
bab 192
.
.
.
Hari terus bergulir, bahkan bulan pun telah berganti. tak terasa dua bulan sudah Narendra dan Herra berada Di Bali.
Siang itu, atas ijin Narendra. Herra jalan-jalan disebuah pusat perbelanjaan dengan ditemani sopir dan tanpa Narendra.
sebenarnya Narendra tak mau memberi ijin, tapi istrinya bukan wanita penurut sekarang ini, Herra akan marah jika Narendra tak memberinya ijin.
Nampak sekali raut wajah cerah dan bahagia pada Herra. apa lagi ia sudah membeli tas yang memang sejak dari rumah hendak ia beli, limitid edition.
" nona..tuan bilang jangan lama-lama.. setelah ini nona akan kemana lagi ??" tanya sopir yang terus mengekor dibelakang Herra dengan membawa paper bag berisi belajaan Herra.
" aku lapar pak. aku ingin makan dulu.." balas Herra.
" baiklah. setelah makan nona harus pulang, tuan bisa memarahi saya jika tidak segera membawa nona pulang.." Tutur sopir.
" makanya jangan jujur sekali padanya.. semenjak paman kembali, lihatlah suamiku itu..bahkan keluar saja harus ada waktunya.." gerutu Herra yang mempercepat langkahnya.
tak sengaja Herra melewati sebuah toko yanh bagi Herra sangatlah aneh.
__ADS_1
Seketika pula Herra berhenti dan memperhatikan isi didalam.toko itu.
sang sopir yang memang sudah berkeluarga sangat tau toko apa itu, ia hanya bisa mendegus pelan dan diam saja.
" pak Aidil, itu kenapa baju jaring dijual disini ??" tanya Herra pada sang sopirnya.
" ini memang toko khusus baju keramat nona." balas sopir.
" baju keramat ?? apa nama baju itu baju keramat ??" tanya Herra lagi.
" betul nona. banyak suami-suami yang menyukai istrinya memakai pakaian seperti itu.." terang pak sopir.
" berarti pak Aidil juga ya ??" terka Herra.
" selamat datang nona.. silahkan masuk dan memilih, kami punya model lingery terbaru...mari silahkan.." pelayan toko begitu ramah menyambut Herra yang sejak tadi memperhatikan toko itu.
" oh..maaf, sepertinya saya tidak tertarik.." balas Herra ragu-ragu. ia tidak mau sampai melukai perasaan pelayan toko itu.
" jika nona sudah bersuami baju dinas malam ini harus nona koleksi dirumah, jika ingin rumah tangganya tambah harmonis.." balas Pelayan toko.
" rumah tangga saya selalu harmonis tanpa baju seperti itu.." timpal Herra dengan polosnya.
Herra hendak pergi, namun dua wanita yang sudah separuh usianya masuk kedalam toko itu. saat berpapasan dengan Herra, tak sengaja Herra mendengar percakapan kedua wanita itu.
" kau.harus gunakan Lingery ini agar suamimu betah dirumah.. " ucap salah satu wanita.
__ADS_1
" kau benar. Jika pelakor bisa memakainya aku juga harus bisa."balas yang satunya.
" lagian kau ini bagaimana, baju dinas aja sampai tidak punya !!? baju ini kau harus punya dirumah. membahagiakan suami yang utama sebelum suami kita diambil pelakor "tutur wanita itu dengan gaya khasnya.
Herra terhenti seketika. lalu menoleh kearah dua wanita yang sudah separuh baya itu.
Kedua wanita itu memilah satu persatu. Herra yang cukup penasaran segera mendekati dua wanita itu.
" permisi bu," sapa.Herra.
kedua wanita itu menoleh dan menatap Herra. "ada apa ??"
" em..saya mau tanya. apa baju itu harus kita miliki jika sudah berrumah tangga ??" tanya Herra ragu-ragu.
Kedua wanita itu saling tatap dan seketika tawa mereka pecah memenuhi isi toko.
mereka pasti mengira Herra adalah pengantin baru yang masih polos dan lugi.
Herra dibuat kebingungan dengan respon dua wanita dihadapannya.
.
.
.
__ADS_1