You Are Only Mine

You Are Only Mine
terima kasih


__ADS_3

bab 176


.


.


.


Cukup lama, Narendra dan Dirya berkendara. hingga mereka tiba dimarkas besar sang papa. alis Dirya terus bertaut dengan apa yang akan terjadi. kenapa kakaknya membawanya kesana ??


dirya juga bisa melihat anak buah sang papa yang berjajar rapi dengan senjata masing-masing. terlihat mereka semua tengah bersiap berperang.


" kak. kenapa kau membawaku kesini ??" tanya Dirya.


Narendra menghentikan mobilnya. dan segera turun. " ayo turun. papa sudah menunggu kita."


" kak papa pasti akan memarahiku karna membiarkan mama dan kakak ipar..-"


" Dirya, !!! hentikan ocehanmu !!" tegur Narendra dengan serius.


Dirya akhirnya mengalah, entah apa yang akan terjadi nanti didalam.


Samar-samar telinga Dirya bisa mendengar suara sang mama. hingga saat mereka tiba didalam, netra Dirya bisa melihat sang mama beserta kakak iparnya sudah duduk bersama disana.


" mama.." panggil Dirya. memastikan.


mama Nada menoleh dan langsung menghampiri dua putranya.


" kalian sudah kembali..ya ampun.. ada apa dengan kalian ??! Naren.. kau terluka ??!" mama Nada begitu kawatir dan cemas.


" mama tenang saja aku tidak apa-apa.." balas Narendra.


" mama.. baik-baik saja kan ??" tanya Dirya dengan mata berkaca, ia fikir mamanya sudah dibawa Torik.


" mama baik sayang... kau yang tidak baik..lihatlah, bibirmu.." ucap mama Nada dengan memegangi bibir Dirya yang masih terlihat sisa darah.


Dirya langsung memeluk sang mama dengan erat. kelegaan bisa ia rasakan. ternyata papanya telah bertindak lebih dulu.

__ADS_1


Herra pun juga langsung memeluk Narendra dengan erat.


" aasstt..!!" desis Narendra saat luka dilengannya tersentuh Herra.


" kenapa ?? sakit sekali ya ?? aku obati ya ??"tawar Herra dengan.mimik wajah kawatir.


senyum tipis terlihat diwajah Narendra. dengan cepat Narendra mengangguk agar diperhatikan istrinya. Herra menggiring Narendra untuk duduk.


" duduklah dulu aku ambilkan obat." pinta Herra. patuh Narendra dengan setia menanti Herra mengambilkan obat untuknya.


Dirya juga digiring mama Nada agar duduk.


"ma. papa mana ??" tanya Dirya saat sadar sang papa tidak ada disana.


" papamu sedang diruangannya. kenapa ??" tanya Mama Nada.


Dirya terdiam, ia sangat ingat jika papanya tidak mau membantu dirinya. bahkan papanya menentang keras niat Dirya yang hendak melepaskan Qiara.


" kau kenapa sayang ??" tanya mama Nada yang menyadari putranya tengah ada fikiran.


"tidak ma.. aku tidak apa-apa.." balas Dirya berusaha biasa saja.


" sayang.. aku tidak menyangka kau cantik sekali sekarang ." puji Narensdra.


" berarti kemarin-kemarin aku jelek ??!!" balas Herra.


" bukan begitu.. kau cantik dari dulu.. tapi kau lebih cantik sekarang..rasanya aku ingin menciummu terus.." ujar Narendra.


Herra hanya tersenyum.menanggapi ucapan suaminya.


" bagaimana kau terluka ?? apa kau melawan orang jahat ??" tanya Herra saat sudah selesai mengobati luka Narendra.


" tidak juga. kau jangan berfikir macam-macam." Narendra menarik Herra hingga Herra terjerambah didada Narendra.


" kak.. ada mama dan Dirya.." protes Herra dengan mendorong dada Narendra.


" biarkan saja.." timpal Narendra

__ADS_1


" Kalian sudah datang !!!" suara barito papa Revandra membuat semuanya menatap kearah sumber suara itu.


nampak papa Revandra bersama Kennan dan dua asistennya berdiri tegap dengan setelan blazer hitam.


" Vandra.. kau yakin kita akan bertarung lagi ??" bisik Kennan.


" kau takut ??" ejek Papa Revandra.


" bukan takut. hanya saja usia kita kan sudah tidak muda,..-"


" jika takut diamlah disini.!!" Ralat Papa Revandra yang berjalan mendekati mama Nada, Dirya dan Narendra.


" kita akan bergerak malam ini. sebelum Torik menyerang kita, kita dulu yang harus menyerang mereka !! persiapkan diri kalian !!" ucap papa Revandra dengan lantang.


Perlahan dirya bangkit dari duduknya, apa ia tidak salah dengar.


" pa.." panggil Dirya lirih .


" jika kau mau membuktikan, kau harus bisa melumpuhkan Torik dihadapan papa." kata papa Revandra.


Senyum Dirya terbit seketika. ia mendekati papa Revandra dan memeluknya dengan erat.


" terima kasih.. terima kasih.." gumam Dirya penuh haru. ia sudah salah menilai sang papa.


" katakan nanti saat kau berhasil melumpuhkan pria itu. dapatkan tanda tangannya agar Qiara resmi bercerai darinya." perintah papa Revandra.


Dengan pasti Dirya mengangguk.


Semua nampak bahagia dengan apa yang dilihat.


Herra bahkan sampai menitikkan air mata, "lihatlah dia sama sepertimu dulu saat berseteru dengan papa.."


" iya. dan hebatnya papa, papa tidak pernah membiarkan anak-anaknya sendiri.." balas Narendra yang merengkuh pundah Herra.


Narendra sadar sekali, dulu ia sangatlah egois dan selalu menentang papanya. nyatanya, papa Revandra tak pernah meninggalkan anak-anaknya. bahkan sampai tuapun papa Revandra tetap menjadi perisai bagi semua pputra putrinya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2