You Are Only Mine

You Are Only Mine
penyerangan 2


__ADS_3

bab 181


.


.


.


Darah segar mengalir dari pundak sisi kanan Herra dan Dengan jelas Narendra bisa melihat semua itu.


matanya membulat bak bola dengan memerah dan dipenuhi cairan bening.


Pistol yang berada ditangannya terjatuh seketika.


"Ka..kak.." panggil Herra lirih saat kesadarannya mulai hilang.


Narendra berlari seketika dan langsung menangkap tubuh Herra yang hendak terjatuh.


" sa..sayang..sayang.. bertahanlah kumohon.." ujar Narendra dengan suara gemetar.


" ma..ma..ma..ma.."balas Herra seraya meringis kesakitan.


dari sela paha Herra tiba-tiba mengalir darah segar yang cukup banyak.


" Naren..Herra pendarahan.." ucap mama Nada dengan kawatir.


Narendra kalang kabut dengan rasa kawatirnya.


" apa..apa yang terjadi sayang.."


" ma..maaf.." Balas Herra yang akhirnya kehilangan kesadaran.


Dirya yang melihat Torik menggunakan kesempatan untuk memaksa Qiara segera melemparkan Belatinya dan tepat mengenai Punggung Torik.


" kau tidak akan bisa kabur brengsek !!" pekik Dirya


jleebbb !!!


" akkhhh !!! brengsek !!" umpat Torik.


seketika anak buah Torik yang kuat segera menyerang Dirya.


papa Revandra dan Darren serrta kennan pun langsung ikut membantu. anak buah papa Revandra dan Romi serta Yohan membereskan anak buah Torik yang lain.


" kak.. tolong bawa istriku.." ucap Narendra pada Rans.


Rans pun segera mengangguk.


Romi berlari mendekati semuanya. "lebih baik kalian semua segera pergi." Rans melempar kunci mobil pada putranya. "Andika, bawa mereka semua !!" perintah Romi.

__ADS_1


" baik pa.." Andika segera berdiri dan membantu sang mama, diikuti mama Zenna dan Amara, Sementara Rans langsung menggendong herra, dibantu zakia dan juga mama Nada.


Romi segera memberi jalan dan perlindungan untuk keluarganya dengan menghalau para anak buah Torik yang berusaha menghalangi.


Nafas Narendra memburu dengan emosi yang akan meledak, apa lagi saat teringat Peluru yang mengenai pundak sang istri, bahkan darah yang keluar terus saja ternging dikepalanya.


Narendra menatap Torik yang terus menyeret Qiara untuk keluar dari rumah itu dengan tajam dan penuh kebencian.


"biadap !!! aku akan membunuhmu " Gumam Narendra yang dengan tepat dan cepat melangkahkan kakinya.


" cepatlah Qiara !!!" Torik sudah tak sabar, ia sudah mulai gugup sebab anak buahnya yang paling kuat sudah tumbang semua.


"sakit Torik.. " rintih Qiara saat rambutnya tertarik oleh Torik.


dagg !!


Torik terjerambah kedepan saat Narendra melayangkan tendangan dari belakang.


" sial !!" umpat Torik seraya membuang ludahnya.


Ia pun menatap Narendra yang juga menatapnya dengan penuh kemarahan.


" beraninya kau melukai istriku," ucap Narendra dengan suara datar.


" ha..ha..ha..kau mau marah ?? silahkan.." ejek Torik.


Narendra tak berkata lagi. ia melangkah maju menyerang Torik membabi buta. bahkan torik samapi dibuat kuwalahan dengan kekuatan narendra saat itu.


dagg !!


dagg !!


dagg !!


" aakhhh !!!" Torik memekik saat tangannya dipelintir Narendra dengan kuatnya.


namun Torik tak kalah akal, ia pun melakukan tipuan serangan hingga ia menyerang Narendra dengan melayangkan tendangan memutar.


tepat mengenai wajah Narendra. sedikit darah terlihat disudut bibir Narendra namun seakan sudah kehilangan rasa sakit, Narendra hanya mengelap bercak darah itu lalu kemudian berlari menyerang Torik lagi.


" sialan anak ini !!" umpat Torik yang segera meriah belati disakunya guna melawan Narendra.


"kita lihat apa kau akan tenang seperti itu saat terkena belatiku.." Ejek Torik yang langsung melayangkan serangan pada Narendra menggunakan Belatinya.


srett..


srett..


sreett..

__ADS_1


dua kali Narendra harus terkena sayatan belati disisi lengannya. namun seperti tadi, seakan rasa sakit sudah tidak ada, kekuatan Narendra Tak berkurang sedikitpun. hingga ia menendang dengan cukup kuat Pada dada Torik.


daggg !!!


" aakjhhh !!!" Torik terpelanting sedikit jauh dan terjatuh.


Nafas Narendra memburu dengan cepatnya.


Dirya yang melihat sang kakak sudah berdarah segera berlari menolong.


" kakak.. lenganmu !!"


" habisi dia Dirya, aku harus menemani istriku." ucap Narendra dengan sangat serius.


ia pun langsung memutar tubuh dan berlari keluar, Diotak Narendra hanya memikirkan keadaan sang istri saja.


Torik perlahan bangkit dan melempar belati pada Qiara yang sudah akan dibawa Yohan keluar.


" kau juga tidak akan memilikinya Sialan !!" umpat Torik.


dorr !!!


Namun torik kalah cepat,lengannya sudah diberi timah panah oleh Dirya hingga lemparannya harus meleset.


" aku akan meneruskan kemarahan kakakku pria brengsek !!!" Ujar Dirya yang berlari menghajar Torik dengan membabi buta.


Torik sudah tak berdaya.apa lagi rasa sakit akibat tembusan timah panas dari Dirya, ia kini sudah babak belur dengan luka disekujur tubuhnya.


Papa Revandra melipat kedua tangannya ia cukup bangga melihat kedua putranya bisa seberingas itu saat wanita yang dicintai mereka terluka.


" ternyata buah jatuh tidak jauh dari pohonnya ya.." ucap.kennan.


" iya.. jiwa mafiaku tetap turun pada mereka.." balas Papa Revandra.


" aahh.. keponakanku..punggungku terasa sedikit kaku sekarang.." ujar kennan.


" cih.. kau sudah tua Ken..hiduplah dipanti jompo sana !!" ucap papa Revandra yang memilih pergi keluar. meninggalkan putranya sebab sudah tak ada lagi yang mengancam Dirya, papa Revandra membiarkan Dirya melakukan apa tugasnya sendiri.


" Revandra !!! kau adik ipar yang gila !!" umpat Kennan dengan kesal.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2