
bab 32
.
.
.
Herra mengeliat saat tubuhnya diletakkan diatas ranjang oleh Narendra. perlahan Narendra menempatkan selimut untuk menutupi tubuh Mungil Herra.
selesai Narendra segera keluar dari kamar Herra dirumah Zakia.
" dia terlihat lelah ?? kau apakan dia ??" tanya Zakia penuh selidik.
" apa maksud kakak ??" tanya Narendra balik. ia kemudian duduk dan merampas jus ditangan sang kakak.
" hey !! lancang ?!" protes Zakia.
Tak peduli, Narendra langsung meneguk jus itu hingga tandas.
" aahh.. ini segar sekali kak.." ujar Narendra.
"kau habiskan ?? ya ampun.. kau ini habis maraton atau bagaimana ??"protes Zakia dengan wajah kesalnya.
" hanya menahan sesuatu."jawab Narendra dengan cepat.
alis Zakia bertaut, matanya memicing meneliti tubuh adiknya dari atas hingga bawah.
Narendra yang sadar tengah diperhatikan ikut memicingkan matanya.
" kenapa kakak menatapku seperti itu ??" tanya Narendra.
"hanya memastikan saja. jangan-jangan kau gunakan kesempatan saat Herra tertidur dimobilmu !!" balas Zakia
" kakak ini kenapa selalu mencurgaiku sih ??!! menyentuhnya saja baru tadi karna dia tidur, bisa-bisanya berkata seperti itu !!" timpal Narendra seraya menikmati snack makanan ringan dimeja.
Zakia melayangkan tatapan tajamnya. "aku hanya teringat, kau pernah dekat dengan wanita seksi itu. aku tidak menjamin jika kalian tidak melakukan apa-apa, !!"
"jangan bahas dia !!" balas Narendra.
" dia disini kan ??" ujar Zakia.
uhukk !!
uhukk !!!
__ADS_1
Zakia menepuk tengkuk leher belakang Narendra.
" usia saja yang tua !! makan bisa tersedak !!" gerutu zakia Yang kemudian menuang air putih dan langsung diberikan pada Narendra.
"minumlah dulu !!"
Narendra langsung menerimanya dan meneguk air dalam gelas hingga tandas.
" kenapa kau terkejut ?? merindukan dia ??!" tuduh Zakia.
" kakak tau dari mana dia disini ??" Narendra bertanya balik.
"jadi kau sudah tau dia datang kejakarta ??!!" pekik Zakia
" oh.. jangan-jangan dia kesini bersama kau kemarin ya ?? dan apa ini ?? kau akan menikah dengan Herra tapi dia malah kau ajak ?? kau mau menyakiti gadis polos ini??!!!" bentak Zakia berapi-api.
" Kakak hentikan menuduhku !! aku juga tidak tau kenapa dia kemari !!!? bahkan kami sudah putus sebelum aku pulang kemarin !!" timpal Narendra dengan penuh frustasi.
" ingat satu hal ya Naren. jika kau berani menyakiti Herra, kakak akan menggantungmu ditiang rumah ini !!" anncam Zakia.
" kak, yang adikmu itu aku. bagaimana bisa kau menggantung adikmu sendiri !!?" balas Narendra.
" makanya ingat saja kata-kata kakak !! Herra sudah menolongmu, setidaknya hargai pengorbanan dia !!" ujar Zakia seraya bangkit dan meninggalkan Narendra.
Narendra hanya mendegus kesal. namun saat teringat ucapan sang kakak, Narendra begitu tercengang.
" orang itu kenapa selalu tau semuanya sih !!" gerutu Narendra yang juga segera pergi dari rumah sang kakak.
.
.
Joy sudah mendarat dijakarta. ia sudah kembali setelah menyelesaikan semua pekerjaan bosnya yang harus mengambil cuti tak terbatas.
Dengan dijemput anak buahnya, Joy menuju rumah Zakia dimana Adiknya berada. namun ditengah jalan, Joy melihat sesuatu yang membuatnya harus berhenti sebentar.
Sementara Candrika seorang dokter penyakit dalam yang berkendara mobil sendiri harus menghentikan mobilnya saat ia merasakan sesuatu terjadi pada mobilnya itu.
Candrika segera turun dan melihat meneliti mobilnya.
" ya ampun.. kenapa harus bocor sih !! mana jauh lagi dari bengkel !!" gerutu Candrika seraya menatap kesekeliling dimana ia berada.
tak mau menunggu lama, Candrika segera mencari ponselnya hendak menghubungi seseorang. namun entah mengapa beberapa panggilannya tidak ada jawaban.
Hingga tanpa sadar, Candrika sudah dikepung 3 pria yang berperawakan preman dengan senyum nakal.menatap Candrika.
__ADS_1
Terkejut bukan main, saat Candrika memutar tubuhnya hingga ponselnya terjatuh.
" ahh !! siapa kalian ??!!" pekik Candrika.
" mau kami tolong ?? kami.bisa mengganti ban mobilmu, asal kau mau menemani kami.." goda salah satu pria.
" jangan sembarangan ya ??!! pergi sana !! aku akan berteriak jika kalian terus mendekat !!!" ancam Candrika.
" uhuuu.. takut, ha..ha..ha..ha.." tawa ketiga pria itu pecah begitu saja.
" cepat tangkap dia ,!!" perintah salah satu pria
Candrika hendak memutar tubuh dan berlari, namun tubuhnya sudah didekap pria yang menghadangnya.
" lepaskan...!! tolong !! tolong !!!" berontak Candrika.
" bawa dia !!" Kembali salah satu pria memerintah.
Candrika hendak diangkat, namun sebuah timah panas tiba-tiba melayang dan mengenai lengan pria yang mendekap Candrika.
dorr !!
" aakjhhh !!!"
Dekapan pria itu terlepas, karna rasa sakit akibat kulitnya tertembus timah panas.
Candrika segera menyingkir karna ketakutan.
" sialan siapa yang mengganggu kita ??!!" teriak Salah satu pria itu. seraya mencari sumber timah panas itu berasal. nampak Joy.berdiri dengan pistol masih bertengger ditangannya.
" Dasar sampah !!" umpat Joy.
"dia bawa pistol bos !!" bisik salah satu pria dengan rekannya.
" sialan mereka anggota mafia besar. lihat saja jaket sopir itu !!" balas pria yang disebut bos, saat melihat sopir Joy keluar dengan setelan jaket bergambar huruf RR. tanda yang begitu terkenal.selama ini.
" lalu bagaimana ??"
" ayo pergi !!!" kedua pria itu pergi begitu saja meninggalkan salah satu temannya yang sudah sekarat akibat tembakan dari joy.
Candrika keheranan saat para pria yang menghadangnya pergi begitu saja hanya melihat seorang pria berjas hitam mengarahkan pistol.
.
.
__ADS_1
.