You Are Only Mine

You Are Only Mine
tak diduga


__ADS_3

bab 117


.


.


.


Dirya memarkirkan mobilnya. gurat wajahnya nampak begitu sumringah dengan senyum yang tak luntur. sembari bersiul ia memasuki rumah tanpa beban. entah mengapa Dirya bisa tertarik dengan Qiara meski ia sangat tau Qiara masih berstatus istri orang.


" tuan muda..jangan bersiul malam-malam.." sapa mbok Yumna. yang menyambut kedatangan tuannya.


" he..he..he.. maaf mbok..kelepasan.. mama dan papa mana ??" tanya Dirya.


" mereka berkumpul dimeja makan. menunggu tuan..untung saja tuan sudah datang. ayo kesana.." terang Mbok Yumna.


Dierya mengangguk patuh. ia pun melenggang masuk menuju ruang makan. Mbok Yumna menatap putra bos besarnya. tak pernah menyangka.mbok Yumna bisa mengabdi pada keluarga Revandra hingga usianya yang mulai menua saat ini.


.


.


" nah tuh dia.." tunjuk papa Revandra saat matanya menangkap Dirya yang berjalan kearah meja makan.


Draka menoleh kembarannya. ia pun keheranan dengan Dirya yang nampak bersemangat dengan senyum terhias diwajahnya.


" dirya..kau pulang.. mama baru saja mau menghubungimu..ayo duduk sayang.." mama Nada begitu antusias menyambut Dirya.

__ADS_1


" maaf membuat kalian menunggu."ujar dirya sembari duduk disisi Draka.


Baik papa Revandra maupun Draka saling tatap. mereka berdua cukup heran dengan perubahan sikap Dirya.


bahkan dengan semangat Dirya menerima piring yang diisi penuh menu makanan oleh sang mama.


" terima kasih ma.." ucap Dirya dengan senyum.penuh dilayangkan pada sang mama.


Mama Nada membalasnya dengan mengangguk dan senyum juga.


tak menunggu apapun dirya melahap makanan dengan semangat sadar jika Draka memperhatikannya Dirya menatap kembarannya. "ada apa ?? apa aku makan berantakan ??"


Draka tersadar dan berdehem agar tidak terlalu kentara jika sedang terkejut. "hm..tidak.."


"maaf ya. aku tadi ada urusan jadi tidak kekantor. tapi tenang saja. aku sudah menghubungi sekretaris ku untuk mengirim semua laporan dan akan aku periksa malam ini.." terang Dirya sembari terus melanjutkan makannya.


" sudah nanti lagi ngobrolnya. makan dulu.." ucap mama Nada. semua mengangguk dan melanjutkan acara makan mereka.


.


.


Narendra tak bisa fokus pada laporan dihadapannya yang dikirim oleh joy. sebab Fikirannya tengah terfokus pada Istrinya yang masih setia dikamar hingga tengah malam. Narendra pun segera menutup laptopnya dan bergegas keluar. ia tak bisa hanya diam. ternyata semua menjadi serius. Herra masih tetap marah, itu tidak boleh dibiarkan.


baru saja Narendra membuka pintu suara pelayan yang berteriak memanggil namanya membuat Narendra begitu panik.


" tuan..!! tuan Naren !!! nona tidak sadarkan diri..!!!" teriak Pelayan.

__ADS_1


Narendra yang bisa mendengar teriakan pelayannya langsung berlari menuju kamarnya.


Dengan wajah kawatir Narendra menapaki tangga dan saat tiba didepan pintu, mata Narendra membulat saat mendapati tubuh istrinya berada dalam pangkuan Bik Rima yang menangis berusaha membangukan Herra.


" ada apa bik ?? ada apa dengan istriku ??!!" tanya Narendra yang langsung merampas tubuh Herra untuk didekap olehnya.


" sayang.. Herra.. sayang..bangunlah sayang..!!." Narendra berusaha menyadarkan Herra dengan mengguncang tubuh dan menepuk.lembut pipi Herra.


Namun seakan masih betah memejamkan mata, Herra tak bergeming sedikitpun.


beberapa pelayan menunduk ketakutan. apa lagi wajah Narendra yang terlihat sangat serius dengan penuh kekawatiran.


"apa yang kalian.lihat !!!! cepat siapkan mobil !!!" bentak Narendra yang sudah kalut dan ketakutan.


" ba..baik tuan.." satu pelayan segera berlari turun


bik Rima pun sigap menyiapkan tas guna membawa pakaian untuk nonanya.


" sayang.. kau kenapa.. bangunlah...jangan membuatku takut." Narendra sangat kalut dengan terus berusaha menyadarkan Herra.


tak mau terjadi apapun, Narendra langsung membopong tubuh Herra guna membawanya kerumah sakit.


Semua pelayan dan penjaga ikut panik dan ketakutan karna jika ada kesalahan sedikit saja bosnya itu pasti akan memarahi mereka tanpa ampun.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2