You Are Only Mine

You Are Only Mine
Berpamitan


__ADS_3

bab 197


.


.


.


Sinar mentari mulai meninggi, pertanda hari sudah menjelang pagi. Herra masih betah dalam dekapan Narendra setelah pergulatan panas semalam mereka lakukan.


Seakan tak pernah habis, Narendra mengulang pergulatan panas hingga beberapa kali. menghasilkan Herra yang lemas tak berdaya.


.


.


.


Sementara Dijakarta, Draka bersiap untuk kebandara guna melakukan perjalanan bisnisnya. namun sebelum itu, ia hendak menemui Hasna guna meminta ijin, krna sejak kemarin, draka tak berani mengatakan jika akan pergi untuk kunjungan pekerjaan. Dengan didampingi Dirya, Draka mengendarai mobil membelah keramaian jalanan pagi itu.


" kau ini sudah berhubungan lama dengan Hasna tapi kenapa masih takut jika mau minta ijin ??" tanya Dirya diperjalanan.


" bukan takut. aku hanya tidak mau Hasna salah faham."balas Draka.


" itu sama saja !! jadilah sepertiku, kalau sudah pacaran ya cerita apa saja yang akan kita lalui dan lakukan. kan enak, tidak ada yang disembunyikan.."terang Dirya.


" aku bukan pria gila sepertimu Dirya..jangan samakan aku denganmu !!" gerutu Draka yang kesal.


" tapi dunia menyuruh kita sama Draka !! bahkan wajah kita mirip kan ??" goda Dirya dengan senyum sumringahnya.


" cih !!! kenapa aku bisa punya kembaran sepertimu " gumam Draka yang segera memarkirkan mobil nya saat sudah dibutik Hasna.


dan tanpa disangka, disana sudah ada Qiara yang juga baru datang bersama Hasna.


" ini rezeki anak sholeh namanya, cintaku.. kau disini sayang.. !" panggil Dirya yang berlari lebih dulu.


Hasna dan qiara amat terkejut, saat pertemuan mereka tak sengaja dilihat calon suami masing-masing.


" kau, sedang apa disini ??" tanya Qiara.

__ADS_1


" tentu saja mencarimu." jawab Dirya singkat.


Nampak Draka berjalan mendekat, dan melihat Hasna.


" kau bilang tidak bisa menjemputku ??" tanya Hasna pada Draka.


" iya sayang..ada yang ingin aku katakan."jawab Draka dengan serius.


qiara dan Hasna saling tatap dan kemudian memilih mengajak Draka dan dirya masuk kedalam butik.


.


.


" ada apa ??" tanya Hasna saat sudah didalam.


Qiara memilih duduk disofa panjang bersama Dirya, ia tidak mau ikut campur urusan kembaran kekasihnya.


" maafkan aku, aku tidak memberitaumu sejak kemarin."draka mulai bicara.


Hasna masih belum.mengerti. "sebenarnya ada apa ??"


Qiara mendorong pundak Dirya. "kenapa kau ikut-ikutan !! itu urusan mereka !!"


" sayang, draka memang minta tolong denganku."protes Dirya.


Qiara mendegus kesal,


Hasna menatap Draka dengan lekat. ia tak habis fikir dengan kekasihnya itu, hanya meminta ijin saja harus bersama kembarannya.


" Dirya, Qiara, bisa kalian keluar sebentar ?? aku ingin bicara berdua dengan draka ??" pinta Hasna.


Qiara pun segera berdiri. " pasti kak." Qiara menarik tangan Dirya. "ayo keluar." ajak Qiara.


" eh.. tapi Draka..-"


" sudah ayo !!" Qiara terus menarik lengan dirya hingga akhirnya dirya patuh.


Hasna mendekati Draka dan menatap lekat pria yang sudah cukup lama menempati hatinya.

__ADS_1


" apa aku semenyeramkan itu ?? bahkan kau takut mengatakan akan pergi untuk kunjungan kerja ??" tanya Hasna.


" bukan begitu sayang.. bukan begitu.." Draka langsung membalas dengan menatap Hasna.


"tapi kenapa ??" Hasna mempertanyakan.


" tapi aku harap kau tidak marah ya ??" pinta Draka.


alis Hasna bertaut penuh. ia semakin tidak mengerti. "tidak." jawab Hasna singkat.


" kau yakin ?? tapi aku benar-benar akan pergi karna kunjungan kerja, bukan yang lain.." tutur Draka.


" draka iya aku tau. jadi kenapa aku harus marah ??!!" Hasna semakin kesal.


Draka memejamkan matanya. "aku pergi bersama Lola. mantan kekasihku dulu. dia rekan bisnisku dari sini." ucap Draka .


" lalu ??"


Draka seketika menatap Hasna yang terus menatap dirinya.


" kau tidak marah ??" tanya Draka.


Hasna membuang nafasnya perlahan. "untuk apa aku marah. kau pergi karna bekerja, bukan kencan kan ?? meski dengan Lola atau dengan wanita manapun, asal itu tentang pekerjaan aku tidak masalah."


Senyum pun langsung terbit dari bibir Draka. ia pun mendekati Hasna dan memeluk Hasna dengan erat.


" terima kasih sayang..atas pengertianmu.."


" iya. tapi kau harus menjaga mata dan hatimu. awas saja jika siular Lola itu pamer kemesraan bersamamu !!" balas Hasna.


" aku akan berusaha menjaga jarak dengannya." Ujar Draka.


" iya. aku percaya kok.." Hasna kembali dipeluk erat oleh Draka.


Hasna pun ikut tersenyum dan ikut membalas pelukan draka.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2