You Are Only Mine

You Are Only Mine
Indah sekali


__ADS_3

bab 86


.


.


.


Herra berlarian ditepi pantai yang amat indah. Ia sangat terpesona dan menikmati suasana.


Kurang lebih kayak gini ya 🤭🤭



ini punya nya Si Narendra katanya 😂😂


Herra bahkan sampai melepas sepatu yang ia pakai dan menjijingnya. kemudian berlarian dengan senyum bahagia.


Narendra melipat kedua tangannya dan memilih duduk ditempat yang disediakan disana. memakai Kaca mata dan menatap Istri tercintanya yang menikmati indahnya pantai Kuta Bali.


" kakak.. kemarilah..!!" panggil Herra dengan berteriak.


Narendra bangkit dan berjalan mendekati Herra.


Herra menatap kearah pantai lagi dengan merentangkan kedua tangan. meresapi angin sepoy-sepoy yang mengenai tubuhnya. rambut Herra bahkan berterbangan akibat hembusan angin pantai.


Narendra yang sudah didekat langsung memeluk Tubuh mungil Herra dari belakang.


Herra tertawa geli saat deru nafas Narendra terasa dileher jenjangnya.


" apa kau senang ??" bisik Narendra.


" sangat senang.. ini menyenangkan sekali.." balas Herra dengan semangat.


" apa kau mau aku ajak kepantai yang lain ??" tawar Narendra.


Herra langsung berbalik, dan mengalungkan lengannya dileher Narendra dengan tatapan penuh harap dan bahagia.

__ADS_1


" tentu saja aku mau !!"


" beri aku satu ciuman dulu.." goda Narendra.


wajah Herra bersemu merah dengan godaan suaminya itu, namun Herra yang begitu bahagia langsung mengecup pipi Kiri Narendra dengan cepat.


muuacchh !!


" sudah. kita akan kepantai mana lagi ??" Herra


" mana ?? kenapa belum terasa ciumannya ??!" Narendra masih betah dengan memejamkan mata.


" tadi sudah kak !!" protes Herra.


" tapi tidak terasa sayang.." balas Narendra.


" ah kakak.. !!" Herra merasa kalah.


Dan Narendra membuka mata dan tak lupa dengan senyum yang terbit diwajahnya, lalu menarik tengkuk leher Herra agar mendekat padanya. dan


kedua bibir kenyal itu saling menempel.


" ini yang namanya ciuman sayang.." bisik Narendra dengan menautkan kening mereka.


tak menunggu apapun, Narendra meraup bibir ranum Herra dalam ciuman mautnya. menyesapi lebih dalam seolah mengatakan betapa dalam rasa Cinta didalam hatinya.


.


.


Mobil Dirya terparkir dihalaman rumah keluarga besar Revandra. sebelum turun, Dirya membenahi penampilannya. ia juga telah menyiapkan beberapa jawaban jikalau sang mama bertanya macam-macam.


" huh !! dirya.. berusahalah tenang.." ujar Dirya pada dirinya sendiri.


Saat semua sudah sempurna, Dirya segera turun dari mobil dan masuk kedalam rumah. entah apa yang akan ia dapatkan nanti, Dirya sudah siap dengan semuanya.


Baru saja masuk diruang tamu, dirya sudah disuguhkan dengan wajah datar sang papa yang duduk dikursi santai dengan kaca mata yang sudah setia menempel disana.

__ADS_1


" papa.." sapa Dirya berusaha tersenyum biasa.


" kau dari mana ??" Sebuah pertanyaan terlontar dari bibir orang tua itu.


" em.. maaf pa, semalam aku menghadiri pesta ulangtahun teman. dan disana aku mabuk.. tapi papa jangan bilang pada mama ya ?? aku takut mama sedih nanti.." terang dirya.


" pesta ?? teman ?? kau yakin ??" Revandra kembali mengulang.


Dirya gelagapan, namun sebisa mungkin dirya tetap tenang. " i..iya pa.. tentu saja.."


Revandra meneliti tubuh putranya yang memang cukup sempurna dimata siapa saja.


Revandra bangkit dari duduknya dan memegangi pundak putranya. "ingat satu hal, papa bukan orang yang bisa dibohongi. dan papa rasa kau sudah tau itu.." ucap Revandra saat sudah selesai ia langsung meninggalkan sang putra yang tetap mematung.


Dirya baru bernafas lega saat sang papa masuk keruangan kerjanya.


" huh !! syukurlah, pantas saja kak Naren seperti itu, ternyata turunan dari papa." gerutu Dirya sendiri.


Tepukan dipundak Dirya membuat Dirya benar-benar terkejut.


" mama !! kufikir siapa ??!!"


" kau dari mana sayang ??!! mama kawatir padamu ??!!" mama Nada


" nanti aku jelaskan.. mama dari mana ??" tanya Dirya.


" dari taman.. mama menghubungimu sejak semalam.. kenapa tidak diangkat ?? draka bilang kau tidak lembur. tapi kenapa tidak pulang Nak ??!!" karna belum mendapat jawaban mama Nada terus bertanya.


Dirya hanya mengusap tengkuk lehernya, entah bagaimana ia akan mulai bercerita dengan sang mama


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2