You Are Only Mine

You Are Only Mine
Kesal


__ADS_3

bab 49


.


.


.


Dirya uring-uringan tidak karuan saat kembarannya belum juga datang. mitting sudah akan dimulai sedangkan bahan mitting semua dibawa oleh draka.


" apa iya dia kesiangan ?? tapi itu tidak mungkin.." gerutu Dirya seraya membuka ponselnya kembali. namun saat sudah menempelkan ponsel ditelinganya sosok yang ditunggu sudah berjalan kearahnya.


" nah itu dia !!" Dirya berlari menghampiri Draka.


" kau kemana saja ??!! mitting sudah mau mulai.!!" omel Dirya.


" maaf. macet tadi. ayo.." Draka tak menghentikan langkahnya dan langsung masuk, meski nampak kesal Dirya hanya bisa mengikuti saja. biar bagaimana pun klien lebih utama.


saat kedua pria tampan itu masuk, Semua menunduk memberi hormat, Dirya dan draka yang sangat ramah pada siapapun menjadi primadona semua kolega kerjanya. bahkan cara kerja yang selalu diimbangi dengan candaan membuat klien mereka tidak pernah bosan. itulah mengapa, perusahaan Raksasa milik Revandra semakin berkembang.


.


.


.


Joy menancapkan pedal gasnya, ia sedikit kesal sebab karna mengurusi Candrika ia sampai mengabaikan panggilan Narendra. entah apa yang akan terjadi nanti, bahkan Joy sendiri tidak bisa membayangkan.


apa lagi saat Yus mengabari jika narendra menyuruh mereka menangkap Granda, hal itu sangat diyakini Joy jika Narendra tengah dalam keseriusan.

__ADS_1


Dengan cepat Joy turun saat sudah tibs diHotel berbintang dimana adik dan bosnya itu bermalam.


bersamaan dengan itu, Narendra dan Herra juga keluar dari hotel.


" kakak !!" panggil Herra saat melihat joy berjalan menuju pintu masuk.


Joy yang hafal suara Herra langsung mencari sumber suara itu.


buru-buru Joy menghampiri sang adik, Herra langsung memeluk sang kakak.


" kakak tidak menginap disini ya ?? sejak semalam aku mencari kakak ??!" Herra memberondong Joy dengan banyak pertanyaan.


"maaf, kakak harus pulang. ada sesuatu yang harus kakak selesaikan." balas Joy berusaha tenang.


Sementara Narendra hanya melipat kedua tangannya dengan wajah tak bersahabat yang dilayangkan Pada Joy.


Joy yang sangat mengerti watak Narendra segera menghampiri Narendra.


" jangan seformal itu !! kau kan kakak iparku !!" balas Narendra sekenanya.


lalu berjalan melewati Joy dan menggandeng lengan Herra menuju mobil dimana Joy memarkirkannya.


Joy hanya dapat mengekor dibelakang sepasang pengantin baru itu.


.


.


" kak, kita berangkat pukul berapa ??" tanya Herra saat sudah didalam mobil.

__ADS_1


"sekitar pukul 3 sore Her, maaf tuan saya tidak membaca pesan tuan sejak semalam." Joy melirik Narendra dari kaca spion.


" jika saja bukan kakaknya Herra aku pasti sudah memarahinya !!" gerutu Narendra.


Herra merasa tidak enak lalu menatap Narendra yang membuang wajahnya kesisi lain.


" kak Naren marah pada kak joy ?? apa kesalahannya fatal ??" tanya Herra seraya memberanikan diri memegang lengan Narendra.


" Tidak. aku tidak marah." balas Narendra dengan singkat dan masih belum menatap Herra.


Herra menggigit bibir bawahnya berusaha membujuk suaminya. "kak.." Herra mendekatkan tubuhnya hingga bersandar dilengan Narendra. suara manja Herra benar-benar membuat Narendra ingin memeluk istrinya itu.


perlahan Narendra menatap Herra yang berekspresi begitu menggemaskan.


cupp !!


Herra sangat terkejut bercampur malu, Narendra menciumnya secepat kilat, bukan karna posisi mereka, namun karna didepan ada joy yang pasti melihat semua itu.


" aku tidak apa-apa sayang.." ucap Narendra


Wajah Herra bersemu merah layaknya tomat matang, ia seketika tertunduk saat rasa malu.begitu menghimpit hatinya.


sementara joy hampir saja protes, namun saat sadar herra adalah istri bosnya Joy hanya dapat mendegus dengan kesal. segala umpatan keluar dari hati joy bosnya pandai sekali memanfaatkan keadaan. tapi setelah menyadari semua itu, Joy sedikit tersenyum tipis, setidaknya adiknya diperlakukan dengan baik dan hangat oleh bosnya.


"semoga keputusanku memilih Tuan Narendra adalah tepat. Herra semoga kau selalu bahagia."batin Joy dalam hati.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2