You Are Only Mine

You Are Only Mine
berhasil


__ADS_3

bab 209


.


.


.


Dirya mengecup kening Qiara yang terlelap akibat kelelahan dengan permainan dirya. Dirya pun memilih membersihkan diri. selesai membersihkan diri, Dirya membenahi selimut Qiara dan memilih keluar dari kamar.


Tak sengaja dilorong ia bertemu kembarannya yang juga keluar dari kamarnya.


"kau ?? mau kemana ??" tanya Draka. saat melihat kembarannya.


" kau sendiri ??" tanya Dirya balik.


Draka mendegus dan memilih melangkahkan kakinya menuju balkon diarea lorong yang sengaja didesain agar lorong terlihat terang dari kaca besar dibalkon itu.


" Kau gagal ya ??" tebak Dirya.


"sembarangan !! kau sendiri mungkin !!" balas Draka.


" eh.. tentu saja tidak, aku malah mendapat kejutan berharga.." ucap Dirya.


" kejutan ?? dari Qiara ??" tanya Draka seolah tak percaya.


" iya. kau tau, ternyata Qiara masih tersegel, ini benar-benar membuatku semakin bahagia." pamer Dirya.


" bukannya dia pernah menikah ?? berarti dia janda kembang dong ??" Balas Draka.


Dirya mengangguk setuju. "iya. sibrengsek Torik ternyata belum menyentuhnya."


" bukannya kau bilang akan menerima semua keadaan dia ??!! tapi kenapa kau girang sekali kali ini..??!?" kata Draka.


" ini bonus Draka. untuk semua keadaan Qiara, aku sangat menerimanya."balas Dirya. "kau bagaimana ?? sukses tidak ??" tanya Dirya.


"tentu saja sukses, aku berhasil masuk gol dengan baik. bahkan Hasna memuji milikku."gantian draka yang pamer.

__ADS_1


" memuji ??memuji bagaimana ??" tanya Dirya.


Draka menyunggingkan senyum dan membisikkan sesuatu pada dirya.


" ya ampun.. sampai seperti itu ??" ucap Dirya.


Draka mengangguk penuh kepuasan. keduanya bertos ria seakan berhasil memenangkan tendder besar.


tanpa sengaja Narendra melintasi mereka dengan membawa paper bag entah apa isinya.


Draka dan dirya pun bisa melihat kakaknya yang menggunakan setelan piyama berjalan tergesa-gesa.


" kakak !!" panggil Dirya.


Narendra sontak menoleh kesamping dan ia cukup terkejut saat melihat dua adiknya duduk santai disana.


" sedang apa kalian ??" tanya Narendra sembari menatap dua adiknya bergantian.


"kakak tidak lihat, kami sedang ngobrol." balas Draka.


" malam pertama kalian gunakan untuk mengobrol ??!! Kalian pria macam apa ?? apa jangan-jangan kalian gagal melakukan malam pertama ya ??" ejek Narendra.


" bahkan kami sudah menanam.bibit unggul.beberapa kali." tambah Draka.


Narendra mencebikkan bibirnya. "baru bisa membobol saja sudah pamer. !!" gerutu Narendra.


" biarkan saja. sekarang kakak tidak akan mengejek kita lagi Draka.." ucao Dirya pada kembarannya dan Draka pun segera mengangguk membenarkan.


" apa yang kau bawa kak ??" tanya Draka saat menyadari sejak tadi sang kakak hendak pergi menghindar.


Narendra melirik paper bag yang ia bawa lalu segera menyembunyikannya dibelakang tubuhnya.


" Inilah akibatnya, jika kau terlalu banyak menanam bibir unggul." balas Narendra yang langsung meninggalkan dua saudaranya.


Draka dan Dirya saling tatap seakan belum mengerti maksud sang kakak.


" maksud kak Naren apa ??" tanya Draka.

__ADS_1


" mana aku tau ?? dia sejak dulu tidak berubah, selalu memberi teka teki." balas dirya dengan kesal.


" sudahlah, ayo masuk. kasihan istri-istri kita." ajak Draka.


" kau benar. ayo.." Dirya membalas dan kemudian mereka berdua menuju kamar masing-masing.


.


.


Narendra segera masuk kedalam kamar dimana istrinya berada.


sedikit membuang nafas dengan kasar membuat Herra yang sejak tadi menunggu suaminya menoleh.


" kakak.." Herra berlari kecil dan langsung memeluk Narendra. sontak Narendra pun reflek mendekao tubuh Herra.


" dapat kan ??" tanya Herra seraya melirik paper bag disalah satu tangab suaminya.


" tentu saja. apa sih yang tidak untukmu.." balas Narendra seraya menunjukkan paper bag itu.


Herra nampak girang bukan main, ia segera menerimanya dengan wajah bahagianya.


" terima kasih suamiku.. kau yang terbaik.." Ucap Herra dengan senyum bahagianya


" hanya terima kasih. ?? tidak ada yang lain ??" tawar Narendra.


cupp..


Herra mengecup pipi kanan Narendra. "untuk saat ini hadiahnya itu dulu ya ? Cand bilang kita dilarang melakukannya sering-sering."


Narendra hanya bisa pasrah. ia pun merangkul pundak Herra dan mengajak istrinya duduk.


sementara Herra dengan antusias membuka pesanannya yang sejak tadi mengganggu waktu tidurnya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2