
bab 92
.
.
.
Dirya dirawat diruang rawat kelas 1 yang memang sengaja diberikan Zakia agar keluarga leluasa saat menjenguk.
Draka setia duduk disisi kembarannya dengan wajah penuh kesedihan. sudah beberapa jam namun Dirya belum mau membuka matanya, kekawatiran terus saja menyelimuti hati Draka. rasa bersalah terus saja menghantui Draka.
Zakia yang sudah selesai dengan tugasnya segera keruangan adiknya itu.
" belum sadar juga ??" tanya Zakia saat sudah masuk didalam.
" belum kak.. apa memang seperti ini kalau terkena Vertigo ??" balas Draka dengan wajah memelas.
" iya. tekadang dia sudah sadar namun dia tidak bisa membuka matanya, sebab kalau mata terbuka sedikit saja rasanya semua berputar dan sangat sakit dikepala."terang Zakia menjelaskan.
" kasihan sekali dia.." ujar Draka lirih.
Zakia menempuk pelan pundak Draka mencoba menenangkan. "tenanglah, Asal dia beristirahat cukup dan menetralkan fikirannya, ia akan segera membaik."
Draka menggangguk pertanda mengerti.
Ketukan pintu membuyarkan rasa sedih keduanya.
masuklah seorang wanita berhijab berseragam perawat yang tersenyum ramah pada Zakia dan Draka. namun saat melihat Draka Qiara amat terkejut, "dia kan ??" batin Qiara. seraya memperhatikan Draka dengan seksama, bahkan nyaris tak berkedip. sementara Draka nampak biasa dan tak terlalu menanggapi keberadaan Qiara.
" suster Qiara..apa kabar ??" sapa Zakia yang mengenal perawat itu. Qiara terperajak dan berusaha biasa saja.
" baik dok.. maaf saya cuti terlalu lama." balas Qiara dengan penuh sopan.
" kau bicara apa..selama ini kau kan tidak pernah cuti. Candrika mengatakannya padaku.." goda Zakia.
__ADS_1
Qiara hanya tersipu malu seraya menunduk.
" kau mau memeriksa Adikku ??" tanya Zakia.
" iya dok. saya mau mengganti infusnya.." balas Qiara.
" silahkan. " Zakia mempersilahkan perawat qiara melakukan tugasnya.
Qiara melirik Draka sejenak lalu berjalan melewati Draka dengan sopan. " permisi tuan."
Draka hanya mengangguk pelan.
Qiara dibuat terkejut kembali saat melihat pasien yang terbaring dibrankar. bahkan Qiara nyaris menjatuhkan Nampan berisi alat-alat medisnya guna mengganti Infus.
"dia..dia..kenapa..mirip sekali ??!" batin qiara. yang kemudian melirik Draka yang berdiri tak jauh dari sana.
" mereka kembar suster Qiara.. saya tau kau pasti heran kan ??" Ucap Zakia yang sangat tau kebingungan Perawatnya.
Qiara tersenyum giguk, "maaf dok..saya tidak tau.."
" wajar saja. kami memang sangat mirip sekali. dia Dirya, dan saya draka." Draka mengenalkan diri.
"apa dia yang menolongku kemarin ?? kalau yang itu kenapa dia tidak mengenaliku ?? ah..Qiara lupakan.. kerjakan tugasmu saja !!" Qiara berdebat dengan fikirannya sendiri.
Setelah beberapa saat, Qiara sudah selesai.
" saya permisi dok.. tuan.." Qiara.berpamitan
Zakia dan Draka mengangguk bersamaan.
segera pula Qiara keluar dari ruangan itu.
Draka menatap Qiara yang sudah keluar dan menutup pintu.
" hey sadarlah !! kau sudah punya.Hasna !!" tegur Zakia.
__ADS_1
" kakak !! apaan sih, aku hanya heran saja. dia kenapa terus memperhatikanku dan Dirya ??!" terang Draka.
" mungkin kalian terlalu mirip.." Balas Zakia dengan asal seraya mendekati zdirya yang masih setia memejamkan mata.
.
.
.
Sementara mama Nada bersama Herra tengah menikmati perjalanan mereka berkeliling Kota Bali
Dengan dua pria bodyguard disisi mereka,
Tujuan mereka adalah destinasi wisata yang begitu disukai banyak turis lokal maupun internasional.
Saat Mama Nada dan Herra tengah bersuka ccita bersama.
Narendra membisikkan sesuatu pada sang papa.
" papa sudah dengar belum Jika dirya dirawat ??"
" siapa yang mengabarimu ??" tanya Revandra.
" kak Zakia..Dirya tak sadarkan diri tadi pagi." ucap Narendra lagi
" aku sudah tau !!! biasa saja kenapa ??!! jika mama tau dia bisa syok nanti !!" omel Revandra.
Narendra mencebikkan bibirnya. "seharusnya papa beritau aku juga, agar aku tidak terlalu takut.."
" diam saja !! dia akan segera baik. kita ikuti dua wanita itu dulu.." Revandra mempercepat langkahnya agar bisa menyusul istri tercintanya, Narendra pun tak mau kalah, ia juga mempercepat langkahnya guna mendahului sang papa.
.
.
__ADS_1
.
.