You Are Only Mine

You Are Only Mine
Dirya tak sadarkan diri


__ADS_3

bab 91


.


.


.


" apa yang mereka bicarakan Mbok ??" tanya mama Nada dalam sambungan panggilan telfon.


....


" ya sudah. semoga mereka sudah saling terbuka.. terima kasih mbok atas bantuanya.."ucap mama Nada sebelum mengakhiri panggilannya.


Setelah selesai, Nada meletakkan kembali diatas meja nakas dan bersandar disisi suaminya yang sedang bermain ponsel langsung menatap sang istri yang selesai melakukan pengintaian.


" bagaimana ?? mereka ngobrol kan ??" tanya Revandra penuh antusias.


Nada mengangguk pelan.


" iya. tapi mbok Yumna belum mendengar mereka membicarakan janji itu."


" lagian kurang kerjaan sekali anak kembar kita itu, pake janji janji segala.. jodoh orang kan tidak ada yang tau !!" omel Revandra.


Nada membuang nafasnya dengan kasar. " sudahlah pa.. doakan saja agar Dirya segera menemukan kekasih hatinya.."


" itu sangat pasti..aku membayangkan seorang anak kecil memanggilku Grandpa..ya ampun..aku menjadi Grandpa yang tampan.." Revandra memuji dirinya sendiri.


Nada hanya menggeleng pelan lalu membenahi tubuhnya agar bisa berbaring dengan nyaman lalu mulai memejamkan mata.


.


.

__ADS_1


Dikamar Narendra, benar saja. Narendra kembali memasuki lembah kenikmatan milik Herra. entah sudah beberapa kali benih kehidupan disemburkan Narendra pada rahim Herra, sahutan ******* terdengar begitu membuat risih telinga siapa saja yang mendengarnya.


Herra yang memang begitu menikmati hanya membuka mulut menganga dengan mata terpejam dengan ******* yang terlontar begitu saja saat intinya terus dihujam dengan buasnya oleh Narendra.


.


.


.


Pagi hari sudah tiba. sinar mentari hari itu cukup cerah. Draka sudah siap.dengan setelan kantornya lengkap dengan jas abu kotak dan kini Draka tengah duduk didepan meja makan.


Netranya menelisik mencari Dirya,


" kenapa dia belum turun ??" gumam Draka sendiri.


" tuan !!! tuan !!! tuan Dirya tidak sadarkan diri !!!?" teriakan dari lantai atas membut Draka terkejut dan segera berlari menaiki anak tangga.


" ada apa Bi ??" tanya Draka pada pelayan yang hendak membereskan kamar Dirya.


Draka panik.bukan main, ia segera berlari masuk dan menghampiri Dirya yang.terbaring dengan wajah bertambah pucat.


" Dirya !! bangun dirya !!!? dirya !!!" panggil Draka dengan kuat mengguncang tubuh Dirya yang lemah tak berdaya. bahkan Draka mengularkan suara cukup keras.


"ya Allah.. bagaimana ini.!!" Gumam draka.


" bik !! Minta mbok yumna mengabari penjaga. untuk kesini.membawa dirya !! kita bawa dia kerumah sakit !!" perintah Draka pada pelayan yang masih disana.


" baik tuan.."setelah menjawab, pelayan itu berlari keluar.


Kepanikan terus nampak diwajah Draka.


" Dirya bangunlah !!! kumohon.. dirya !! bagun dir !!! dirya !??" Kembali Draka mengguncang tubuh Dirya namun tetap saja. Dirya tak merespon.

__ADS_1


.


.


Draka mondar mandir didepan ruang UGD dimana Dirya ditangani.


Suara hentakan sepatu terdengar mendekati Tempat dimana Draka berdiri sekarang.


" ada apa dengan Dirya Draka ??" tanya Zakia sang kakak.yang baru datang.


" entahlah kak, Candrika masih menanganinya.." balas Draka dengan mimik wajah kawatir.


" kakak akan masuk.." Zakia melangkah memasuki ruangan itu. jabatannya yang cukup tinggi membuat Zakia mudah melakukan apapun.


" Ya Allah.. lindungi kembaranku..angkatlah sakitnya " pinta Draka pada sang pencipta.


.


.


Beberap saat kemudian pintu UGD terbuka, dengan brankar berisi Dirya sudah keluar dari sana. Candrika dan Zakia beserta beberapa perawat juga ikut keluar.


" kak.bagaimana kondisi Dirya ??" tanya Draka menberondong pertanyaan kepada sang kakak.


' dia terkena vertigo Draka. tapi semoga saja ia segera sadar.."balas Zakia.


" kak Dirya tidak pernah sakit selama ini.. sekalinya sakit kenapa.harus Vertigo sih.." tambah Candrika.


Draka tak menjawab dan hanya terpaku diam. "apa dia terlalu memikirkan janji itu ??" batin draka menerka.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2