
bab 198
.
.
.
Dengan diantar Hasna, Draka menuju Bandara. hingga penerbangannya, Draka tak melepas genggaman tangan Hasna. sebelum masuk pun, Draka tak berhenti memeluk Hasna.
" aku mencintaimu.." ucap Draka.
" aku juga..jaga ini. " balas Hasa seraya menunjuk dada Draka.
" pasti. aku berangkat dulu ya.." Draka segera masuk diiringi lambaian tangan Hasna. sebenarnya Hasna cukup kawatir, tapi ia tidak mau egois hanya karna sebuah alasan yang tidak masuk akal..
.
.
Siang hari dirumah sakit, Candrika baru saja keluar dari ruang operasi. beberapa jam diruangan itu membuat tubuhnya cukup lelah. saat keluar Candrika tak lupa meregangkan otot-otot tangan dan punggungnya.
" aahhh !! ini sangat melelahkan.." gumam Candrika seraya memegangi tengkuk lehernya.
Baru saja Candrika membuka mata saat sebentar memejamkan mata, Mata Candrika melihat seseorang yang tidak pernah ia bayangkan bisa ada dihadapannya.
Seakan tak percaya dengan apa yang dilihat, Candrika mengedipkan matannya beberapa kali, bahkan ia mengusap matanya juga.
__ADS_1
" benarkah itu dia ?? tapi.."
nampak terdengar hentakan sepatu dari sang pemilik raga yang dipandang Candrika.
" dia..dia..benar kesini..??" Candrika mulai sadar, yang ia lihat adalah nyata. entah rasa apa yang kini ia rasakan, tapi bahagia lah yang mewakili semuanya.
" kau tidak ingin memelukku ??" ucap Joy dengan suara beratnya.
Candrika bisa mendengar jelas suara Joy. entah karna apa, tiba-tiba Candrika berlari mendekat pada Joy dan langsung memeluk pria itu dengan erat. seolah mengatakan betapa dirinya sangat merindukan sosok kaku itu.
Joy tersenyum tipis. tak sia-sia ia menyempatkan waktu menemui wanita yang mampu menggoyahkan hatinya, ia pun mendekap tubuh Candrika.
" kau..kau..nyata ??" Candrika menatap wajah Joy dengan mata berair dan mengarahkan tangan pada wajah Joy. Candrika pun bisa merasakan kulit joy.
" apa belum sadar juga ??" Balas Joy.
Candrika tersenyum haru, ia kembali berhambur memeluk Joy dengan erat. "terimakasih..terima kasih.." gumam Candrika yang tidak tau akan bicara apa.
.
.
Diruangan Candrika, Candrika duduk bersandar dengan posisi masih didada Joy.
meski tak ada kata cinta dari mulut keduanya, namun dari sikap mereka, menandakan hubungan yang sangat serius.
" apa kau tidak bekerja lagi ??" tanya Joy memulai perbincangan.
__ADS_1
" tidak. ini waktunya makan siang."jawab Candrika lirih.
" baiklah. aku pesankan makanan ya ??" tawar Joy.
Candrika mengangguk dengan tak merubah posisinya. Joy menggunakan tangan satunya menekan ponsel dan memesan beberapa makanan.
" maafkan aku.." ujar Joy.
" untuk apa ??" Tanya Candrika.
" aku membiarkan mu pulang tanpa menyapa dan mengatakan semuanya. aku terlalu sibuk dikantor. maafkan aku.."Tutur Joy.
"aku memang kecewa dan marah !! bahkan setelah kau mencumbuku, kau diam saja. tidak mengabari atau berinisiatif apapun !!" omel Candrika yang meluapkan kekesalannya.
Joy terkekeh dengan omelan Candrika. Bukannya menjawab, Joy hanya menghujani pucuk kepala Candrika dengan ciuman hangat.
" jadi kau sudah sadar kalau kau juga menyukaiku ??" goda Joy.
Candrika memukul dada Joy beberapa kali.
" kenapa ?? aku salah ??" Tanya Joy lagi.
" kenapa masih ditanyakan ??!! bahkan saat ini aku tidak mau jauh darimu !!" balas Candrika yang langsung mengalungkan kedua tangannya diperut Joy lagi.
Joy kali ini cukup lega dan bisa tersenyum lebar. "tidak sia-sia aku berinisiatif datang kesini.." gumam Joy yang tak henti-hentinya menciumi pucuk kepala Candrika dan terus mengeratkan pelukannya, seolah tak akan melepaskan wanita berprofesi dokter itu.
.
__ADS_1
.
.