
bab199
.
.
.
Herra terbangun saat perutnya sudah berbunyi karna minta diisi. Ia mengeliat seraya perlahan membuka matanya.
Tepat saat tangannya menggerayangi tempat tidur disisinya ternyata kosong. sontak Herra segera membuka lebar matanya.
"kakak kemana ??" gumam Herra sendiri.
ia pun meneliti kamar mandi namun senyap, tak ada yang didalam.
Perlahan herra turun dari tempat tidur seraya menggulung selimut guna menutupi tubuhnya yang polos.
tak sengaja matanya melihat nampan berisi makanan dan setangkai bunga mawar sebagai hiasan diatas meja nakas disisi ranjang.
Senyum pun segera terbit dari bibir Herra. ia sangatlah yakin semua adalah perbuatan suaminya.
perlahan Herra meraih setangkai bunga itu yang disisinya terdapat sebuah kartu. Buru-buru Herra pun membukanya.
***Jangan marah, aku harus kekantor pagi-pagi karna joy harus keluar kota pagi ini, nikmati sarapanmu, jangan keluar kamar jika memang kau lelah. terima kasih atas servisnya semalam..
aku mencintaimu***
Herra menutup kembali kartu itu. "servis ?? dia fikir aku tukang servis ??" gerutu Herra yang segera masuk kedalam kamar mandi.
meski cukup lelah, setidaknya ia sudah membuang semua rasa takut dan trauma yang berapa bulan ini telah membelenggu dirinya.
.
.
" pelan-pelan makannya Cand.." tegur Joy saat Candrika begitu menikmati makanan pesanan mereka.
" kau bilang sebentar lagi akan kembali ??!! aku kan mau mengantarmu !!" balas Candrika.
" iya. aku akan menunggu.. tapi makannya pelan-pelan saja."tambah Joy.
__ADS_1
" aku ini sedang kesal !! jangan membuatku tambah kesal !!" timpal Candrika.
" kesal kenapa ??" tanya Joy.
" kau tidak peka juga ya ?? tentu saja karna kau !!!"omel Candrika.
" aku ?? kenapa ??" Tanya Joy yang berusaha tak tau.
" kau datang layaknya jelangkung !! datang tak diundang dan pulang dengan segera !! bahkan kau tidak memikirkan aku !!!?" Celoteh Candrika meluapkan perasaannya.
cupp..
Joy tersenyum setelah berhasil mencium pipi Candrika.
Seketika wajah Candrika berubah memerah dan ia pun mengalihkan pandangannya agar Joy tak sampai melihat.
" maaf ya, aku masih harus mengurus semua pekerjaan ku dengan tuan Narendra. kami masih akan memulai merintis usaha lagi."terang Joy.
" kak Naren itu adik iparmu kan ?? kenapa kau hormat sekali dengan dia !!" ujar Candrika.
" dia adik iparku jika dirumah. tapi dia bosku jika dikantor." balas Joy.
" tetap saja. Kak Naren tidak boleh berlebihan terhadapmu !!" tambah Candrika.
Meski cukup kesal Candrika melanjutkan acara makannya.
.
.
Dua hari sudah Draka berada disingapura. setiap detik dan menit ia tak pernah bosan menghubungi Hasna. Bahkan saat akan masuk kedalam pesawat untuk kembali kejakarta, Draka menyempatkan diri mengabari Hasna.
Hasna yang memang begitu merindukan kekasihnya cukup bahagia, ia pun segera bersiap menjemput Draka keBandara.
Dipesawat Draka buru-buru duduk diantara Dua orang tua agar jangan sampai lola mengikutinya lagi. cukup menguras energi karna selama di sana Draka.begitu berusaha menghi dari Lola.
.
.
Dirya dan Qiara pun tengah menuju Restoran karna sudah waktunya makan siang. karna sebentar lagi mereka akan menikah, Qiara sudah tidak diperbolehkan Bekerja. meski awalnya menolak, tapi Dirya terus saja memberi banyak penjelasan yang memojokkan Qiara.
__ADS_1
" kau mau makan apa ??" tanya Dirya.
" aku ini saja."Qiara menunjuk menu dibuku menu.
setelah memesan Dirya duduk seraya menatap Qiara.
" kenapa menatapku terus ??" tanya Qiara.
" kau cantik."jawab dirya.
" kenapa kau pandai menggombal.."ujar Qiara.
" terserah saja. aku kan bicara apa adanya."balas Dirya.
Qiara hanya tersenyum malu.
" qiara. kau mau minta mas kawin apa saat kita menikah nanti ??" tanya Dirya.
Qiara menatap dirya. "itu terserah kau saja."
" tidak bisa begitu. semua keputusan kau berikan padaku, aku juga mau kau memberi ide atau saran. jangan menurut saja, kau berhak menginginkan apa yang kau mau dan harapkan," terang Dirya.
" kau tau. sebenarnya sampai saat ini aku merasa tidak pantas untukmu. aku bukan orang sepertimu dan aku juga bukan dari kalangan berada sepertimu, aku merasa kau akan mendapat banyak hujatan dari orang-orang mengingat statusku adalah seorang janda." balas Qiara.
" kenapa kau bicara begitu ??" dirya mendekatkan tubuhnya dengan berpangku pada kedua tangan dimeja.
" kau tidak berniat meninggalkankukan ?? qiara, tidak pernah aku memikirkan hal-hal seperti itu, bahkan keluargakupun tidak pernah mempermasalahkannya.. aku mohon jangan beralih fikiran dan berniat pergi dariku ya ??" pinta Dirya dengan serius.
Qiara membalas dengan senyuman. sungguh sangat beruntung dirinya bisa mengenal dan mendapatkan suami yang seperti itu. "aku tidak akan meninggalkanmu.."
" janji ??" Draka mengarahkan kelingkingnya.
" maaf Dirya aku tidak bisa berjanji." ucap Qiara.
sontak Dirya langsung berubah serius. "maksudmu ??"
" Kehidupan kita sudah ditentukan oleh Allah swt, aku bisa berjanji tidak akan meninggalkanmu, tapi jika Allah berkehendak mengambil nyawaku, aku bisa apa.. dan kita hanya bisa menjalani dan mengikutinya.."tutur Qiara pelan.
" bahkan tangan Allah tidak akan bisa memisahkan kita. aku pastikan itu." balas Dirya penuh serius.
.
__ADS_1
.
.