You Are Only Mine

You Are Only Mine
terhimpit bongkahan batu


__ADS_3

bab 162


.


.


.


Karna terus dicegah akhirnya Qiara tak bisa berbuat apa-apa. Dengan sedikit canggung ia ikut makan malam bersama keluarga Dirya. Qiara cukup tidak enak, apa lagi saat Tatapan papa Revandra yang ia rasakan cukup dingin sedari tadi membuat jantung Qiara tak ada hentinya berdetak, belum lagi godaan dari kembaran Dirya dan Dirya sendiri.


Sementara Narendra dengan setia menyuapi Herra yang mulai menyukai makanan.


" aku sudah kenyang kak.." ujar Herra.


" baiklah. ini sudah banyak.." balas Narendra tak lupa ia mencium kening Herra.


" ehem. !! kak, kau tidak melihat kami ya ??!! pamer sekali !!?" protes Dirya.


" berisik !! segeralah menikah anak nakal !!" balas Narendra.


Dirya memanyunkan bibirnya saat dibalas dengan cepat dengan kakaknya. Hal itu membuat semua tertawa lepas.


" em..Maaf semuanya..terima kasih sebelumnya saya sudah diajak makan bersama. tapi saya harus kembali bekerja, maaf jika harus pergi sekarang."pamit Qiara seraya menunduk.


" oh..ya Sus, maaf ya kau jadi lupa pekerjaan karna kami.." balas mama.Nada.


" nyonya jangan minta maaf, saya jadi tidak enak." ujar Qiara.


" sekarang jangan panggil mamaku Nyonya. bukannya kau sdekat dengan kembaranku ??" tambah Draka.

__ADS_1


" maaf tuan. semua tidak benar."balas Qiara dengan cepat yang segera berdiri lalu permitan.


" kalau begitu saya permisi.." ucap Qiara sebelum pergi ia menunduk memberi salam hormat. semua mengangguk mengerti dan mempersilahkan Qiara keluar.


" draka jangan spontan seperti itu.." ucap Hasna. saat Qiara sudah keluar.


" iya. kenapa mulutmu seperti rel kereta api sih !! membuat Qiara malu saja !!" tambah dirya.


"aku kan bicara apa adanya.." draka membela diri.


" sudah..sudah.. dirya, apa kalian memang sedang dekat ??" tanya mama Nada.


" aku memang mendekatinya ma, tapi dia masih ragu.. masih berusaha lah." terang Dirya.


" Kau harus cepat. suster Qiara itu cantik dan muslimah, jarang loh dapat wanita seperti itu." usul Hasna.


" Kau benar.. huh..aku akan berusaha ekstra setelah ini.." balas Dirya lagi.


" iya paman."balas Dirya lagi.


" tapi aku rasa suster itu menyukai kau.." imbuh Draka.


" semoga saja.." ujar dirya seraya menyeruput kopi buatan Hasna barusan.


" loh. papamu mana ??" tanya mama Nada saat menyadari suaminya tidak ada.


semua saling tatap. mereka sampai tidak sadar jika sang papa tidak ada.


.

__ADS_1


.


" suster Qiara..!!" panggil papa Revandra.


Langkah Qiara terhenti, ia langsung membalikkan tubuhnya.


sedikit tersentak dengan degup jantung melebihi ritme semestinya.


" bisa kita bicara sebentar ??" tawar papa Revandra.


"bi..bica..ra ?? em..bisa..bisa.." balas Qiara terbata. entah mengapa lidahnya seakan kelu mau berucap.


.


.


Disudut ruangan cukup sunyi dari jangakauan semua orang, Qiara terduduk diam sembari menunduk jemarinya saling bertaut dengan perasaan was-was.


" apa kau dekat dengan anakku dirya ?? sejauh apa hubungan kalian ??" tanya Papa Revandra dengan tatapan tajam seperti biasa.


Qiara menelan ludahnya beberapa kali. dengan segenap keberaniaannya ia menatap papa Revandra. "maaf tuan..kami..kami..tidak memiliki hubungan spesial apapun.."


" bagus. saya tau kau sudah bersuami. saya tidak mau anak saya memiliki masalah dengan suamimu, karna saya tau siapa suamimu." terang papa Revandra.


entah mengapa, dada Qiara seakan terhimpit bongkahan batu besar saat mendengar penuturan papa Revandra.


padahal memang itulah yang ia inginkan sejak kemarin, tapi ia tak mengerti mengapa lisan dan hati berkata bahkan sejalan.


.

__ADS_1


.


__ADS_2