
bab 54
.
.
Narendra yang mematung menatap kearah lain membuat Herra mengikuti tatapan Narendra.
" kakak lihat apa ??" tanya Herra.
" lihatlah disana." Narendra mengarahkan telunjuknya "bukannya itu draka dan Hasna ??"
Herra menajamkan matanya."iya kak. mereka dekat sekali.."
Narendra berseringai. lalu bangkit dari duduknya. "ayo kita bergabung dengan mereka."ajak Narendra.
" tapi kak, nanti mereka terganggu.." balas Herra.
" tidak.. ayo.." Narendra tetap membawa Herra menemui sang adik yang sepertinya tengah berdua dengan wanitanya
Hasna menyendokkan makanan dan mengarakan kepada Draka. "buka mulutmu..aaa "
Draka dengan senang hati membuka mulutnya dan melahap sendok yang berisi makanan itu.
" eemm.. ini enak.." ujar draka dengan mulut yang penuh makanan.
" ehemm !!" Narendra berdehem saat sudah didekat adiknya.
Hasna tersedak saat melihat kebelakang Draka dimana Narendra berdiri. "uhuukk !! uhuukk !!"
" sayang kau kenapa ??" Draka begitu cemas langsung menyerahkan segelas air putih untuk Hasna, tanpa mendengar deheman Narendra
__ADS_1
Hasna menggeleng seraya mengarahkan tatapannya kebelakang draka.
" ada apa ??" tanya Draka yang belum.faham. ia kemudian memutar kepalanya melihat apa yang membuat kekasihnya sampai tersedak.
Mata Draka hampir saja loncat dari tempatnya saat sang kakak.berdiri santai sembari melipat kedua tangan dengan Herra disisinya.
" ka..kak.." ucap Draka terbata.
" kalian pacaran ya ??" terka Herra, sebab Herra jugs mendengar Draka tadi yang memanggil Hasna dengan sebutan sayang.
Hasna mengatur nafasnya begitupun dengan draka.
" sudahlah jangan ditutupi !! lagian kau sudah dewasa juga !!" timpal Narendra yang segera membawa Herra duduk bergabung bersama Draka dan Hasna.
" kak.. jangan beritau dirya ya ??" pinta draka yang sangat menyayangi kembarannya.
alis Narendra bertaut. "kenapa ??"
" sedih kenapa ?? kau aneh sekali !! jodoh itu tidak ada yang tau !!" timpal.Narendra.
" tetap saja. kami dulu pernah berjanji jika menikah kami akan bersamaan. termasuk juga pacaran."terang draka menjelaskan
" perjanjian konyol !! kenapa aku tidak tau ??!!" balas Narendra.
" itu dulu sekali.. sewaktu kami SMA. kakak kan sudah tidak dirumah.." kata Draka.
" lagian kalian ini kurang kerjaan sekali, kenapa harus ada janji-janji.. jika begini siapa yang susah ??!!! kau tidak kasihan Hasna ??!! jika paman Abigal menyuruhmu segera melamar hasna bagaimana ??!!" terang Narendra.
Herra memegang lengan Narendra berusaha membuat Narendra tenang."kak.. jangan begitu.."
" tenanglah Herra, aku hanya ingin membuat adikku sedikit dewasa seperti usianya." balas Narendra.
__ADS_1
Draka dab Hasna saling tatap, semua yang dikatakan Narendra ada benarnya.
mereka berdua sudah sama-sama dewasa tidaklah mungkin merahasiakan hubungan seperti itu terus-terusan.
" kalian jangan terlalu berfikir. nanti aku akan usahakan kak Naren tidak membahas hubungan kalian."ucap Herra mencoba menengahi.
" terima kasih kakak ipar.. nanti jika waktunya sudah pas, aku akan bicara dengan Dirya."balas Draka.
Herra mengangguk dengan senyum manisnya. setidaknya usulnya sudah diterima.
" kakak sedang apa disini ??" tanya Hasna pada Herra.
" mama menyuruh kakak belanja. tadi kak Naren mengajak makan dulu. malah tidak sengaja bertemu kalian." jawab Herra menjelaskan.
pelayan datang dengan membawa pesanan Narendra.
" kakak tidak jadi kembali keBali ??" tanya Draka pada Narendra.
" besok saja. kami masih lelah."balas Narendra yang singkat seraya menikmati camilan pesanannya.
Draka mengangguk mengerti begitupun dengan hasna. Mereka kemudian memilih menikmati makanan dihadapan masing-masing.
Dari sudut tak jauh disana, Seorang pria membenarkan kacamata dan topinya lalu berdiri dan melangkah keluar dari resto itu.
"maafkan aku yang membuat janji konyol itu.." batin pria itu.
.
.
.
__ADS_1
.