You Are Only Mine

You Are Only Mine
persiapan


__ADS_3

bab 203


.


.


.




Persiapan telah selesai bersama bergulirnya waktu.


Sinar mentari belum menampakkan dirinya. tapi Qiara dan Hasna sudah tiba dihotel dan digiring menuju ruangan dimana mereka akan dirias.


Beberapa MUA ternama segera bersibuk ria merias kedua calon mempelai wanita itu.


Qiara yang setia sama hijabnya



hasna yang manis dengan tema sundanya.



Dikamar Dirya dan Draka juga ada beberapa MUA yang ditugaskan merias mempelai pria.


" wah.. aku tidak menyangka baju kalian sama.juga. " canda Narendra yang masuk kekamar kedua adiknya.


Dirya dan Draka sama-sama menoleh dan mereka cukup terkejut, sang kakak bersama istrinya sudah berada disana.


" kakak.. kau sudah datang.." Draka berlari terlebih dulu dan memeluk Narendra.


Hari itu Narendra membalas pelukan adik-adiknya. tidak seperti biasanya, yang akan marah dan memukul.


Dirya yang juga sudah selesai ikut berhambur memeluk Sang kakak.

__ADS_1


" aku yakin kakak pasti datang.."


Herra sedikit menyingkir. memberi ruang ketiga bersaudara itu. dengan senyum bahagia.


" selamat adik-adikku.. kalian akhirnya menikah juga.. semoga kalian selalu bahagia.." ucap Narendra penuh ketulusan.


" wah ini moment yang sangat langka.kak Naren bisa menasehati kita tanpa marah." balas Dirya.


pukk !!


Narendra reflek memukul kepala Dirya.


" aww !! kakak !!" protes Dirya.


" makanya jaga mulutmu itu !!" balas Narendra.


Draka pun tertawa lebar dibuatnya. "terima kasih kak, kau kakak yang istimewa untuk kami."ujar Draka.


" aku tidak menyangka kalian sudah sebesar ini.. kemarilah " Narendra kembali memeluk kedua adiknya. cukup haru jika dilihat, bahkan Herra menangis bahagia melihat kedekatan yang langka itu.


" awas saja nanti jika dia datang saat acara dimulai aku akan..-" ucapan Zakia terhenti saat melihat pemandangan dikamar mempelai pria yang begitu mengejutkan.


sontak pelukan ketiga pria itu terbuka.


Rans pun akhirnya bernafas lega saat mendapati adik iparnya sudah datang, istrinya tidak akan berhenti mengomel jika sumber omelannya belum datang.


" kakak.." sapa Herra.


Zakia menatap.Herra sesaat. "kalian sudah datang ?? sejak kapan ??"


" semalam kak.. maaf tidak menyapa kakak dulu.." balas Herra.


Zakia tersenyum manis pada Herra."tidak masalah. maafkan kami yang tidak menyambutmu, bagaimana kabarmu ?? keadaanmu ??" tanya Zakia.


" aku baik kak.. dan sangat baik." balas Herra lagi.


" syukurlah." Zakia mengusap lengan Herra lalu beralih menatap Narendra yang seolah ingin melahap habis adiknya itu.

__ADS_1


" kalian berdua sudah siap ?? acara akad nikah akan segera dimulai." kata Rans mencoba mengalihkan amarah istrinya.


" sudah kak.. lihatlah, mereka mirip sekali kan ?? aku tidak bisa membayangkan dua adik iparku bisa tidak membedakan kalian." goda Narendra.


" jaga bicaramu anak nakal !!" timpal Zakia. yang mendekati kedua adik kembarnya. meski tak memiliki ikatan darah apapun, namun sebenarnya Zakia sangatlah menyayangi draka dan Dirya dan juga Narendra.


Dan tanpa berkata apapun, Zakia memeluk erat dua pria itu.


" maafkan kakak jika kakak terlalu kasar pada kalian."


" kakak jangan menangis.. nanti make up nya luntur loh.." ucap Dirya.


" iya. kau tetap paling cantik diantara kami bertiga kok." tambah Draka.


bukannya mereda, tangis Zakia malah pecah dan terisak.


Narendra pun hanya terkekeh saat melihat sang kakak sudah tak bisa menahan air matanya.


" anak nakal !! aku akan menarik telinga kalian jika kalian berani menyakiti wanita pilihan kalian sendiri kelak." ucap Zakia.


Rans mendekat, " sayang sudah..sudah.. Draka dan dirya harus segera turun."


" baiklah. ayo kami antar." tawar Narendra.


" baiklah.." Dirya dengan segera menggaet tangan Narendra dan Draka pun mengalungkan tangan dilengan Zakia.


" ayo kak.. jangan menangis lagi.." bujuk Draka.


Zakia mengangguk dan segera menghapus air matanya.


" sayang.. kau hati-hati ya jalannya. hanya sampai bawah saja, aku memapah adikku ini." ucap Narendra pada Herra.


" iya kak.. aku akan mengawal dibelakang." balas Herra.


Draka.terkekeh dengan ucapan sang kakak yang begitu geli jika didengarkan.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2