You Are Only Mine

You Are Only Mine
Kapan aku sembuh


__ADS_3

bab 94


.


.


.


Hingga Qiara selesai melakukan pekerjaannya, Dirya tak melepas pandangannya. meski sedikit tidak enak, Qiara berusaha tetap biasa agar grogi yang ia rasakan tidak terlihat.


" sudah tuan. 15 menit lagi dokter Candrika akan kesini memeriksa. saya permisi.." Qiara hendak pergi namun dengan cepat Dirya meraih lengan Qiara.


Cukup terkejut, bahkan Jantung Qiara rasanya mau copot saja. ia susah payah menelan ludah agar merilekskan dirinya.


"apa kau sudah lebih baik ??" tanya Dirya dengan suara lemah.


Qiara mengantur nafas lalu berbalik lagi menatap dirya hingga kedua mata mereka saling beradu.


" saya mengucapkan terima kasih pada anda tuan. saya sama sekali tidak menyangka kita bisa bertemu kembali. tapi bisakah saya minta jangan membahas yang kemarin saya lakukan ?? kemarin saya memang sedang buntu dalam berfikir..tapi setelah mendengar kata-kata tuan, saya sadar. saya harus menghadapi semuanya.. Terima kasih sekali lagi.." terang Qiara nampak sepenuh hati. apalagi semua bisa terlihat dari sorot matanya.


Qiara langsung tertunduk saat tatapa dirya begitu dalam saat mendengarkan perkatannya.


" saya permisi tuan.." Qiara langsung berbalik dan mempercepat langkahnya keluar.


Diluar Qiara bersandar dipintu seraya mengusap dada dengan memejamkan mata.


" kenapa dengan hatiku.. huh..!!" Gumam Qiara seraya terus mengatur nafasnya.


" sus, sedang apa disini ??" sebuah suara kembali mengejutkan Qiara hingga Qiara terperajak.


" ahh !!" Qiara membuka mata dan langsung disugguhkan wajah yang mirip dengan pria yang terbaring didalam

__ADS_1


" eh..tu..tuan.." Qiara menyadarkan diri jika mereka berdua kembar.


Draka keheranan dengan sikap Suster dihadapannya. "suster sedang apa disini ??" Draka mengulang pertanyaannya.


"emm..itu..itu..saya baru memeriksa pasien didalam..em..saya permisi.." Qiara buru-buru meninggalkan Draka yang terus memperhatikannya.


" ada apa dengan suster itu ??" gumam Draka yang terus memperhatikan suster qiara yang melangkah terburu-buru.


" hey !!" Draka dikejutkan dengan tepukan dipundaknya.


Seketika Draka menatap siapa yang menepuk pundaknya.


" kau !!" tegur Draka.


Candrika memperlihatkan deretan giginya karna puas membuat Draka terkejut.


" kau lihat apa ??sampai seperti itu ??!" tanya Candrika.


" hey.. kau mengabaikanku ?!!" Protes Candrika yang mengekor dibelakang Draka.


Didalam Dirya melihat kedua saudaranya yang masuk.bersamaan.


" loh.. suster Qiara belum kesini ??" tanya Candrika saat sudah didalam.


" baru saja dia keluar.." balas Dirya lirih.


" apa suster memakai hijab barusan itu yang namanya Qiara ??" tanya Draka.


" iya. dia suster andalan ku. tapi kenapa dia tidak menungguku ??!" Candrika bertanya sendiri.


" kau terlalu lama mungkin.." balas Draka asal.

__ADS_1


" sembarangan !!" Candrika mendekati Dirya dan menempatkan stetoskop didada Dirya.


" apa yang kau rasakan saat ini ??masih pusing tidak ??" taNya Candrika yang beralih peran menjadi dokter kembali.


" masih sedikit. Can, kenapa tubuhku lemah terus ?? aku bosan berbaring begini ??!!" terang Dirya.


" ya sabar dong, semuanya bertahap. tenangkan fikiranmu, dan juga makan yang rutin..intinya kau harus istirahat yang cukup.." nasehat candrika.


" tenang saja. kau akan segera sembuh.." Draka duduk disisi pembaringan Dirya.


" oh ya.. kenapa aku tidak melihat bibi Nada dan paman Revandra ??" tanya Candrika.


" mama dan papa sedang keBali. aku juga tidak mengabarinya.." balas Draka.


" jangan.beritau mereka !!" ralat Dirya buru-buru.


"aku tau. makanya aku diam saja. kak zakia juga sudah kuberitau.. kau tenang saja. sekarang fokus saja pada kesembuhanmu. akan kuwalahan aku mengelola perusahaan sendiri.." Balas Draka yanng sangat tau maksud kembarannya.


"terima kasih. kau selalu bisa memahamiku.." ujar dirya seraya menatap kembarannya.


" tentu saja. kita kembar pasti saling bisa memahami.."balas Draka lagi.


" kalian kompak sekali.. aku rasa saat menikah kalian pasti juga bersama." kata Candrika.


Draka dan dirya hanya terkekeh saat adiknya itu berkata demikian.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2