You Are Only Mine

You Are Only Mine
Makan siang


__ADS_3

bab 84


.


.


.


Pilihan Narendra adalah sebuah resto khas makanan Daerah Bali. Herra nampak begitu anstusias saat sudah tiba. ia segera turun terlebih dulu diikuti Narendra.


" wah.. aku dengar kuliner Daerah Bali sangat enak kak.. ayo.." Herra menarik lengan Narendra dengan mengalukan pada lengannya untuk masuk kedalam.


Sambutan dari para pelayan terdengar penuh keramahan. Herra yang memang juga ramah, membalas dengan senyum manisnya.


" kakak, duduk disana.." Herra menunjuk tempat dimana dekat dengan kaca besar yang tembus pandang dimana nampak pemandangan laut yang begitu indah.


Narendra menyunggingkan senyum. meski ia sudah biasa makan disana, tidak dengan Herra yang sangat antusias. Narendra tak menolak, ia mengikuti Herra tanpa melepas tangannya yang bertaut pada jemari herra.


Narendra terus memperhatikan istrinya yang terus menatap indahnya laut dari jendela kaca itu. wajah sumringah dan penuh bahagia bisa terlihat disana. Melihat Herra bahagia Membuat hati Narendra terasa tenang dan damai.


pelayan datang dengan membawa buku menu dan menunduk hormat


" maaf tuan. mau pesan sekarang atau nanti ??" tanya pelayan itu.


Narendra hendak membuka suara namun sudah diserobot Herra.


" sekarang mbak.. mana buku menunya ??" Herra


" silahkan nyonya.." pelayan menyerahkan Buku menu pada Herra. segera Herra menerima dan membuka satu persatu.


" kakak mau pesan apa ??" tanya Herra sambil terus membuka satu persatu buku menu.


" apapun yang kau sukai Sayang.." balas Narendra.


Herra memanyunkan bibirnya dengan senyum didalamnya. dan dibalas pula dengan seringai oleh Narendra.

__ADS_1


" mbak menu spesial disini apa ya ??"tanya Herra pada pelayan.


Pelayan menjelaskan satu persatu menu andalan diresto itu dengan penuh kesabaran. Herra pun begitu serius mendengarkannya.


" em..kak, bagaimana kalau kita pesan semua menu baru disini ??" tanya Herra pada Narendra.


" apa kau mampu menghabiskan ??" goda Narendra.


" tentu saja habis..aku lapar.." balas Herra dengan semangat.


Narendra terkekeh dengan tingkah istrinya.


" baiklah.." Narendra menatap pelayan itu dengan tajam. "siapkan semua menu baru disini." perintah Narendra.


" baik tuan.. silahkan tunggu sebentar saja.. permisi.." pelayan itu segera undur diri.


Dan Herra tak melepas pandangannya dari melihat Pantai yang menampakkan ombak-ombak yang begitu indah jika dilihat.


Narendra merogoh ponsel dan mengirim pesan untuk Joy.


Setelah terkirim, Narendra memasukkan kembali ponsel miliknya disaku jasnya.


" kau mengabaikanku ??!!" tegur Narendra


"kakak.. aku hanya ingin menikmati pemandangan itu.. ya ampun, siapa yang punya resto sebesar dan sangat strategis begini.." puji Herra pada pemilik Resto itu


" memang kenapa ??" Tanya Narendra.


" aku hanya ingin tau orangnya seperti apa ?? tapi aku bisa tebak dia pasti pria tua yang sudah banyak pengalamannya, lihatlah kak semuanya sangat rapi dan begitu terencana.." Herra menunjuk beberapa furniture dan penempatan disana.


" kenapa harus pria tua sih ??!!" protes Narendra.


" maksudnya ??" Tanya Herra tak faham


pelayan datang dengan beberapa temannya yang lain, guna menyiapkan menu pesanan nyonya mereka. Narendra akhirnya mengurungkan niatnya mengatakan jika resto itu adalah miliknya dengan Joy.

__ADS_1


" wah.. cepat sekali.." puji Herra.


" nyonya tamu spesial disini.. kami akan utamakan.." balas salah satu pelayan..


Herra nampak begitu tergoda ingin cepat menyantapnya.


" silahkan tuan dan nyonya.. jika perlu sesuatu segera panggil kami." pelayan mempersilahkan dengan penuh sopan.


" terima kasih ..."balas Herra dengan senyum keramahaannya.


" kak.. ayo.. makan, ini terlihat enak.." ajak Herra dengan penuh semangat.


" bisa tunggu sebentar ?? ada yang akan datang "balas Narendra.


alis Herra bertaut. " siapa ??"


" kau melupakan kakak ??" Suara joy terdengar disana.


Herra menoleh kesamping dan senyumnya langsung terbit " kak Joy.."Herra terlihat bahagia.


Joy pun membalas dengan senyuman dan langsung duduk disisi Narendra.


" maaf tuan saya terlambat.."bisik Joy.


" kakak kemana saja ?? kenapa tidak menghubungiku ?? apa kakak melupakanku ??" Herra memberondong joy dengan banyak pertanyaan.


" sayang makan dulu ya.. tanya-tanyanya nanti lagi.." Ralat Narendra.


Herra mengangguk setuju dan segera memulai mengeksekusi makanan dihadapannya.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2