
bab 20
.
.
Revandra selalu setia disisi Nada yang masih memejamkan mata.
Narendra masih setia diluar, Zakia yang akan masuk duduk disisi adiknya.
Meski selalu keras dan merasa kesal, Zakia begitu menyayangi Narendra. mengingat bagaimana dulu sang mama melahirkan adiknya satu itu.
" Kau tidak mau masuk ??" tanya Zakia.
" aku malu menemui mama kak.." balas Narendra lirih.
" dimana kesombongan yang selalu kau banggakan ?? sekarang kau sudah tau, semua terserah padamu. ayo masuk.." ajak Zakia.
Narendra hanya bisa pasrah. baru mereka akan masuk Joy dan Herra menghampiri mereka.
" Kalian kesini ??" tanya Zakia
" kami ingin menjenguk nyonya Nada Non." balas Joy.
" Joy, panggil aku seperti biasa saja. ayo kita masuk.." ajak Zakia.
Joy hanya mengangguk pelan masih dengan menundukkan kepalanya.
mereka kemudian bersamaan masuk keruang rawat Nada.
Bersamaan dengan semua yang masuk kedalam kamar rawat, Nada membuka mata.
__ADS_1
Revandra langsung bangkit dari tempat duduk " sayang, kau sudah bangun..mau minum ?? apa ada yang sakit ??" tanya Revandra begitu antusias.
Nada hanya menggeleng. "mana Naren Zakia dan sikembar ??" tanya Nada dengan suara lemah.
" kami disini ma.." suara Zakia terdengar.bersamaan dengan Narendra, joy dan Herra.
" kembar sedang mitting tadi. nanti jika sudah selesai pasti segera kesini." tambah Revandra.
" syukurlah, kalian jangan bertengkar lagi ya.. mama sedih nanti." ucap Nada lagi.
" maaf ma, Zakia tadi terlalu emosi." balas Zakia.
" Naren juga minta maaf ma, seharusnya Naren lebih mengerti."tambah Narendra.
" melihat kalian akur mama bisa tenang sekarang." kata Nada.
Revandra tak melepas genggaman tangan dari istrinya.
" Nyonya sudah lebih baik ??" tanya Herra.
" berapa kali aku bilang panggil mama saja Herra.." jawab Nada.
Herra menundukkan wajahnya menutupi wajahnya yang bersemu merah.
" Narendra akan berusaha menuruti keinginan mama.." ucap Narendra.
" jangan dipaksa sayang jika kau memang belum siap. lagian kau bilang kan Herra masih mau melanjutkan setudynya. mama tidak akan memaksamu, melihat kau berpisah dengan wanita itu mama sudah Lega." terang Nada.
" ma..jangan membuat Naren semakin merasa tak berguna.." timpal Narendra.
" iya ma. kami akan segera menikah secepatnya."tambah Herra dengan suara jelas. semua mata langsung terfokus pada Herra. begitupun dengan Narendra. bahkan tadi pagi, Herra dan Joy tidak memberi jawaban apa-apa.
__ADS_1
" apa yang kau katakan Nak ?? jangan membuat kau melakukannya dengan terpaksa."balas Revandra.
" tidak tuan. saya sudah memikirkannya. tadi pagi, Tuan Narendra sudah mengatakan jika akan menikahi saya, setelah saya berunding dengan kak joy saya rasa itu jalan yang terbaik untuk hubungan kami." terang Herra, jujur, dalam hatinya bergemuruh tak karuan, namun demi membantu bos kakaknya, Herra harus nampak biasa.
"kau yakin dengan kau katakan ??" tanya Zakia memastikan.
" iya Nona. saya sangat yakin. Tuan Narendra melamar saya tadi pagi."balas Herra.
" jika kau memang kekasihnya Naren panggil aku kakak saja. !!" protes Zakia.
Herra tersneyum dan menunduk sesekali. "iya..k..ka..k."
" syukurlah, aku lega mendengarnya.."ujar Nada.
Narendra tersadar dari lamunannya karna begitu terkejut dengan respon Herra. bahkan joy diam dan mengiyakan semua perkataan Herra barusan. jika saja Mamanya sedang dirumah dan baik-baik saja. sudah tentu Narendra akan menyeret adik kakak itu guna menanyakan alasan mereka menerima ucapannya pagi tadi.
.
.
.
.
Ritual malam sebelum tidur.. ππini emang masih garing ya, tunggu nanti ada saatnya Bang Narendra bucin akut,
Votenya jangan lupa kakak Reader ku, bagi yang berkenanπππ
dukungan kalian semangat buat aku πππ
.
__ADS_1
.