You Are Only Mine

You Are Only Mine
Membuatkan sarapan dan makan siang


__ADS_3

bab 76


.


.


.


Herra bangun hendak membersihkan diri. tubuhnya terasa lemah sekali, Narendra benar-benar tidak ada berhentinya, terus dan terus menginginkan Herra.


" aajhsstt !!" Herra memekik kesakitan saat pangkal pahanya terasa begitu nyeri ketika ia hendak bangun.


Narendra yang melihat segera bangkit saat sudah memakai celana pendeknya.


" kenapa ?? kau sakit ??"tanya Narendra seraya memegangi pundak Herra.


"kak, milikku sakit sekali.. kakak jahat kenapa harus diulang lagi tadi.." ujar Herra dengan jujur.


" maafkan aku, aku kelepasan tadi.. melihat wajah imutmu itu aku selalu menginginkan lagi.. maaf ya.." balas Narendra dengan wajah nampak bersalah.


Herra tak menjawab, hanya terus meringis menahan perih bercampur sakit diarea sensitifnya.


" baiklah. aku antar kekamar mandi ya ??" tawar Narendra.


" tapi aku kan belum memakai apapun !!? nanti kakak..-"


" tidak..tidak.. aku tidak akan meminta lagi, cukup membuatku bersalah melihat kau kesakitan seperti ini. tenang saja." balas Narendra dengan senyum manis yang ia layangkan.


Dan setelahnya Narendra langsung mengangkat tubuh Herra menuju kamar mandi.

__ADS_1


perlahan Narendra meletakkan tubuh Herra didalam bath up, "berendamlah dulu diair hangat. rasa sakitnya akan berkurang nanti.." Ucap Narendra seraya mengecup kening Herra.


Herra membalas dengan senyuman dan mengangguk. " terima kasih.."


" iya. mau aku bantu ??" goda Narendra.


" kakak !! keluar sana !!" wajah Herra nampak bersemu merah kembali hingga menimbulkan gelak tawa Narendra. sembari melangkah keluar Narendra masih tetap tertawa lepas.


Sementara Herra yang begitu bahagia, memejamkan mata dengan senyum yang tak pernah luntur lalu menikmati acara berendamnya.


.


.


Sementara Narendra segera memakai kaos santai dan bergegas turun kebawah. hari itu sepertinya matahari memang sedang libur untuk muncul dan menyinari bumi, sebab hujan dan mendung terus saja turun tak mau pergi.


" Bi Rima !!" panggil Narendra.


yang dipanggil segera mendekat dari arah belakang. "iya tuan. ada apa ??"


" sudah buat sarapan belum ??" tanya Narendra.


" tuan. ini waktunya makan siang, tadi pagi sudah saya buatkan tapi sudah dingin jadi saya bagikan penjaga dan pelayan lain. maaf tuan.."terang bik Rima.


Narendra melirik jam didinding dan benar saja. waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang. "ya ampun, bagaimana bisa kami melewatkan sarapan.." batin Narendra


" ya sudah, bantu saya membuat makan siang untuk istriku.." ajak Narendra.


Bik rima memang terkejut, namun ia segera mengekor kebelakang tuannya.

__ADS_1


" tuan mau masak apa untuk nona muda ??" tanya Bik Rima hendak menyiapkan bahan-bahannya.


" aku.. aku tidak tau.. bibi kan tau aku tidak pernah memasak !!" protes Narendra dengan cukup malu ia mengatakan.


" baiklah. tuan bantu bibi saja ya," usul bik Rima.


" nah begitu maksud saya.. ayo.." Narendra segera memakai celemek seperti bik Rima dan mulai serius menatap Tangan Bik Rima yang mulai meracik beberapa menu makanan.


.


.


Herra merasa cukup acara berendamnya, ia kemudian segera bangkit dan mencari handuk kimono miliknya kemudian mengenakannya.


" benar kata kak Naren.. sakitnya sedikit berkurang.." ujar Herra yang berdiri didepan cermin kamar mandi. setelah itu ia langsung berjalan keluar untuk berganti baju.


Mata Herra menyapu kesekeliling sebab ia tak mendapati suaminya. bahkan ranjang berantakan saksi pergumulan mereka sudah rapi dan sudah berganti sprei.


" apa aku berendam terlalu lama ??" gumam Herra seraya menuju walk in closet mencari bajunya kemudian mengenakannya.


Baru saja Herra menyisir rambut, tiba-tiba perut Herra berbunyi cukup kuat, rasa lapar melanda perut kecilnya itu. "laparnya.."


" buat makanan apa ya Yang disukai kak Naren ?? tanya bik Rima ah !!" Herra segera bangkit dari tempat duduknya dan hendak keluar, guna menemui kepala pelayan untuk bertanya makanan apa kesukaan suaminya itu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2