You Are Only Mine

You Are Only Mine
Keinginan mama Nada


__ADS_3

bab 21


.


.


Setelah obrolan menegangkan diruang rawat Mamanya, Narendra mengajak Herra dan joy untuk membicarakan ucapan mereka barusan. Narendra tidak mau jika hanya sandiwara lagi, membohongi sang mama hanya akan menyakiti hatinya saja.


semua duduk dikantin dengan Herra yang terus tertunduk, sementara Joy juga masih nampak bungkam tak berbicara.


" apa kalian tidak akan menjelaskan semuanya ??" Ujar Narendra membuka suara.


" maaf tuan. bukannya tadi pagi anda sendiri yang mengatakan akan menikahi adik saya ??" balas Joy dengan wajah santai.


" ta..tapi kenapa semudah itu kalian menerimanya ?? apa karna kalian ingin membantuku ??" terka Narendra.


" bukan tuan. saya lebih percaya dengan anda jika adik saya menikahnya dengan Anda. jadi saya menyetujuinya."balas Joy dengan pasti.


Narendra menyunggingkan senyum. seakan tak percaya dengan alasan Joy."Herra, apa kau yakin ??" Narendra beralih pada Herra.


Herra mengangguk pelan setelah menatap sang kakak. "jika saya tidak yakin, saya tidak akan mengatakannya didepan nyonya Nada tuan."


" kau benar. mamaku begitu mengharapkannya." balas Narendra saat teringat ucapan sang papa.


" tuan jangan kawatir. adik saya tidak pernah terpaksa dalam pernikahan ini, dia sadar menerima tuan. jadi tuan tinggal mengatur waktunya saja."terang Joy.


" aku fikirkan dulu joy." Narendra segera bangkit dan meninggalkan kakak beradik itu.


Herra baru bernafas lega saat Narendra sudah tak nampak.


" Herra. ini masa depanmu. kau yakin dengan semuanya ??" tanya Joy yang sejujurnya masih begitu ragu dan gelisah dengan keputusan adiknya.


" kakak tenang saja. aku ikhlas melakukannya kak. kakak bilang kan ingin membantu tuan Naren keluar dari rasa bersalahnya."balas Herra dengan menggenggam jemari Joy seraya tersenyum agar sang kakak lebih tenang.


" aku bangga memilikimu.." ujar Joy.

__ADS_1


" aku lebih bangga dengan kakak.. selama ini kakaklah yang mengurus dan melindungiku.. sekarang giliran Herra yang ingin membalasnya. jadi kakak jangan kawatir ya ??" terang Herra.


Joy mengangguk dengan tersenyum tipis. entah benar atau salah keputusan nya menyetujui semua ini, selebihnya joy hanya akan berdoa untuk semua agar kembali membaik.


.


.


Raut wajah sumringah Nada begitu terlihat oleh Revandra. saat Revandra masih menyuapi Nada sore itu.


" kau terlihat bahagia sekali sayang.." ucap Revandra.


" tentu saja. Naren akan menikah Pa., jika sudah Naren pasti sikembar yang juga akan menikah.."balas Nada.


" kenapa kau sangat ingin mereka cepat menikah ??" tanya Revandra.


Nada tersenyum simpul. "aku sudah sakit. jika sewaktu-waktu Tuhan memanggilku aku akan tenang saat melihat semua anakku sudah ada yang mengurus. apa lagi bisa melihat mereka semua punya anak, sungguh permintaan yang egois ya pa.." terang Nada dengan suara lemah lembut khas Nada selama ini.


" kau memikirkan anak-anak. apa kau lupa padaku ?? jika kau bicara seperti itu lagi, aku akan menembak kepalaku lebih dulu saja agar aku mati terlebih dulu !!" gerutu Revandra.


" kenapa sekarang sedikit berbeda jawabanmu pa ?? dulu kau akan menembakku kan jika tidak mau menikah denganmu ??!" goda Nada.


" hentikan mengatakan kematian. semua kehendak Tuhan. jika anak-anak sudah menikah siapa yang akan mengurusku ??!! aku yang sudah tua, seharusnya kan aku dulu yang mati.." omel Revandra.


Nada terus tertawa kecil saat respon Revandra begitu menggelikan.


Revandra meletakkan piring kosong sisa makan Nada. lalu duduk disisi Istri tercintanya. menggenggam erat tangan yang mulai nampak garis penuaannya. " ingat satu hal, ada aku disisimu yang ingin selalu disisimu, semangatlah untuk sembuh jika ingin melihat anak kita menikah dan memiliki cucu kembali..aku tidak.bisa jika harus sendiri didunia ini.."


Meski hati Nada amat rapuh, namun ia berusaha tetap tersenyum. "apa kau tidak mau memelukku ??" tawar Nada.


" apa aku pernah sehari saja tidak memelukmu ??" Revandra menarik Nada dalam dekapannya. mencium pucuk kepala Nada yang selalu ia lakukan dan terasa amat hangat bagi Nada.


Didepan pintu sikembar yang hendak masuk mengurungkan niat mereka saat mendengar percakapan kedua orantuanya.


Mereka memilih menunggu diluar dan memberikan ruang untuk kedua orangtuanya.

__ADS_1


Narendra yang juga akan masuk keheranan saat sang adik menutup kembali pintu dengan hati-hati.


" kenapa tidak jadi..-"


" shhuttt !!" Dirya memberi kode dengan jari telunjuk dibibirnya.


" ada apa ??" tanya Narendra


" ayo.." draka menarik kakaknya agar sedikit menjauh.


" hey.. kenapa ??" Narendra begitu keheranan.


" mama sedang ingin bersama papa.. kita jangan ganggy dulu." ujar Draka.


" aku fikir kenapa.." Narendra duduk dengan kesal..


" kak, kau akan menikah ya ?? dengan adik kak Joy ??" tanya Dirya yang tak sengaja mendengar percakapan orangtuanya tadi


" iya. semoga mama bisa lebih baik setelah ini.." jawab Narendra lirih.


" semoga saja.. tapi pasti setelah kakak mama akan meminta kami juga.." terang Draka.


" sudah nasib. sana cepat cari !! aku mau pulang dulu.." Balas Narendra yang segera pergi dari hadapan sang adik.


" aduh.. bagaimana ini ??!!" gumam Dirya.


Draka pura-pura tidak mendengarnya. ia cukup tenang sebab ia dan Hasna tengah menjalin hubungan secara diam-diam.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2