You Are Only Mine

You Are Only Mine
Tetap penuh kehangatan


__ADS_3

bab 87


.


.


.


Didalam mobil, Herra nampak terlelap dengan bersandar dikursi. lelah bermain ditepi pantai membuat dirinya tertidur didalam mobil saat akan pulang. sesekali Narendra melirik Istri tercintanya dan mengusap lembut surai panjang rambut Herra.


Hingga mobil sudah memasuki Gerbang rumah Mereka berdua, Herra tetap terlelap dengan tenang. Narendra yang sudah mematikan mesin mobilnya sejenak menatap istri tercintanya.


Penjaga membukakan pintu mobil untuk tuan mereka.


Narendra pun mengangkat tangan saat penjaga hendak membuka suara.


Tak ingin mengganggu tidur istrinya. Narendra langsung turun dan memutari mobil guna mengangkat Herra. perlahan dan penuh kelembutan, Narendra membawa Herra memasuki rumah.


Pelayan pun cekatan membantu Narendra membawakan tas serta sepatu Herra dan jas Narendra.


Kecupan hangat disematkan Narendra pada kening Herra yang sudah ia baringkan ditempat tidur.


Herra mengeliat dengan senyum masih bisa terlihat meski ia tengah tertidur. Narendra sampai terkekeh saat sesekali ia mendengar ocehan dari bibir mungil Herra yang mengigau.


"bagaimana aku tidak menyukaimu, bahkan tidur saja kau bisa membuatku tertawa.." ujar Narendra yang langsung menyambar bibir Herra.


Balasan tak terduga, Herra tanpa sengaja menarik Narendra dan meraup bibir Narendra dan **********.

__ADS_1


Meski terkejut, Narendra cukup bahagia. ia pun menempatkan diri diatas Herra dengan kedua tangan sebagai tumpuannya.


Pertukaran slavina terus terjadi, sesekali persatuan lidah itu terlepas guna mengatur nafas mereka.


Perlahan Herra membuka mata saat deru nafas Narendra sudah mulai tak beraturan.


melihat Herra sudah terbangun, Narendra tak menghentikan aksinya. ia malah semakin membabi buta. sumpah demi apapun, berada disisi Herra cukup membuat dirinya tak tahan untuk selalu mendekap dan memilikinya.


Keduanya menikmati sore didalam kamar dengan bertukar keringat dalam polosnya tubuh mereka, Suara-suara ******* memenuhi kamar yang cukup luas itu, Narendra tak henti-hentinya memyemburkan bibit kehidupan dirahim Herra guna mencapai puncak nikmat surga dunia ini.


.


.


.


" Sayang.. kau memikirkan apa ??" Tegur Hasna seraya menggunjang tubuh Draka.


Draka terperajak dan langsung menatap Hasna. "em..maaf,"


" kau ada masalah atau bagaimana ?? kenapa melamun sejak tadi ?? bahkan ceritaku saja tidak kau dengarkan ??!!" protes Hasna.


Draka meraih jemari Hasna yang sedikit kesal itu. "maaf ya.. bukan maksudku mengabaikanmu.."


" lalu ada apa ?? jika ada masalah kenapa tidak cerita padaku ??!!" Hasna membalas.


Draka membuang nafas perlahan. "aku memikirkan Dirya."

__ADS_1


" dirya ?? ada apa dengannya ??" tanya Hasna.


" semalam dia tidak pulang, bahkan dia tidak menjawab telfonku dan juga mama.. aku merasa Dirya sedang menyembunyikan sesuatu.." terang Draka.


Hasna mencerna setiap kata Kekasihnya.


" tapi bisa saja dia sedang ada masalah dikantor mungkin ??!"


" kami sekantor Sayang.. jika ada masalah aku pasti tau, bahkan tender dia semua berjalan lancar." balas Draka.


" aku berfikir kau saja yang terlalu berlebihan karna rasa bersalahmu.." komentar Hasna.


" mungkin iya. tapi aku dan Dirya kembar sayang..apapun yang terjadi antara kami, kami bisa merasakannya.."ucap Draka.


" ajak dia bicara berdua. tapi jika memang dia tidak mau bercerita ya jangan dipaksa. setidaknya kau kan sudah mau membantu.." saran Hasna.


" aku takut dia sudah tau kita berhubungan..dan dia jadi merasa bersalah." Draka tertunduk dengan lemas.


Hasna berpindah dan duduk disisi Draka mencoba memberi kekuatan dengan merangkul draka dan bersandar dibahu Draka.


" kau harus memberinya semangat. agar dia bisa mendapatkan seorang kekasih. katakan padanya, aku akan setia menunggu dia mendapatkan pasangan."


" aku akan coba bicara.nanti.. maaf ya, kau jadi korban disini.." balas Draka.


"apa yang kau katakan..aku kan sudah setuju sejak awal..jangan fikirkan aku..jika kau setia aku tidak akan bermasalah.." Hasna tersenyum.manis agar Draka sedikit terhibur. Dan benar saja, Draka membalas senyuman Hasna dan mencium kening Hasna yang berada bermanja dipundaknya.


.

__ADS_1


.


__ADS_2