You Are Only Mine

You Are Only Mine
Rasa bersalah Narendra


__ADS_3

bab 18


.


.


Dari jarak tak terlalu jauh, Joy dan Herra menghentikan langkahnya saat melihat Narendra tengah berbicara dengan Revandra. bahkan mereka berdua bisa mendengar dengan jelas pembicaraan tuan besar yang bisa dibilang mrnceramahi Narendra, Narendra tertunduk dengan rasa penyesalan. tanpa menjawab apapun.


" kak, kita tidak kesana ??" tanya Herra dengan suara lirih.


" kita tunggu dikantin saja. ayo.."ajak Joy yang langsung menarik lengan Herra.


.


.


Revandra terus mondar mandir didepan pintu IGD, rasa takutnya begitu menggunung karna lamanya Nada yang masih ditangani.


" kenapa lama sekali sih !!" gerutu Revandra.


" Sabarlah pa.." balas Zakia mencoba menenangkan.


sedangkan Narendra tetap duduk diam dan tertunduk.


Hingga kemudian, Pintu terbuka dan muncullah Candrika dengan beberapa perawat.


" Candrika, Bagaimana bibimu ?? dia baik-baik saja kan ??" tanya Revandra memberondong sang keponakan dengan banyaknya pertanyaan.


" paman tenang saja. bibi sudah baik-baik saja. tapi saranku kalau bisa jangan membuat bibi syok lagi, apa lagi membebani fikirannya, aku takut bisa fatal nanti akibatnya." terang Candrika.


Revandra mengangguk pasti. "iya. akan paman usahakan.. terima kasih.."


Candrika ikut mengangguk tak lupa senyum ia terbitkan.


" Cand keruangan dulu ya kak, paman.. " pamit Candrika.


" apa sudah boleh aku masuk ??" tanya Revandra lagi.


"nanti kalau sudah dipindahkan ya paman." jawab Candrika .


" ya sudah.. terima kasih.."ujar Zakia.

__ADS_1


Candrika segera melangkahkan kakinya namun berhenti saat melihat Narendra masih diam tak bergeming seraya tertunduk.


" kak..?? ada apa ??" sapa Candrika.


" mamaku sakit Cand ?? sejak kapan ??" tanya Narendra suaranya melemah dengan posisi sama.


" Bibi memang sakit pada jantungnya, tapi bibi menolak melakukan pencangkokan. jadi selama ini hanya usaha obat saja untuk mengurangi rasa sakitnya." terang Candrika.


Narendra mengangkat wajahnya, mata memerah menahan kesedihan karna ketidak tauan dirinya tentang kondisi sang mama.


" kenapa kau tidak menghubungi kakak ??! aku tidak tau apa-apa Cand..!!" Suara Narendra yang begitu parau membuat Candrika yakin Narendra tidak.baik-baik saja.


" sudahlah kak, lebih baik.kita berdoa saja. dan coba kakak bujuk Bibi Nada siapa tau jika kakak yang bicara


bibi mau melakukan pencangkokan."Saran Candrika.


" Maaf kak, Cand harus keruangan. banyak pasien yang harus aku tangani." Candrika segera berlalu. Narendra hanya bisa memandang kepergian sang keponakan.


" membunjuk mama ?? bahkan


menuruti keinginannya saja aku tidak bisa.. aku hanya bisa membuat mama sakit,."gumam Narendra seorang diri.


.


.


Herra terus menatap sang kakak yang nampak begitu gelisah.


" kak.." panggil Herra.


Joy langsung menatap Herra. "ada apa ??"


" kita hanya akan disini ?? bukannya kakak tadi mengajakku menjenguk nyonya Nada ??" tanya Herra.


joy membuang nafas dengan kasar.


"aku tidak tega melihat tuan Narendra. selama ini dia selalu disibukkan dengan pekerjaan, sampai tidak tau kondisi nyonya Nada."ujar Joy.


" nyonya Nada sakit apa kak ?? parah ya ??" tanya Herra lagi.


" jantung Her. tiga tahun lalu Kakak dan tuan Narendra kembali dengan tuan Narendra yang membawa kekasihnya bernama Granda, Nyonya Nada tidak menyukai kekasih tuan Narendra hingga terjadi perdebatan, karna waktu itu tuan Narendra begitu mencintai Granda." cerita Joy.

__ADS_1


" karna sakit itu nyonya Nada meminta tuan Narendra untuk segera menikah. tuan Narendra selalu mengira jika itu hanya rekayasa dan sandiwara. aku rasa waktu itu hati tuan Narendra masih ditutupi wanita gila itu.." terang Joy lagi.


" lalu kemana kekasih tuan Narendra kak ?? seharusnya mereka kan berusaha mendapat restu ??" Tanya Herra.


"mereka baru berpisah saat kami akan kembali kesini kemarin. Granda ketahuan berselingkuh bukan, bermain dengan pria lain lebih tepatnya."jawab Joy.


" aku ingin sekali membantu tuan Narendra. selama ini kita cukup banyak dibantu oleh dia." tambah Joy yang mengingat semua kebaikan Narendra kepada dirinya.


Herra terdiam sejenak. seraya meminum jus pesanannya.


" bagaimana kalau aku setuju dengan keinginan tuan Narendra tadi kak ?? untuk menikah dengan dia ??" ucap Herra dengan jelas.


Joy menautkan alisnya. "jangan bercanda Herra. pernikahan bukan main-main. kau saja baru lulus SMA.."


" aku tidak main-main kak.. aku rasa hanya itu cara membantu tuan Narendra. melihat nyonya Nada nampak terlihat menyukaiku." tambah Herra.


Joy menatap sang adik dengan lekat.


Joy lalu membuang tatapannya kearah lain. mana mungkin ia mengorbankan masa depan adiknya hanya demi menolong sang bos dari rasa bersalah pada orangtuanya. tapi Joy sendiri bingung cara apa yang lain untuk menolong Narendra.


.


.


.


Hayoo.. jadinya gimana nanti 😍😍😍


nikah muda dong mbak Herra 🤭🤭


tabur bunga sama ritual Like it ya biat aku semangat..


terima kasih 🙏🙏🙏


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2