
bab 164
.
.
.
Senyum kini tak pernah luntur dari wajah Narendra. apalagi saat dokter telah mengatakan jika banyak sekali perubahan pada istrinya. Keajaiban yang sebenarnya telah diturunkan sang pencipta,melalui perantara dokter ahli dari luar negeri itu.
" kenapa kakak senyum-senyum terus ??" tanya Herra saat Narendra tak henti-hentinya mengembangkan senyum.
" aku sangat bahagia. akhirnya kau kembali sehat sayang..ini bagaikan mimpi." ucap Narendra dan kembali lalu kembali Narendra menghujani wajah Herra dengan kecupan mesra.
" aku juga tidak menyangka kak. bahkan cara kerja obatnya terbilang cepat sekali..dokter itu benar-benar hebat.."balas Herra.
Narendra mengangguk setuju.
" sayang ada yang mau aku tunjukkan padamu.." Narendra teringat sesuatu dan mengambil sesuatu dari dompetnya.
herra pun dengan senang hati menunggu.
nampak sebuah foto USG terlihat hingga menimbulkan rasa penasaran Herra. "itu hasil USG siapa kak ??"
Narendra pun menyodorkan foto USG itu dengan penuh semangat.
ragu-ragu Herra menerimanya. ia pun mulai melihat gambar disana. nampak sebuah sesuatu seperti kacang dan ada dua disana.
__ADS_1
" kakak ini milik siapa ?? kenapa janinnya kembar ??!! apa jangan-jangan ??" tanya Herra yang tak bisa menahan keingintauannya.
" sayang..jangan berfikir aneh-aneh..ini gambar USGmu, dan yang kau lihat itu adalah calon bayi kita..kau sangat beruntung, karna kita akan mendapatkan dua sekaligus." terang Narendra penuh semangat.
Seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar, Herra menatap kembali foto USG itu dengan seksama.
rasa bahagia merambah didalam hati Herra. "masya Allah..terima kasih.. kau memberikan anugerah yang sangat berharga dalam kehidupan kami... terima kasih ya Allah.. doaku benar-benar kau kabulkan.." Ucap syukur Herra.
" semua karna ketulusan hatimu sayang.. disaat semua orang menyarankan agar kau merelakan janin kita, kau tetap berusaha mempertahankannya.."balas Narendra.
" kau juga ikut andil disini..jika aku tidak memiliki kakak, aku tidak mungkin sekuat kemarin." ucap Herra dengan mata berkaca-kaca.
" hey.. kenapa malah ada air mata ?? kita kini sudah melewati semua masa sulit kita sayang.." Narendra buru-buru mengusap air mata Herra yang hendak meluncur.
Herra langsung memeluk suaminya dengan erat. " ini tangisan bahagia kak..aku bahagia sekali.."
.
.
.
Beberapa kali mobil Dirya memutari jalanan dimana biasanya Qiara lewat ataupun biasanya Qiara berada.
bahkan Mini market yang juga biasa dikunjungi Qiara tak luput dari pencarian Dirya.
namun nyatanya dimana pun itu Dirya tak menemukan wajah Qiara.
__ADS_1
" kau kemana Qiara ??!!! kenapa kau pergi tanpa memberitauku !!!?" gumam Dirya.
Mengingat semuanya, Dirya memilih kembali keapartemen. setidaknya ia ingin mencaritau penyebab perginya Qiara.
Sepanjang lorong masuk diApartemen, Dirya tak mengindahkan sapaan dari para pegawai apartemen. ia buru-buru membuka kamar apartemennya yang ditempati qiara.
Saat didalam Tak ada apapun yang mencurigakan. semua nampak rapi seperti biasa. karna Qiara memang sangaah rajin.
Dirya membuka lemari baju dan ternyata kosong. hal itu diyakini Dirya jika Qiara pergi sungguhan
Saat hendak.keluar, Netra Dirya melihat sebuah kertas terlipat diatas meja rias.
Segera pula Dirya membukanya. Dada dirya terasa sesak saat membaca kata yang ditulis Qiara.
***tuan Dirya.
Terima kasih karna selama ini anda sangatlah baik terhadap saya. bahkan anda rela berkelahi dengan suami saya hanya demi melindungi saya. jujur saya merasa tidak enak karna pergi tanpa berpamitan dengan anda. tapi saya rasa ini lah yang terbaik untuk anda dan juga saya. Orang akan menuduh yang bukan-bukan jika kita terlalu sering bersama. dan juga, suami saya tidak akan membiarkan anda hidup tenang, saya tidak mau anda sampai terluka atau apapun itu, doa saya.. saya ingin selalu melihat tuan bahagia dan hidup dengan tenang.
Qiara***..
" apa-apaan dia ?? tidak mau aku terluka ?? menginginkan aku bahagia ??!! bagaimana cara berfikir wanita itu !!!?? apa dia lupa jika kebahagiaanku hanya ada padanya !!!" omel Dirya seorang diri didalam kamar itu.
.
.
.
__ADS_1