You Are Only Mine

You Are Only Mine
Akan kembali


__ADS_3

bab 5


.


.


Dengan dikuasai emosi yang tinggi Narendra memyeret paksa Pria yang bersama Granda tanpa ampun. bahkan pria itu belum menggunakan apapun.


" lepaskan saya !!" berontak pria itu.


Narendra menghentikan langkahnya dan menatap penuh kebencian pada Pria yang bersama Granda. " kau mau kulepaskan ???"


buukk !!!


bukk !!!


pukulan dilayangkan Narendra diwajah pria paruh baya itu. aksi Narendra menjadi pusat perhatian semua orang.


" kami sama-sama mau melakukannya ??!!" protes pria itu seraya memegangi wajahnya.


Granda berlari dengan dress yang sudah ia kenakan. mendekat dimana Narendra melempar tubuh bugil pria yang bersamanya.


Sementara Joy diminta Narendra agar mencegah siapa saja yang berani ikut campur.


" Naren !! hentikan.. ayo kita bicara.." ujar granda seolah hanya dengan perkataannya saja Narendra akan percaya.


Naren berseringai saat melihat Granda mencekal dirinya


" hentikan ??" Narendra mendekati Granda. tatapan tajam Narendra membuat nafas Granda kembang kempis, Dengan kuat Naredra mencengkram lengan Granda hingga membuat granda meringis menahan sakit.


" aiisstt... sakit Naren..!!"

__ADS_1


" sakit ?? kau bilang tidak ada yang bisa menyentuhmu kecuali aku ?? sekarang kau berikan semaumu dengan bajingan busuk itu ??!! dasar murahan !!!" teriak Narendra dengan amarah yang meluap.


Granda memejamkan matanya. tatapan orang-orang benar-benar membuat malu dirinya.


" Joy !!! perintahkan anak buahmu untuk mengurus mereka berdua !!!" perintah Narendra pada asistennya.


"baik tuan !!" balas Joy yang sudah siap.


Granda memggeleng dengan memohon. "Naren..aku mohon dengarkan aku.."


Narendra menendang granda begitu saja dan pergi dari sana. sakit hati yang begitu dalam sungguh benar-benar terasa sesak jika.


" Naren..!! Narendra !!!!" panggil Granda penuh histeris.


Apa lagi saat anak buah joy menyeret mereka untuk dibawa. tidak tau akan diapakan.


Narendra tak bergeming sama sekali, ia terus melangkah dengan diikuti joy dibelakangnya dan keluar dari Hotel itu.


" baik tuan." Joy segers bergegas menuju kurai kemudi dan melesat pergi.


sepanjang perjalanan Hening tak ada suara dari Narendra maupun dari Joy. hanya sesekali joy melirik spion didepannya guna melihat keadaan sang bos yang dihianati tepat didepan matanya. Narendra hanya fokus menatap keluar jendela dengan tangan terus terkepal.


.


.


Plakk !!!


Tamparan keras dilayangkan Yusuf pada pipi Herra yang terus berteriak memberontak agar dilepaskan. Mata herra memerah saat bertatapan langsung dengan sang Ayah. bagaimana mungkin seorang Ayah yang seharusnya melindungi malah dengan sadar menyakiti dan hendak menjual putrinya sendiri.


" Jika kau tidak bisa diam, Ayah akan melukaimu anak nakal !!" bentak Yusuf.

__ADS_1


" bunuh saja aku yah !!! bunuh saja !!! aku juga menyesal memiliki ayah sepertimu !!!" balas Herra tak mau kalah.


" anak kurang ajar !!!" Yusuf hendak mengangkat tangan guna menampar Herra kembali. namun anak buahnya memberi laporan.


" Tuan. Tuan Kindal sudah diperjalanan dan akan tiba satu jam lagi."


" huh !! baiklah. persiapkan sambutan untuknya."perintah Yusuf


" siap tuan. permisi." anak buah yusuf segera berlalu.


sementara Yusuf berpaling menatap Herra yang masih menatap dirinya penuh benci.


" kau dengar kan, calon suamimu akan segera tiba. persiapkan dirimu !!"


" Cih !! lebih baik aku mati sekarang dari pada harus menikah seperti kemauan Ayah !!" Herra menjawab dengan lantangnya.


Yusuf yang geram mencengkram kedua pipi Herra dengan kuat. "aku heran, kenapa dua anakku semua meniru sifat ibunya.."


Herra meringis menahan sakit karna cengkraman dari sang Ayah.


" jaga bicaramu jika kau tidak mau terluka !!!" Yusuf membuang cengkramannya begitu saja dan segera melangkah keluar.


" Ayah jahat !!! ayah kejam !! Ayah Gila !!!!!" teriak Herra dengan air mata menetes dengan sendirinya, rasa takut, kecewa dan kawatir bercampur menjadi satu dalam hatinya.


" kakak.. cepatlah datang.. aku takut.." gumam Herra dalam sesenggukannya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2