
bab 81
.
.
.
kecupan kembali dilayangkan Narendra dikening Herra saat Herra akan turun dari mobil. ya, mereka sudah tiba dikampus dimana Herra akan berkuliah. Saling lempar senyum bahagia terus saja mereka lakukan.
" aku masuk dulu ya suamiku.." pamit Herra.
" masuklah istriku.. Apa sudah tidak sakit lagi ??" tanya Narendra masih sempatnya ia menggoda istrinya dengan menatap kebawah dimana pangkal paha Herra berada.
kembali lagi, wajah Herra harus memerah layaknya tomat karna godaan suaminya. " tentu saja tidak, kan sudah diulang entah berapa puluh kali.." balas Herra apa adanya.
Tawa Narendra kembali terdengar dan kembali menarik Herra kedalam pelukannya. "aku mencintaimu.." ujar Narendra.
" aku juga.." balas Herra yang segera melepas pelukan suaminya. tak lupa ia mencium.tangan Narendra sebelum turun.
" hubungi aku jika sudah keluar ya ??" ingat Narendra setelah Herra keluar
" iya.. bye !!" Herra melambaikan.tangan dan dibalas Narendra. dengan segera pula Narendra meninggalkan kampus menuju kantor yang ia tinggalkan sehari itu.
Herra menatap kepergian mobil suaminya dengan senyum yang tak luntur. bahagianya hati bisa nampak dari aura wajah Herra saat ini.
.
__ADS_1
.
.
Sesampainya dikantor, Narendra langsung masuk kedalam. beberapa karyawan yang juga baru datang berlalu lalang memasuki gedung tinggi menjulang itu.
Tujuan Narendra langsung diruangannya. netranya menelisik sejak tadi mencari keberadaan Joy sang asisten sekaligus kakak iparnya..biasanya joy yang paling rajin dan sudah datang dijam segitu, namun ini sama sekali Narendra belum melihat batang hidungnya.
"kemana dia ??" tanya Narendra sendiri.
pintu lift terbuka, menandakan Narendra telah tiba diruangan megah miliknya. sembari berjalan, Narendra merogoh ponsel yang diselipkan dibalik jas kerjanya guna menghubungi Joy.
sambungan panggilan terhubung, Narendra hendak menempelkan benda pipih itu ketelinganya. namun sebelum tertempel, Suara ponsel.berbunyi bisa didengar Narendra.
dan suara itu berasal dari dalam ruangan Joy.
" dia sudah datang ya ?? tapi kenapa tidak menjemputku ??" tanya Narendra seorang diri. ia kemudian mempercepat langkahnya dan langsung masuk.
Narendra amat terkejut, Joy masih tertidur disofa panjang dengan pakaian tak beraturan. bahkan kemejanya sudah tak rapi, dan keluar dari celananya.
" Joy.. dia.lembur semalam ??" Narendra menyadari lampu meja dimeja kerja joy masih menyala.
Narendra segera menghampiri meja kerja joy dan matanya membulat, Joy telah menyelesaikan pekerjaan yang seharusnya Narendra kerjakan.
" astaga.. kenapa dia nekat sekali.." gumam Narendra lagi.
Ceklek..
__ADS_1
" asisten joy.. aku bawakan sarapan untukmu.." Giana langsung masuk tanpa sadar jika ada Bos besarnya disana.
Mata Giana membelalak, saat Narendra menatapnya dengan tajam.
" eh.. tuan.." sapa Giana dengan senyum keterpaksaan. ia melirik joy yang masih tertidur disofa panjangnya.
" apa kau tidak punya sopan ??!! masuk begitu saja !! joy atasanmu kau tidak lupa itu kan ??!!" tegur Narendra dengan tegas.
" ma..maaf tuan..saya hanya..saya hanya..mau mengantar sarapan untuk Tuan joy.." alasan Giana. ia menunduk takut. ia benar-benar takut pada bos besarnya.
" keluar.." perintah Narendra kembali dengan tegas.
" ba..baik..tuan.. permisi.." Giana meletakkan kotak makanan dinakas disisi pintu dan langsung keluar begitu saja.
Diluar Giana mengelus dadanya dengan.bernafas lega. " hanya ditatap tuan besar saja jantungku rasanya mau copot, ya ampun.. kenapa bos besar tidak pernah berubah sih.." Gerutu Giana seraya mempercepat langkahnya meninggakan ruangan kerja Joy.
Didalam, Narendra segera membereskan meja.kerja joy yang amat berantakan, mematikan lampu meja dan mematikan laptop joy yang masih menyala.
tak lupa Narendra membuka gorden jendela namun tak semua,agar cahaya tak menganggu istirahatnya asisten yang begitu bertanggung jawab itu.
Narendra menuju ruangan pribadi Joy dan mencari selimut yang memang sudah disiapkan disana. membawanya dan kemudian memakaikannya pada tubuh Joy yang masih terlelap.
" istirahatlah dulu.. terima kasih kau sangat bertanggung jawab dalam hal apapun kakak ipar.. hari ini kau ku beri cuti Joy.." gumam Narendra yang kemudian keluar ruangan joy setelah mematikan lampu ruangan, agar tidak ada yanh berani masuk..jika.lampu mati pertanda Joy tidak ada diruangan.
.
.
__ADS_1
.
.