
bab 204
.
.
.
Dibawah para keluarga sudah berkumpul bersama dengan penghulu yang siap menikahkan pengantin kembar itu. sengaja, atas permintaan kedua calon pengantin, diacara ijab kabul hanya akan dihadiri keluarga besar saja dan sanak suadara.
Dirya dan Draka dituntun Narendra dan juga Zakia. guna menuju tempat mereka dihadapan penghulu.
Ditempat duduknya, mama Nada tak henti-hentinya mengusap mata agar air mata tak menetes dan mengalir dipipinya.
Papa Revandra yang juga setia disisi mama Nada terus berusaha menenangkan Mama Nada.
" jangan menangis.. ini hari bahagia putra kita." bisik Papa Revandra.
" semua anak-anak kita sudah menikah pa.. mereka ternyata sudah dewasa."balas mama.Nada.
" iya. dan kau harus semangat menjalani kemo dan minum obat. agar kita bisa bermain bersama.cucu-cucu kita nanti." hibur papa Revandra.
Mama Nada hanya membalas dengan senyum dalam derai air matanya, ia menyandarkan diri dipundak papa Revandra.
Seraya menatap dirya dan Draka yang duduk didepan penghulu.
" bagaimana ?? apa sudah bisa dimulai ??" tanya penghulu.
" silahkan pak." balas papa Revandra.
" tuan Abigal. apa anda ingin menikahkan putri anda sendiri ??" tanya Penghulu.
" tentu saja. dua anak saya pak. saya akan menikahkan mereka berdua."balas papa Abigal.
Hasna dan Qiara yang masih didalam.bisa mendengar suara papa Abigal karna menggunakan microfon.
Qiara menangis haru mendengar semua itu.
" Jangan menangis.. kau tidak sendiri, orangtuaku juga orangtuamu.." hibur Hasna.
__ADS_1
" iya Qiara. panggil saya mama mulai sekarang, kau juga putri kami." tambah mama Samantha.
Tak bisa membendung lagi, Qiara berhambur memeluk mama Samantha dengan derai air matanya.
" hentikan tangisanmu, setelah ijab kabul disahkan, kau hanya akan bahagia anakku, tidak akan ada lagi air mata dan kesedihanmu dulu.." ujar mama Samantha penuh kelembutan.
" terima kasih.. terima kasih..ma..ma.." balas Qiara.
Hasna mengusap punggung Qiara dan ikut bahagia. mendengar masa lalu Qiara yang begitu menyedihkan cukup membuat rasa empati keluarga Hasna tergugah.
.
.
Kata sah telah diucapkan para saksi, dan ijab kabul kedua juga telah disahkan. Dirya dan Draka tak mengalami kendala dalam pengucapan kalimat ijab kabul mereka, kelegaan begitu terasa disemua keluarga saat acara ijab kabul berjalan lancar.
selesai berdoa, Panitia mempersilahkan kedua mempelai wanita untuk keluar guna melakukan acara sesi pertukaran cincin.
Tepukan riuh dari para keluarga mengiringi kedatangan Hasna dan qiara yang digandeng Mama Samantha dan juga Bibi Mayra.
Senyum kebahagiaan juga terpancar nyata diwajah Draka dan Dirya.
.
.
Andika yang berada disana memutar pandangannya saat tak mendapati Candrika.
namun kedua orangtua Candrika juga telah berada disana.
tak mau menahan rasa penasarannya, Andika berjalan mendekati Nurra dan Romi yang duduk tak cukuo jauh darinya.
" bibi.. Cand belum datang ya ??" tanya Andika.
" sejak tadi aku sudah menghubunginya Andika..tapi bibi tidak tau anak itu sedang dimana. tadi dia bilang masih mau kesalon."terang Nurra.
" coba kau yang hubungi dia, siapa tau dia mau menjawab." tambah Paman Romi.
" baik paman. saya permisi dulu." pamit Andika yang segera keluar dari ruangan itu, Toh acara juga telah usai.
__ADS_1
Diluar Andika mencoba menghubungi Candrika namun tetap tidak ada jawaban. "kau kemana Cand ??" gumam Andika.
" kak Andika ???" sapa seorang gadis muda yang terlihat baru tiba.
Andika menoleh dan ia cukup terkejut. "Dayra ?? emm..maksudku kau nona Dayra kan ??"
Dayra tersenyum manis dengan ramah. " kakak berhenti memanggilku nona !! aku bahkan sudah tidak tinggal disini, agar kau memanggilku biasa saja."
Andika membalas dengan senyuman dan langsung memeluk gadis muda putri dari Darren dan Mayra yang tinggal DiluarNegeri, ia datang terlambat karna ia harus tertinggal pesawat. selama ini Andika begitu menyayangi Dayra layaknya adiknya sendiri.
" kakak. acaranya sudah mulai ya ??" tanya Dayra saat pelukan sudah terbuka.
" sudah dari tadi. kenapa kau pulang mendadak ??" tanya Andika balik.
" ada beberapa tugas yang harus aku selesaikan. ya,padahal aku ingin sekali menjadi saksi." tutur Dayra.
Andika mengacak rambut Dayra merasa gemas.
" kakak !! rambutku berantakan nanti.!!" protes Dayra.
" biarkan saja. kau lebih pantas seperti itu " ejek Andika.
" kakak !!" Dayra berlari mengejar Andika hendak membalas,namun segera pula Andika menghindar.
.
.
.
P
nah itu, yang kemarin nggak mau Andika merana,aku udah datengin jodohnya ya.. 🤗🤗🤗
karna ceritaku pasti happy ending..
😁😁😁
.
__ADS_1
.