
Bab 192
.
.
.
Dalam dekapan Narendra, Herra terlelap dengan penuh ketenangan.
belaian penuh kelembutan terus saja diberikan Narendra tanpa rasa lelah. sesekali bahkan Ciuman dilayangkan Narendra pada pucuk kepala Herra.
"maafkan aku sayang..kau jadi trauma gara-gara hal seperti itu.." gumam Narendra penuh haru.
"YaAllah..aku bukanlah orang baik, tapi sekali saja tolong kabulkan permohonanku..berikanlah keajaiban dalam rumah tangga kami.." batin Narendra dalam hati.
.
.
.
Kennan tiba diapartemen Bersamaan dengan Joy yang juga baru tiba.
" tuan Ken, baru datang.." sapa Joy.
" iya.. ini aku bawakan makanan buatmu."Kennan menyerahkan paper bag berisi makanan.
" tuan terlalu baik.. terima kasih.." balas Joy dengan siap menerimanya.
__ADS_1
" kau ini aku sudah bilang jangan formal. aku ini orang biasa.." Timpal Kennan seraya menepuk pundak Joy lalu kemudian masuk terlebih dulu.
Akhirnya Joy ikut masuk kedalam dan menutup pintu apartemennya.
" sini aku siapkan makanannya kau bersih-bersih saja dulu" Kennan merampas paper bag dari tangan Joy dan kemudian berjalan menuju dapur.
tadinya Joy mau menolak, namun Kennan tidak mungkin mau menurut, akhirnya Joy hanya patuh dan segera menuju kamarnya.
Kennan pun dengan sigap menghangatkan makanan yang ia beli tadi, tak lupa ia membuat teh Herbal kesukaannya.
dengan menggunakan celemek Kennan begitu santai berada didapur.
Tak lama Joy pun keluar dari kamar, yang sudah berganti baju santai.
" hay.. kemarilah, mumpung masih hangat." Panggil Kennan saat sudah melihat Joy.
" tuan. saya jadi tidak enak." balas Joy yang langsung duduk ditempatnya.
" anda akan kembali ??" tanya Joy.
" tentu saja, aku tidak mau mengganggu keponakanku lama-lama." jawab Kennan.
Joy mengangguk pertanda mengerti.
" ini sepertinya enak.." Joy mulai makan dengan tenang.
Kennan pun dengan senyum tipis lalu ikut makan dihadapan Joy.
.
__ADS_1
.
Herra mengeliat saat kesadarannya mulai pulih. matanya mengerjap beberapa kali agar bisa terbuka lebar. Dari jendela sudah nampak gelap, berarti hari sudah mulai malam.
Lalu Herra mengangkat wajahnya menatap suaminya yang setia mendekap tubuhnya.
Seulas senyum terbit dari sudut bibir Herra, betapa Narendra sangat ingin membuatnya nyaman.
Pejaman mata yang hampir sempurna dengan nafas teratur bisa dilihat Herra meski dari bawah.
Seketika pula senyum Herra luntur saat teringat kejadian tadi, seharusnya Narendra bisa mendapatkan haknya, namun karna tidak mau membuat dirinya kembali trauma, Narendra seolah mengesampingkan Kebutuhan batinnya.
"maafkan aku kak..aku akan berusaha melawan traumaku ini.." gumam Herra lirih.
Narendra pun nampak mengeliat, dan reflek mengeratkan dekapannya pada Herra. tak lupa ciuman singkat dilayangkan Narendra dipucuk kepala Herra, semua karna sudah terbiasa, jadi meski masih dalam kondisi tidur, Narendra reflek tetap melakukannya dalam kondisi setengah sadar pastinya.
" kakak sudah bangun ya ??" tanya Herra memastikan.
" shutt !!! aku ingin memelukmu seperti ini, disini nyaman sekali.."ujar Narendra masih dengan mata terpejam.
Tak ingin membuat suaminya tambah kecewa, Herra juga mengeratkan tangannya, lalu membenamkan wajahnya didada Bidang Narendra. seolah berusaha menenangkan jiwa Narendra.
" I Love You honney..cupp" Gumam Narendra yang kembali mengecup kepala Herra
" aku juga sangat mencintaimu kak..aku adalah wanita beruntung didunia karna bisa memilikimu," balas Herra lirih namun nampak sangat jelas.
Hening tak ada jawaban, nafas Narendra kembali beraturan lagi. lalu kemudian Herra ikut memejamkan mata kembali juga.
.
__ADS_1
.
.