You Are Only Mine

You Are Only Mine
Kembali bersatu


__ADS_3

bab 113


.


.


Joy baru saja selesai melakukan pertemuan bersama Klien dengan ditemani Giana.


berada disisi Joy membuat Giana senang bukan kepalang. bahkan Joy dengan sadar mengajak Giana untuk menemaninya.


Saat klien sudah pergi Giana segera berdiri dan menatap Joy.


"em.. tuan.. bagaimana jika kita makan siang sekalian ?? tawar Giana dengan tatapan genitnya.


" baiklah. ayo.." balas Joy.


Giana girang bukan main. baru kali.ini joy menerima tawarannya. Buru-buru Giana mengikuti langkah Joy yang keluar dari cafe. Dengan percaya diri, Giana mengsejajarkan dirinya pada Joy.


senyum sumringah penuh bahagia yang terhias diwajah Giana saat ini.


.


.


Sebuah pesawat mendarat sempurna dibandara Internasional Kota bali.


beberapa penumpang sudah turun begitu pun dengan sekelompok orang yang berpakaian seragam dokter juga turun dari pesawat itu. diantara mereka ada Candrika yang mengikuti seminar dikota Bali bersama staf rumah sakit dimana ia bekerja.

__ADS_1


Keberangkatan Candrika yang mendadak membuatnya lupa berpamitan dengan suster pribadinya hingga Candrika buru-buru mengirim pesan pada Qiara.


" dokter Can..ayo.." panggil salah satu teman Candrika saat melihat mobil jemputan mereka sudah tiba.


Candrika berlari mendekat " iya.."


mereka semua masuk dalam mobil mini bus guna membawa mereka ketempat istirahat.


Didalam mobil Candrika bisa melihat keindahan kota bali, senyum nampak sekali diwajahnya.


"Can.. keponakanmu ada yang diBali kan ??" tanya salah satu teman dokter Candrika..


" iya. namanya Narendra. pengusaha perlengkapan perawatan pria disini."balas Candrika.


seketika otak Candrika langsung teringat asisten Narendra. "kenapa aku teringat pria itu ??" batin Candrika.


.


.


.


cupp...


Narendra mengecup perlahan kening Istrinya yang sudah terlelap akibat kelelahan karna olahraga siang yang barusan mereka lakukan.


Segera Narendra menuju kamar mandi guna membersihkan diri.

__ADS_1


Dalam guyuran air Narendra begitu kawatir jika sampai pengganggu kehidupannya melukai Herra. tak bisa dibayangkan akan seperti apa nanti, Narendra sendiri tak mau memikirkannya. ia akan berusaha selalu waspada untuk saat ini.


Menjadi seorang pengusaha ternyata tak membuatnya lepas dari seorang musuh. tetap saja ada yang tidak menyukai dirinya. bahkan perlahan.ingin membuat semua usaha Narendra hancur.


" pantas papa memilih menjadi pemimpin mafia.." gumam Narendra sendiri yang segera menyelesaikan ritual mandinya.


.


.


Tak lama, Narendra sudah selesai dan keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk menutupi area pinggang kebawah. tak ingin menganggu istirahat istrinya, Narendra langsung menuju walk in Closet guns berganti baju.


Baru saja Narendra memilih pakaian pelukan hangat dari belakang bisa ia rasakan. senyum pun langsung terbit dari sudut bibir Narendra.


" kenapa tidak membangunkanku ??" ucap Herra dengan suara parau khas bangun tidur.


Narendra memutar tubuhnya dan mengarahkan lengan Herra dilehernya dan ia segera meraih pinggang ramping Herra dalam pelukannya.


" akan berbahaya jika membangunkanmu sayang.."ujar Narendra.


"memang aku mafia ??!!" protes Herra dengan mengerucutkan bibirnya.


Narendra yang selalu gemas saat ekspresi herra seperti itu tak menyianyiakan kesempatan baik, dan langsung menyambar bibir Herra untuk dilumat olehnya. meski Bibir Herra sudah terasa kebas sebab Narendra tak henti-hentinya menciuminya, namun Herra tak memungkiri jika ia juga menyukai hal itu.


lagi dan lagi, Keduanya terlibat pertukarang slavina didalam walk in closet. bahkan Piyama mandi yang dikenakan Herra dengan cepat sudah teronggok dilantai akibat tarikan kuat dari Narendra. secara sadar mereka kembali mengulang penyatuan disana dengan berbagai gaya yang bahkan membuat Herra mabuk kepayang.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2