.


"tenanglah. Zakia sudah didalam. ayo.." ajak Rans mencoba menenangkan adik iparnya, meski ia juga sangat kawatir apa lagi saat melihat hasna yang sudah tidak sadarkan diri.

__ADS_1


" jangan hubungi kakakku dulu..biar nanti aku saja yang menghubunginya.."pesan Rans.


" tapi kak, Paman Abi menitipkan hasna padaku.. tapi aku malah.." Draka amat terpukul.


" Hasna juga tanggung jawabku, kau tenang saja ya.." balas Rans terus berusaha menenangkan.


Beberapa perawat berlalu lalang masuk membawa beberapa perlengkapan permintaan Zakia.


Rans dan Draka hanya bisa berdoa agar Hasna baik-baik saja.


.


.


.


Papa Revandra bersama Narendra sudah tiba diButik mama Nada yang dikelola Hasna.


Dirya pun terlihat mengurus semuanya.


Langkah papa Revandra terhenti saat dering ponsel nya berbunyi.


" cepat sekali dia dengar !!" gumam Papa Revandra saat tau panggilan berasal dari temannya.


" Putrimu aman Abi..kau tenang saja !!" ucap Papa Revandra saat panggilan sudah terhubung.


" tapi anak buahku bilang Hasna tertembak ??!! bagaimana bisa butikmu diserang Vandra ??!! apa kau punya musuh lagi ??!!" cerca Abigal penuh kawatir.


" hanya tikus kecil. akan aku selesaikan malam ini juga. tenanglah mengurus pekerjaanmu disana. Hasna akan aku jaga dengan baik." tutur Papa Revandra.


" aku percaya padamu. jika kau membutuhkan bantuan segera hubungi Deri."balas Abigal.


Sambungan panggilan terputus.


Papa Revandra kembali mengeratkan kepalan tangannya. tatapan matanya tajam sekali dengan amarah yang terpendam.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2