You Are Only Mine

You Are Only Mine
Oh..ternyata


__ADS_3

bab 188


.


.


.


Dirya menatap dua orang dihadapannya yang menertawakan dirinya.


" kalian sudah selesai ya.." suara manja wanita terdengar. Dirya pun menoleh kebelakang, dan nampak wanita seksi menghampiri Qiara dan dokter laki-laki itu.


" sayang.. kau kemari.." balas Dokter Aldy yang langsung memeluk wanita itu.


Qiara menyingkir dan mendekati Dirya yang sudah faham siapa wanita itu. Qiara tersenyum senyum seraya menatap Dirya seolah mengejek kekasihnya itu.


" Pak direktur. perkenalkan ini istri saya. kami baru menikah beberapa bulan yang lalu. sayang perkenalkan dia direktur RR GENERAL, calon suami suster Qiara." dokter Aldy memperkenalkan.


" oh ya.. wah suster kau beruntung sekali.." balas wanita itu.


" nona bisa saja.." tambah Qiara.


" kalau begitu kami permisi tuan." pamit wanita itu yang bergelayut manja pada dokter Aldy.


Qiara pun membalas dengan penuh sopan. seraya menatap kepergiaan Dokter atasannya.


" kenapa tidak bilang dia sudah beristri ??!!" ujar Dirya.


" untuk apa ?? aku juga akan segera menolak kalau aku dipekerjakan yang masih lajang. bukankah itu yang kau mau ???" Tutur Qiara

__ADS_1


Dirya menyunggingkan senyum. "kau kekasih terbaik. uh !! pengen peluk !!"


" eettss !! belum boleh." Qiara berjalan lebih dulu dan dirya hanya terkekeh dengan berlari menyusul Qiara. dengan kejahilannya yang menghoda Qiara dengan menarik baju Qiara dari belakang.


candaan mereka memenuhi lorong dengan saling kejar. terlihat cukup bahagia.


.


.


.


Narendra dibuat pusing dengan pamannya. Gara-gara ada Kennan, Herra lebih sering pergi bersama Kennan, karna Kennan memberikan ijin untuk Herra yang ingin kemanapun.


dikantor, Narendra hanya uring-uringan tidak jelas, bahkan diruang mitting, dia sampai memarahi beberapa karyawan yang selama ia tinggal malah lalai dalam pengolahan produknya.


Joy yang bisa tau adik iparnya tengah tidak nyaman segera membuatkan kopi dan membawanya keruangan Narendra.


" Joy. kau bisa tidak mengusir pamanku ??" tanya Narendra sekenanya. apa lagi saat ia melihat sang istri mengirim gambar candaannya bersama Kennan.


" maksudnya ??" tanya Joy balik.


" ya menyuruhnya kembali !! kejakarta atau bagaimana gitu !! Herraku pergi terus dia tidak istirahat dirumah, karna paman mengajak Herra jalan-jalan. Herra kan suka sekali ." celoteh Narendra penuh frustasi.


Joy ingin tertawa, namun masih ia tahan. itu bukanlah alasan yang masuk akal. Jelas sekali Adik iparnya itu tengah cemburu, sangat tidak jelas kan masak cemburu dengan pamannya sendiri.


" tapi kita tidak punya alasan yang tepat tuan." balas Joy.


" ya difikirkan dong Joy !!!" timpal Narendra yang sudah menghabiskan langsung kopi itu hingga tandas.

__ADS_1


" minta bantuan tuan besar saja. sepertinya tuan besar cukup bisa melakukannya."saran Joy.


Tatapan Narendra nampak tak suka."dan kau mau aku diejek papaku, begitu ???"


" bukan tuan.. maksud saya...-"


" ah sudahlah !! keluar sana !!! aku mau segera menyelesaikan ini dan menyusul Herra !!" Narendra menyela ucapan Joy.


patuh.Joy pun segera keluar, ia tidak mau menjadi sasaran omelan tidak masuk akal bos sekaligus adik iparnya.


.


.


.


" aaahhh.. ini segar sekali paman.." ucap Herra yang menikmati minum es kelapa muda dipinggir pantai. lengap dengan setelan pantai serta kaca mata yang bertengger dimatanya.


" kau tau anakku, pasti Narendra sedang kebakaran jenggot beberapa hari ini.." kata Kennan seraya memposisikan dirinya bersandar.


" biarkan saja. lagian itu sangat aneh sekali, masa iya dengan pamannya cemburu." balas Herra yang masih setia menikmati kelapa mudanya.


" bukan aneh anakku, itu karna cintanya untukmu begitu besar. Sifat dan tingkah Narendra itu sebelas duabelas dengan papanya." tutur Kennan.


Herra memperhatikan paman suaminya yang menatap kelangit meski sinar matahari nampak.terik siang itu.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2