You Are Only Mine

You Are Only Mine
kepulangan Dirya dan mama


__ADS_3

bab 104


.


.


.


Draka menghentikan mobil tepat didepan rumah sakit setelah diberitau Candrika jika Dirya memaksa meminta pulang.


baru saja Draka keluar dari mobil, netranya menangkap Dirya yang dipapah Seorang perawat.


" Dirya !! " panggil Draka dengan penuh keseriusan. ia langsung mengambil alih Tubuh dirya saat Draka bisa melihat suster kebingungan.


" terima kasih sus.." ujar Draka.


Qiara membalas dengan senyuman dan anggukan."sama-sama tuan."


Qiara berlari membukakan pintu mobil agar Draka mudah mendudukkan Dirya yang tubuhnya masih sedikit lemah.


Dirya terduduk dan saat Draka hendak menutup pintu Dirya menahan lengan Qiara yang hendak keluar


" tunggu !! " cegah Dirya.


Qiara menoleh seketika. tatapan mereka beradu. sedangkan Draka membiarkan kembarannya berbicara pada suster itu.


Sesaat keduanya masih diam tanpa kata.


" ehemm ?!! "


Draka berdehem membuyarkan kembarannya yang saling tatap.


Qiara tersadar dan kemudian mengerjapkan mata dan menunduk.


" terima kasih" ujar Dirya lirih.


" sama-sama.." balas Qiara yang segera melepas tangan Dirya dan meninggalkan Dirya yang terus menatap dirinya.


" belum puas menatap dia ?? " tegur Draka yang sudah bosan menunggu.

__ADS_1


"kau baweel sekali !! " gerutu Dirya.yang langsung menutup pintu mobil dengan keras.


Draka menyeringai dan memutari mobil dan langsung melangkah menuju kursi kemudi.


keduanya segera melesat meninggalkan rumah sakit.


Qiara nampak memunculkan dirinya dengan mata menatap kepergian Mobil yang ditumpangi pria kembar yang membuat hatinya berdebar.


Qiara mengusap dadanya dan bernafas lega lalu hendak masuk namun teriakan tertuju padanya terdengar.


" Qiara !!! "


Qiara menoleh dan matanya membulat saat tau siapa yang memanggilnya. buru-buru Qiara berlari masuk.


" Qiara tunggu !!! " panggil pria itu.


Qiara benar-benar nampak ketakutan dan meminta satpam menghalau pria yang hendak masuk.


" pak. tolong jangan biarkan pria itu masuk !! " pinta Qiara yang segera berlari masuk kedalam rumah sakit.


" sialan !!! keluar kau Qiara !! " umpat Pria itu, saat dicegah oleh beberapa satpam.


" silahkan pergi jika anda tidak mau kami penjarakan !!? " tegas satpam.


" tapi suster Qiara tidak mau menemui anda !! silahkan pergi dulu !! " usir Satpam itu.


" ahh !! " Pria itu nampak frustasi dab mendorong beberapa satpam itu lalu berbalik hendak pergi.


" awas kau Qiara !! " umpat pria itu yang mempercepat langkahnya meninggalkan rumah sakit.


Qiara nampak begitu gusar meski kini sampai diruangan Candrika.


Candrika yang melihat qiara amat kawatir wajahnya menghampiri."kau kenapa sus ?? "


Qiara terperajak dengan nafas memburu." dok..?? maaf..saya terkejut.."


" kau kenapa ?? dirya membuat masalah ?? " tanya candrika ikut panik.


Qiara menggeleng dengan cepat. "bukan dok..itu.. emm..suami saya kemari.."

__ADS_1


" apa ?? berani sekali dia ??!! " Candrika mulai marah. Candrika sangat tau seperti apa Suami suster Qiara.


" ingat ya, kau tetap.harus kembali keapartemen. jangan pernah kembali kerumah kalian.." ingat Candrika.


Qiara mengangguk patuh.


Candrika mendekati Qiara dan mengusap punggung Qiara memberi semangat dan menenangkan Qiara.


"tenanglah. kau aman bersamaku.."


" terima kasih dok..sudah membantu saya.." balas Qiara.


Candrika memeluk Qiara dengan erat.


" kau harus kuat.".


Qiara mempererat pelukannya. ia seolah mendapatkan tempat untuk bersandar jika bersama Candrika.


.


.


hari sudah berganti malam. Malam itu mama Nada dan papa Revandra tengah diantar Herra dan Narendra menuju bandara.


pertanyaan Herra yang bertanya pesawat pribadi parkir dimana membuat semua tertawa geli.


Setelah mendengar penjelasan Narendra Herra baru mengerti jika pesawat sang mertua sama seperti pesawat pada umumnya.


" pa, kita lewat mana ??" tanya Narendra saat sudah memasuki.bandara.


Revandra memnbuka ponsel dan mengirim beberapa pesan. lalu tak lama ada beberapa pria berseragam serba hitam mengarahkan mobil Yang ditumpangi Narendra sekeluarga.


" ikuti mereka Naren." perintah Revandra.


Narendra patuh, ia terus mengikuti arahan pria-pria didepannya.


Sementara Herra terus memperhatikan kemana mereka sebenarnya akan masuk.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2