You Are Only Mine

You Are Only Mine
Aku ingin menjadi suami yang baik


__ADS_3

bab 67


.


.


.


Siang itu Herra sudah selesai melakukan materi kuliah. ia juga sudah berjalan keluar untuk pulang. Key yang melihat Herra pergi lebih dulu segera berlari mendekat.


" herra tunggu !!" panggil Key.


Herra menghentikan langkahnya "ada apa key ??"


" pulang bareng yuk ??" ajak Key.


" key, kau kan sudah tau, aku ini sudah menikah. mana pantas aku pulang dengan pria lain."terang Herra.


" iya juga. tapi apa salahnya. toh kita kan hanya berteman.." timpal Key.


" aku tau. tapi kita teman jika dikampus Key. diluar kampus aku ini istri orang." Herra melanjutkan langkahnya. ia tidak mau sampai nama.baiknya tercoreng hanya karna menerima tawaran Key.


" Her, bolehkah aku bertanya ??" Key mempercepat langkahnya agar sejajar dengan Herra.


" apa ??" balas Herra.


" kau kenapa buru-buru menikah ?? bahkan waktu kelulusan kau bilang ingin fokus kuliah dulu saat aku menyatakan perasaan."tanya Key yang memang sejak kemarin sangat penasaran.


Herra kembali menghentikan langkahnya. ya, saat kelulusan key memang menyatakan perasaan suka pada Herra, namun Herra dengan halus menolaknya.

__ADS_1


Herra sungguh bingung mau menjawab apa. semua begitu tiba-tiba dan tak terencana.


" Her.." panggil key saat mendapati Herra melamun.


" key maaf, alasan apapun itu sepertinya hanya privasiku. maaf aku tidak bisa mengatakan semuanya padamu.. kau bisa mengerti kan ??" terang Herra dengan wajah sendunya.


Tak ingin membuat Herra tidak nyaman. Key hanya menjawab dengan anggukan.


" kalau kau merasa keberatan berteman denganku yang sudah bersuami, kau boleh mencari teman yang lain kok." tambah Herra.


" kau bicara apa Her.. aku kan hanya bertanya. maaf ya aku terlalu ikut campur. tidak ada hubungannya dengan pertemanan kita." balas Key dengan cepat.


Herra mengembangkan senyum seketika. "kau teman terbaik key.."


Key pun langsung membalas senyuman Herra. "asal dekat denganmu aku sudah senang her, setidaknya aku bisa melihat kau bahagia saja.." batin Key.


Bunyi clakson membuat Herra mencari sumber suara itu. Nampak Narendra yang mengendarai mobil sendiri sudah siap didepan gerbang menjemput Herra.


Key mengangguk dengan tak melunturkan senyumannya.


Herra melambaikan tangan seraya berlari meninggalkan Key yang terus menatap.Kepergian Herra, hingga Herra masuk kedalam mobil.


.


.


" kakak sudah dari tadi ya ??" tanya Herra saat sudah didalam.mobil seraya mencium tangan Narendra.


" tidak juga. itu anak kuliah disini juga ya ??" tanya Narendra seraya menunjuk Key yang berdiri menatap mobilnya dengan ekpresi wajah.

__ADS_1


" iya kak. kami juga satu jurusan. aku sendiri tidak menyangka" balas Herra penuh semangat.


Narendra mendegus dengan kesal seraya menjalankan mobil kembali.


" kau dekat sekali dengan dia ??!"


" ia kak. kami dekat sejak SMA, teman saja kok.." terang Herra.


" yakin hanya teman ??" tanya Narendra memperjelas.


" iya kak. bahkan dia juga sudah tau kan, kalau aku ini sudah menikah.." timpal Herra.


" baiklah. setidaknya dia tidak merayumu saja." ujar Narendra dengan bergumam sampai Herra tak mendengarnya.


" kak joy dimana ?? kenapa bukan kak joy yang menjemputku ??" tanya Herra. sontak Narendra langsung menatap Herra dengan kesal.


" yang suamimu kan aku. masa kakakmu terus yang menjemput. !!" balas Narendra dengan kesal.


" iya maaf.." Ucap Herra seraya menundukkan wajahnya.


" jangan begitu. aku tidak marah !! hanya saja kakakmu sedang aku suruh menemui klienku, akukan harus menjemputmu, aku ingin menjadi suami yang baik,."terang Narendra yang begitu takut jika Herra marah.


" iya kak. aku tau terima kasih.." balasHerra yang entah punya keberanian dari mana memegang lengan Narendra yang memegang kemudi dengan begitu ceria.


Narendra hanya tersenyum bahagia saat respon Herra begitu mengejutkan. bahkan Herra tak canggung memegangi lengannya. meski hanya dipegangi, seolah Narendra begitu ingin terbang kelangit sangking bahagianya.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2