You Are Only Mine

You Are Only Mine
malam.yang indah


__ADS_3

bab 196


.


.


.


Herra menutup seluruh tubuhnya dengan Selimut tebal, semua gagal tak sesuai harapan, bahkan Narendra malah mengatakan jika Herra seperti wanita penggoda, sontak Kemarahan Herra semakin memuncak hingga keubun-ubun. karna marah, Herra akhirnya memilih menutup dirinya dengan selimut tanpa mau menatap suaminya.


Narendra yang selesai berganti pakaian menatap Herra yang terbalut selimut dan membelakanginya.


Perlahan Narendra duduk ditepi ranjang. "masih marah ??" tanya Narendra.


Hening, Herra tak mau bicara.


"maaf ya, bukan maksud aku mengataimu. tapi baju itu sangat tidak cocok denganmu.." tutur Narendra memberi penjelasan.


Meski bisa mendengar Herra masih betah diam. wajah Cemberutnya bahkan tak bisa dikondisikan lagi.


Narendra membaringkan tubuhnya dan berinisiatif memeluk Herra dari belakang. seketika Herra langsung berontak tak mau.

__ADS_1


" lepaskan !!! kakak bilang aku seperti wanita penggoda kan ??!!"


Narendra menyunggingkan senyum saat bisa melihat wajah cemberut Herra.


" maaf, aku tadi hanya kelepasan saja.." balas Narendra.


" kakak jahat !! aku kan hanya mau menyenangkan kakak, !!" protes Herra yang malah menangis.


Sontak hal itu membuat Narendra langsung sigap membalikkan tubuh Herra. Narendra paling tidak bisa melihat istri tercintanya menangis.


" hey.. kenapa menangis.."Narendra menahan tubuh Herra yang menolak menghadap dirinya.


" hiks..hiks..hiks.. kakak jahat..!!" balas Herra dalam tangisannya.


meksi berusaha ingin menolak, tapi nyatanya dalam hati Herra tak mungkin bisa, Hingga Herra hanya bisa pasrah dan menumpahkan tangisannya rdalam dekapan Narendra.


Setelah dirasa tangisan Herra mulai Reda, Narendra membuka pelukannya tak lupa ia mencium pucuk kepala Herra penuh mesra.


" dengarkan aku..aku senang kau berinisiatif seperti ini, tapi tidak perlu menggunakan pakaian jaring begini..sayang, aku memang seorang pria normal, tapi aku berbeda dengan pria diluar sana yang menyukai wanita berpakaian seperti ini..aku menyukai dan mencintaimu karna kesederhanaan dan dirimu yang apa adanya, bukan karna tubuh atau nafsu belaka.. " tutur Narendra berusaha membuat Herra mengerti.


" Aku kan hanya mengikuti kata wanita yang aku temui diToko diMall tadi, dan saat aku mencari tau digogle, 95% pria menyukai wanita yang seperti ini.."balas Herra dengan jujur.

__ADS_1


" aku pengecualiannya sayang.."tambah Narendra yang kembali menghujani Herra dengan kecupan mesra dikeningnya.


lalu berpindah kepipi, hidung dan kemudian pindah kebibir mungil Herra.


" lagian aku lebih suka kau yang tidak memakai apapun, dari pada harus terhalang samar-samar begini.." bisik Narendra ditelinga Herra. hal itu membuat wajah Herra bersemu merah.


Senyum terbit di keduanya, hingga Narendra kembali menyambar bibir Herra dengan perlahan, awal yang penuh kehangatan, lama-kelamaan berubah panas, beradu dengan deru nafas yang tak beraturan, dalam hasrat yang telah menggebu karna tertahan beberapa bulan lamanya.


Sentuhan-sentuhan yang diberikan Narendra, benar-benar mengguggah gejolak pada diri Herra, Hingga tanpa sadar bibir mungil Herra mengeluarkan suara indah yang malah menambah hasrat pada diri Narendra.


dan Entah sejak kapan dua anak manusia itu sudah tak terhalang sehelai benangpun, dalam pa ngu tan yang tak terlepas. tangan Narendra yang sudah lama tak menyentuh benda kesukaannya, terus bermain ria ditempat semestinya.


De sa han yang lama tak terdengar kini mulai bersahutan dari keduanya.


Hingga saat penyatuan yang membuat jerit kecil dari bibir mungil Herra kala Kenikmatan berhasil kembali mereka rasakan.


Bermandi peluh dengan guncangan yang memabukkan terus dilakukan Narendra saat benih-benih suci ia kembali semaikan ditempat yang semestinya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2