You Are Only Mine

You Are Only Mine
penuh cinta


__ADS_3

bab 112


.


.


Wajah Herra berubah masam saat menyadari suaminya yang terus menggoda dirinya. seketika Herra mendorong tubuh Narendra dengan sedikit kuat dan langsung pergi berbalik untuk menuju kamar.


" hey sayang.. jangan marah.. aku kan hanya bercanda.." Ujar narendra seraya menyusul langkah kaki Istrinya.


" ikutlah teater atau casting film sana kak !!! kau lebih pas menjadi seorang aktor dari pada CEO. !! benar-benar !!" omel Herra seraya terus berjalan menapaki anak tangga.


Narendra mempercepat langkahnya ia tidak mau sampai tertinggal oleh sang istri. dan saat sudah dekat Dengan gerak cepat Narendra membawa tubuh herra melayang diudara.


" aku mendapatkanmu.." ucap Narendra.


" kakak !!!" Herra begitu histeris dengan lengan yang langsung mengalung pada leher Narendra.apa lagi saat ini mereka masih berada ditengah tangga.


namun bukannya menjelaskan, Narendra langsung menyambar bibir Herra dengan kecupan hangat sembari memainkan alisnya naik turun.


cup..


Wajah Herra pun berubah bersemu merah. kesal yang barusan ia rasakan terganti oleh rasa bahagia.


" ih..wajahnya merah tuh.. malu ya ??" goda Narendra.

__ADS_1


Herra memukul dada Narendra dengan sebelah tangannya.


"berhenti menggodaku !! jika tidak suka turun kan saja aku !!"


" baiklah.." Narendra melangkahkan kakinya dengan santai menapaki anak tangga tanpa takut sedikitpun. Tidak pada Herra, Herra cukup kawatir jika sampai suaminya terpeleset yang akan berakibat fatal.


" kakak.. nanti kalau jatuh bagaimana ?? aku turun saja.." ucap Herra mengutarakan kekawatirannya.


" berikan aku ciuman lagi, agar kakiku bisa melihat dengan baik anak tangganya."balas Narendra


" apa hubungannya ciuman dan kaki ??!! ngelantur.." timpal Herra sembari membenamkan wajahnya didada bidang suaminya. ia bisa menyesap aroma tubuh Narendra yang begitu menenangkan.


Sementara Narendra hanya tersenyum saat melihat tingkah istri kecilnya itu.


.


.


" kakak tidak kekantor ??" tanya Herra saat sudah didudukkan ditepi ranjang oleh Narendra.


" tidak. hari ini aku akan dirumah."balas Narendra sembari membuka kemeja yang ia kenakan.


" lalu kak Joy ??" tanya Herra lagi.


" Joy sedang melakukan drama dikantor. kita akan lihat keseruannya besok.." jawab Narendra seraya mendekati Herra dengan tatapan yang begitu dalam.

__ADS_1


Herra meneguk liurnya saat menyadari tatapan Narendra seperti singa yang kelaparan.


" em..maksudnya ?? kak Joy berdrama apa ??" Herra berusaha mengalihkan perhatian Narendra.


" kau akan tau besok sayang.. sekarang kita lakukan dulu tugas kita.." Ucap Narendra yang dengan perlahan mendorong tubuh Herra agar terbaring dan Dengan sigap Narendra menempatkan diri diataa Herra sorot matanya penuh cinta dan gairah yang tertahan. Herra terus mengikuti netra Narendra yang terarah padanya.


" tugas kita ?? kita punya tugas ??" tanya Herra dengan senyum manisnya. ia sangat tau jika begini Suaminya pasti tengah menginginkan dirinya. namun Herra mencoba berdialog terlebih dahulu.


" kau yakin tidak tau ??"Bisik Narendra ditelinga Herra. deru nafas Narendra seolah membuat syaraf-syaraf pada Diri Herra menengang seketika.


" kita kan harus secepatnya membuat cucu untuk mama.." bisik Narendra lagi yang langsung turun keleher Herra dan mengecup leher jenjang Herra hingga menimbulkan tanda kissmark yang begitu indah.


Herra hanya bisa memejamkan mata saat sensasi itu ia rasakan kembali. seolah menjadi candu bagi keduanya. beradu ciuman dengan pertukaran slavina yang begitu penuh kehangatan kembali mereka lakukan. Herra pun mengimbangi dengan nafas yang menderu.


jangan ditanya lagi, tangan Narendra sudah bekerja sendiri seolah tau apa yang harus ia kerjakan. bermain di pegunungan mungil yang menjadi tempat favoritenya.


Suara-suara seksi dari mulut Herra terdengar terus dan terus menggugah gairah Narendra saat pucuk pegunungannya berada dimulut Narendra.


Tak bisa diungkapkan dengan kata atau apapun Narendra benar-benar pandai membuat Herra merasakan kenikmatan meski belum dalam pelepasan.


Kedua anak manusia yang sudah polos itu kembali mengarungi surga dunia yang begitu diliputi kenikmatan saat penyatuan kembali mereka lakukan.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2