You Are Only Mine

You Are Only Mine
Makin dekat dengan bahagia


__ADS_3

bab 63


.


.


.


Dirumah sakit, Candrika benar-benar dibuat pusing dengan fikiran serta otaknya. beberapa hari ini ia bahkan tidak fokus bekerja, semua karna rasa malunya terhadap Joy yang sudah memutuskan urat syarafnya, Bayang-bayang dimana ia menuduh Joy melecehkannya terus terngiang seakan tak mau hilang, meski sejak kejadian itu mereka tidak pernah bertemu kembali, entah mengapa, Otak Candrika sulit sekali melupakannya.


" ya ampun.. aku benar-benar sudah gila !! mana mungkin aku memikirkan pria es itu !!!" Candrika mengusap kasar wajahnya.


" dia ikut Naren kan ?? berarti dia diBali, lalu bagaimana aku minta maaf padanya ??!" candrika berbicara sendiri.


Lelah memutar otak, Candrika meletakkan kepalanya dimeja kerjanya. menghembuskan nafasnya dengan kasar.


.


.


Herra membantu pelayan menyiapkan makan malam, candaan sudah terdengar disana, sebab Herra begitu senang dan langsung akrab dengan para pelayan, begitupun dengan para pelayan, mereka cukup senang dan menyukai Herra yang tidak pernah menyombongkan dirinya. mereka berdua berfikir awalnya akan mendapat nyonya yang angkuh dan penuh dengan kemewahan, ternyata dugaan mereka sangatlah salah.


" nona. sebaiknya memanggil tuan saja. biar kami yang bereskan yang lain." usul Rima kepala pelayan.


" baiklah. aku akan memanggilnya." Balas Herra yang setuju dan langsung melangkah menuju tangga dan menaikinya.


.


.

__ADS_1


Tujuan Herra adalah ruang kerja Narendra. iya, sejak sore Narendra sudah berkutat dengan laptop diruang kerja, mengerjakkan semua yang tertunda karna pernikahan mereka yang mendadak.


Diruang kerja, Narendra begitu fokus pada layar monitor dengan jemari yang lincah menari dipapan keyboard


serta Kacamata yang setia bertengger dimatanya, terus tanpa berhenti sedikitpun.


Ketukan pintu terdengar dan langsung terbuka,


" boleh Herra masuk ??" sapa Herra sambil


menampakkan senyum manis Herra yang masuk bersama sang pemiliknya.


Senyum Herra langsung dibalas Narendra. ia langsung menghentika aktivitasnya.


" kakak belum selesai ??" tanya Herra


" sudah. ada apa ?? kau perlu sesuatu ??" balas Narendra seraya membuka kaca matanya.


Narendra terkekeh dan segera berdiri dari duduknya.


" waktunya makan malam kak. sejak sore kakak tidak keluar dari sini.."ucap Herra.


" maaf, banyak sekali pekerjaanku. baiklah ayo makan ." Narendra mennarik lengan Herra lalu segera keluar dari ruang kerjanya.


.


.


Makan malam.berlangsung cukup hangat. Narendra sangat bahagia, ternyata pilihannya memang tidaklah salah. Herra amat perhatian dengan telaten menyiapkan semua kebutuhan Narendra, dari makan hingga semuanya.

__ADS_1


Herra membereskan meja makan dengan sigap saat makan malam mereka sudah usai.


" Istirahatlah. biar bik Rima yang membereskan." ujar Narendra.


" kakak yang harus istirahat. kakak kan yang bekerja sejak sore." timpal Herra.


" baiklah.." Narendra segera berdiri.


Lalu mendekati Herra yang tengah sibuk memberekan meja. saat Herra lengah Narendra langsung menggendong herra dengan seketika.


" ahh !! kak Naren !!" pekik Herra saat merasakan tubuhnya melayang diudara


" aku hanya mau istirahat saat ada kau disampingku " balas Narendra dengan suara jelas.


Kembali wajah Herra bersemu.merah, ia langsung menyembunyikan wajahnya didada Narendra.


" tapi kak..-"


" aku tau. aku tidak akan melakukan apapun. hanya ingin kau temani saja.!!" timpal Narendra.


Herra menyeringai tipis lalu kembali.bersembunyi didada Narendra yang amat bidang dan Herra bisa merasakan otot tubuh yang begitu kuat.


Narendra meletakkan Tubuh Herra diranjang dengan perlahan.


mata mereka pun saling beradu dengan begitu kuat. hingga Narendra dekat dan mendekat lagi, lalu menyatukan bibir mereka begitu sajam ciuman semakin diperdalam.Narendra dan Herra senantiasa menerima ciuman itu dengan begitu kaku.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2