You Are Only Mine

You Are Only Mine
Masih dalam rasa bahagia


__ADS_3

bab 185


.


.


.


setelah pelukan penuh haru, mereka kini sudah dimeja makan, guna menikmati berbagai macam menu makanan yang sudah sengaja disiapkan.


" wah..kita makan besar sepertinya hari ini.." ucap Narendra


" tentu saja. semua ini kami yang membuatnya.." balas Zakia.


" kak, kau hanya mengomel saja. Hasna dan Qiara yang memasaknya.." timpal Dirya.


" anak nakal !! aku kan mengajari mereka !!" protes Zakia.


" mengajari apa ?? sayang bahkan kau tidak bisa membedakan garam dan gula" goda Rans.


" Papa..!! kau menyebalkan !!!" Zakia memayunkan bibirnya.


" tapi mama bisa membuat mie instan kok.." tambah Alvi. hingga membuat semua yang ada dimeja makan tertawa lepas.


Kennan yang melihat semua sudah nampak bahagia hanya menjadi penonton,sama seperti papa Revandra, yang memang sangat irit bicara.


mereka semua akhirnya menikmati makanan dengan rasa bahagia.


.

__ADS_1


.


Candrika masih betah didalam kamar, setelah kepulangannya dari Bali entah mengapa Candrika merasa tidak bersemangat. bahkan tubuhnya nampak pucat sekali. Apa lagi sang mama dan papanya tengah berada diluar negeri, membuat Candrika harus terus kesepian. entah mengapa bayang-bayang Joy terus saja terlintas dibenaknya.


ingin rasanya marah, tapi tidak punya alasan untuk hal seperti itu.


" Bahkan dia tidak mencoba menghubungiku !!" gerutu Candrika dengan kesal. saat Ponselnya tetap diam beberapa hari.


" aaa...!!! aku bisa gila kalau seperti ini !!!" Candrika berguling-guling diatas ranjangnya dan berhenti saat pintu kamarnya diketuk beberapa kali.


" ada apa ya ??" tanya Candrika sendiri.


Segera Candrika membuka pintu kamarnya. "ada apa bik ??" tanya Candrika saat tau ternyata pelayan rumahnya yang mengetuk.


" ada tuan Andika dibawah nona. katanya ingim bertemu nona."balas pelayan.


" Andika ?? huh..baiklah. ayo.." Candrika langsung keluar dan menutup pintu dan mengekor dibelakang pelayan rumahnya.


" dari tadi ??" sapa Candrika.


" tidak. aku baru saja sampai. apa kabar ??" sapa Andika.


" baik. duduklah."Candrika langsung duduk dan.begitupun dengan Andika yang langsung duduk juga.


" maaf sebelumnya menganggu, Ibuku menyuruhku membawakan kue ini untukmu, " Andika menyerahkan paper bag pada Candrika.


" bibi Sonia..dia selalu teringat aku jika.membuat sesuatu.." ucap Candrika penuh bahagia, saat melihat isi paper bag yang ternyata adalah kue kesukaannya.


" paman Mike dan bibi Nurra kemana ??" tanya Andika.

__ADS_1


" mereka keluar negeri, aku tidak tau dari kapan, karna aku juga baru pulang dari seminar diBali beberapa hari."jawab Candrika.


" oh..pantas sepi.." balas Andika.


" kau tau kan, mamaku orangnya berlebihan sekali !! dia akan heboh jika siapa saja datang kemari.." kata Candrika


Andika hanya tersenyum tipis.


" eh An, bagaimana ?? kau sudah punya pacar belum ??" tanya candrika yang memang sudah biasa dengan Andika.


" belum, kau sendiri..??" tanya Andika.balik.


Cadrika nampak kembali murung. "tentu saja belum.. kau tau, jika nanti ada perkumpulan besar keluarga kita, kita berdua pasti jadi bahan ejekkan.."


" biarkan saja. toh memang kita belum bertemu jodoh." kata Andika.


" kau benar. tapi usia kita sudah tua An. lihatlah Draka dan dirya, mereka berdua akan menikah bersama sebentar lagi." celoteh Candrika.


" apa kau tidak pernah dekat dengan pria ??" tanya Andika.


" dekat ?? entahlah apa ini namanya, aku bahkan tidak tau kami ini apa.."balas Candrika seraya menopang wajahnya dengan kedua tangan.


Diam-diam Andika memperhatikan Cadrika, meski tanpa polesan make up, Candrika nampak cantik alami.


"andai kau tau Cand, aku menyukaimu dari sejak kita SMA bersama dulu.." batin Andika.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2