You Are Only Mine

You Are Only Mine
Merasa canggung


__ADS_3

bab 216


.


.


.


Sepanjang jalan Dayra terdiam begitupun dengan Andika. meski Dayra bisa merasa semua yang Andika katakan karna demi melindungi Dayra dari pria mata keranjang klien mereka, namun rasanya cukup aneh. kenapa harus alasan kekasih ?? kenapa bukan adik.??


" Dayra.. kita makan dulu sekalian ya ?? sudah waktunya makan siang." ucap Andika.


Dayra masih terus bergulat dengan fikirannya. Andika pun menoleh dan bisa melihat Dayra tengah melamun.


" apa yang kau fikirkan ??" Andika memegangi pundak Dayra guna menyadarkan gadis muda itu.


" eh !! maaf, maaf.. ada apa ??" tanya Dayra yang cukup terkejut


" kau melamun apa ??" tanya Andika.


Dayra kebingungan harus menjawab apa. "tidak ada. aku hanya berfikir, jika aku nanti mengelola perusahaan akan seperti apa klien ku ?? apa semua pria kaya mata keranjang seperti itu ??"


" kenapa kau berfikir begitu ??" tanya Andika.


" tidak..em..hanya saja,.. ah sudahlah !! cepatlah cari tempat yang nyaman untuk aku makan. perutku lapar sekali..!!" ucap Dayra mengalihkan topik.


Andika terkekeh mendengar ucapan Dayra yang begitu lucu jika dilihat. ia pun segera menepikan mobil disisi warung kaki lima.


" kau masih ingat tempat ini ??" tanya Andika.

__ADS_1


Dayra mulai meneliti dan seketika senyumnya terbit. "kakak masih mengingatnya ??!!"


" tentu saja. sejak kecil kau kan suka sekali dengan Bakmi ayam."balas Andika yang segera turun dari mobil.


Dayra pun dengan semangat turun dari mobil mengekor pada Andika.


senyum sumringah begitu terlihat diwajah Dayra, apa lagi saat pertama kali bertemu Andika dan makan disana, hingga keakraban mereka terjalin layaknya kakak dan adik.


" ayo kak !!" Dayra menarik lengan andika dengan semangat untuk masuk.


" bang, bakmi ayam dua ya..!! yang satu tidak pakai sayur."teriak Dayra memesan makanan.


" suaramu itu dikecilkan Dayra.." tegur Andika.


Penjual Bakmi itu menoleh dan bisa melihat dayra dan Andika.


" Neng Dayday, abang an ya ??" tegur Penjuak Bakmi yang penglihatannya mulai faham siapa pelanggan yang baru tiba.


Andika tersenyum bahagia. nostalgia yang mereka lakukan begitu menghibur dirinya hingga tanpa sadar, perlahan Andika mulai melupakan Candrika yang membelenggu otaknya selama ini.


" wah..neng dayday sama bang An ini pasangan yang setia sekali ya.. dari neng Dayday SMA sampai sekarang masih bersama terus." ucap penjual Seraya meracik bakmi.


Andika dan dayra saling tatap saat mendengatr ucapan penjual bakmi itu. Andika pun melayangkan senyum tipisnya.


" doa bang bakmi terkabul juga akhirnya.." ucap Andika.


wajah dayra berubah memerah saat mendengar ucapan Andika.


.

__ADS_1


.


Herra terus bersandar didada Narendra. kebahagiaan yang sebenarnya tengah mereka rasakan. tangan Narendra juga mengusap perut Herra dengan lembut.


" kenapa dia belum bergerak ya ??" tanya Narendra.


" kakak jangan aneh-aneh.. dia baru berapa minggu usianya."balas Herra.


emmuach !!


Narendra menghujani pucuk kepala Herra dengan kecupan mesranya. Dan Herra pun menikmati dekapan hangat dari pria yang amat dicintainya. didalam kamar dipesawat pribadi sang mertua, Herra merasakan rasanya menjadi nyonya yang sesungguhnya.


" kenapa papa mertua baik sekali padaku ya ?? kembar saja yang mau jalan-jalan honeymoon disuruh naik pesawat umum, kenapa padaku papa memperbolehkannya ?? aku merasa papa seperti malaikat tanpa sayap didunia. semoga papa panjang umur selalu.." ujar Herra yang mengganggumi mertuanya. kebaikan dan kebijakan dalam menyelesaikan masalah dan menyikapi situasi begitu sangat patut dibanggakan.


" jangan memikirkan pria tua itu !! kau tidak lihat aku disini ??!!" protes Narendra.


" memangnya kenapa ?? aku kan bicara fakta ??" balas herra.


" dia sudah punya istri sayang !! dan istrinya mama.mertuamu jadi berhenti mengangguminya " terang Narendra.


Herra melongo dengan ucapan suaminya. "kau ini sakit atau bagaimana ??" Herra meletakkan punggung tangannya dikening Narendra.


" bahkan kepalamu tidak panas, kenapa omonganmu melantur sekali ??!!" Tambah Herra.


" melantur ?? tentu saja tidak ??!! aku tidak suka kau membicarakan pria tua itu. menyebalkan !!" omel Narendra.


Herra pun menggelengkan kepalanya, suaminya sangatlah posesif terhadapnya. namun hal itu cukup membuat Herra amat bahagia.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2