You Are Only Mine

You Are Only Mine
Bercerita


__ADS_3

bab 51


.


.


.


Narendra sudah tiba dirumah sang mama. bersamaan dengan sang kakak yang baru keluar. nampak sekali jika sang kakak tengah akan pulang.


"dasar anak nakal, baru saja kemarin menikah, istri sudah ditinggal terus !!" omel.Zakia


" urusan pekerjaan kak !!" balas Narendra.


"pekerjaan apa dijakarta ?? kolegamu lagi ??!! atau jalangmu lagi ??!!" tuduh Zakia.


Narendra hanya menggelengkan kepala dan melewati sang kakak untuk masuk kedalam rumah, melawan ocehan kakaknya tidak akan menang bagi Narendra.


" kakak ipar urus dia ya" bisik Revandra saat didekat Rans.


" hey aku sedang bicara Narendra !!" protes Zakia.


Rans yang menutupi seringainya hanya merengkuk pinggang istrinya."sudahlah ayo pulang. kau bilang mau kerumah sakit.."


" kau juga. malah sekongkol dengan dia !!" omel Zakia dengan menatap taj Rans.

__ADS_1


Keduanya beriringan melangkah menuju mobil mereka.


.


.


Sementara Herra dibawa Nada kesebuah kamar yang dulu ditempati Narendra sewaktu muda.


" ini dulu kamar Naren sewaktu masih Kecil hingga SMA. setelah lulus dan kuliah, dia sudah tinggal sendiri." cerita Nada.


Herra meneliti isi kamar yang begitu terawat dan sangat rapi.


disudut terdapat rak yang berisi semua foto Narendra sejak bayi, hingga dewasa. namun lebih terlihat banyak foto bayi yang ada disitu.


Itulah yang menjadi pusat perhatian Herra, hingga Herra begitu ingin melihat dari dekat.


" apa ini gambar kak Naren ma ??" tanya Herra.


" iya sayang. ini Narendra sewaktu baru lahir." balas Nada yang mengusap gambar itu dengan mata berkaca.


" Mama menyimpan semua ini dengan rapi. apa semua kamar termasuk kamar dirya dan Draka juga ada foto masa kecil seperti kak Naren ini ma ??" Herra melayangkan kembali pertanyaan.


" tidak sayang. banyaknya foto bayi hanya disini, dikamar Naren." balas Nada seraya menatap Herra.


" kenapa ma ??" ragu-ragu Herra bertanya kembali.

__ADS_1


Nada menggiring herra duduk ditepi ranjang. kemudian Nada mengeluarkan album foto dari laci nakas disisi ranjang.


Nada membuka Lembar demi lembar dimana semua terisi gambar Narendra sewaktu kecil.


" mama menyimpannya karna dulu mama tidak bisa melihat Narendra yang baru lahir dan tumbuh."terang Nada.


Herra seakan tidak mengerti lalu menatap mama mertuanya.


" Narendra lahir diwaktu yang kurang bulan disaat mama mengalami kecelakaan, dimana mama harus koma selama satu tahun sayang. selama itu Narendra hanya diasuh Papa mertuamu dan paman Darren serta bibi Nurra." terang Nada seraya mengingat saat-saat dimana ia berjuang untuk hidup.


Herra amat terkejut. ini masa lalu yang menyedihkan yang belum pernah Herra dengar.


"makanya mama begitu menyanyangi Naren. sebab papanya berkata, dulu Naren bahkan tidak langsung menagis saat dilahirkan..seharusnya dia mendapat dekapan kehangatan mamanya, tapi tidak ia dapatkan di masa bayinya." Nada berkata demikian seraya menitikkan air mata.


Herra menelan ludahnya saat tersadar sang mertua menitikkan air mata. "ma.. sudah ya jangan diingat lagi.. maaf Herra terlalu ingin tau.."Herra berusaha menenangkan mertuanya.


Nada menggenggam jemari Herra dengan kuat dan menatap Herra.


" mama tau kau menikah dengan Narendra atas permintaan kakakmu, mama tau kalian belum saling mencintai, kau wanita berhati malaikat sayang, bahkan kau pertaruhkan masa depanmu hanya demi menolong Narendra yang terus kusuruh menikah, semua mama tau. mama berusaha egois dengan tak mempercayai kebenaran ini, dan mama sangat berharap kau bisa membuka hati untuk Narendra dan begitupun sebaliknya." ucap Nada dengan sepenuh hati.


Herra kembali dibuat terkejut. mertuanya sudah tau semuanya, bahkan tau dengan detail rahasianya. Lidah Herra seolah kelu mau menjawab apa, rasa bersalah karna membohongi orangtua begitu menyelimuti hati Herra.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2