You Are Only Mine

You Are Only Mine
Anak nakal


__ADS_3

bab 28


.


.


Hingga tengah malam Herra tidak bisa tidur, entah mengapa fikirannya memikirkan Narendra saja sejak tadi. pertemuan kedua bibir yang terjadi begitu saja terus terbayang dibenak Herra. Sesekali Herra memegang bibir yang sudah terjamah oleh Narendra.


" apa tadi namanya berciuman ??" tanya Herra pada dirinya sendiri.


ya, ciuman dari Narendra adalah yang pertama bagi Herra. rasa malu terus muncul hingga Herra menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


.


.


sementara Narendra dirumah juga belum tertidur, Ia terus teringat tingkah polos Herra yang selalu malu dan menyembunyikan wajahnya. sunggingan senyum Tertarik dari sisi sudut bibir Narendra saat mengingat semua tentang Herra, seolah sakit hatinya sudah mulai tertutup dengan bayangan wajah Herra.


Tersadar dari lamunannya, Narendra menggelengkan kepalanya pelan.


" apa-apaan aku ini.. kenapa memikirkan Herra ?? ya ampun..otakku mungkin sudah rusak.."gumam Narendra yang segera membenarkan posisi tidurnya lalu memejamkan mata.


.


.


Sinar mentari sudah menampakkan diri menyinari seluruh dunia. cerah secerah wajah ibu 4 anak yang sekarang tengah duduk dimeja makan bersama suami dan putra-putranya.


" Naren kau pulang jam berapa semalam ??" tanya Revandra.


" tidak tau. pulang langsung tidur."jawab Narendra singkat. seraya menikmati sandwick buatan sang mama.

__ADS_1


" kak, weding organisernya meminta bertemu denganmu, katanya mau menanyakan tema untuk resepsi" ucap Dirya.


" kau saja yang pergi. aku harus kebutik mengantar Herra fitting baju."jawab Narendra.


" kau tidak fitting sayang ??" tanya Nada sang mama.


" iya ma. tapi kan desain mama semua pas ditubuhku, tinggal Herra nanti bagaimana. kalau aku kan tinggal pilih saja."balas Narendra.


Nada mengangguk setuju. " maaf ya, mama dilarang papa ikut mempersiapkan semuanya.."


" mama memang harus istirahat. mama harus sehat karna aku akan menikah." terang Narendra.


" pasti sayang.. Dirya draka.. bantu kakak kalian ya," pinta Nada pada putra kembarnya.


" mama tenang saja. kami pasti membantu. jika tidak kakak tidak akan memberi kami banyak uang lagi.." canda Dirya. hingga menimbulkan gelak tawa disana


Narendra hanya geleng-geleng kepala. "kalian ternyata tidak mau rugi ya ??"


" Pak tua. apa kau tidak menggaji dua anak kembarmu ini ?? bahkan setiap bulan dia meminta jatah padaku !!?" Narendra melayangkan pertanyaan kepada sang papa.


" jaga ucapanmu anak nakal !! sembarangan saja !!" balas Revandra.


" hey kalian berdua !! jangan membuatku malu ya ??!! bahkan posisi kalian sudah tinggi diperusahaan !!" Revandra menunjuk dua putranya yang duduk berjajar.


" Papa jangan emosi dong.. uang papa ya uang papa, uang kak Naren ya punya kak Naren, makanya keduanya harus kita minta. iya kan Draka ??!"Dirya mengangkat tangannya dan disambut oleh Draka keduanya bertos ria dengan senang.


" cih.. anak siapa kalian ini.. mata duitan.." gerutu Revandra.


" papa..." Nada bersuara.


" Baiklah. aku berangkat." Narendra segera bangkit dan tak lupa mencium tangan kedua orangtuanya.

__ADS_1


" kami juga. Papa tidak kekantor ??" tanya Draka dan Dirya yang juga mencium tangan Nada dan Revandra.


" papa dirumah dulu menjaga mama. handle semuanya." perintah sang papa.


" baiklah. jaga mama dengan baik ya pa.." goda Dirya sambil memgedipkan salah satu matanya.


" anak kurang ajar !!" Omel Revandra.


Dirya dan draka melenggang pergi mengekor dibelakang Narendra yang terlebih dulu keluar.


" Aku tidak percaya anak-anakku sudah sebesar itu.." ucap Nada yang terus menatap kepergian ketiga putranya.


Revandra merengkuh pundak Nada. "sudah waktunya sayang.."


" bahkan sebentar lagi Naren menikah. ya ampun.. kita bertambah tua pa.." tambah Nada.


" biarkan saja. yang penting aku tetap mencintaimu." ujar Revandra seraya mencium pipi Nada.


" sekarang minum.obatmu.." Revandra meraih kotak obat Nada dan mengambilkan obat untuk istrinya. tak lupa ia mengambil segelas air putih dan langsung menyerahkan kepada Nada.


" aku sudah sehat. kau boleh kekantor" ucap Nada setelah menerima obat dan air putih.


" tidak. aku akan menjagamu. tenang saja sayang. apa kau tidak percaya dengan putra kita ??!" balas Revandra.


Nada hanya tersenyum geli saat suaminya selalu mesra dan begitu hangat terhadap dirinya meski usia mereka sudah tidak muda lagi.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2