
bab 17
.
.
.
Narendra memarkirkan mobil tepat didepan rumah sakit. dengan cepat pula ia segera turun.
" Naren cepatlah !!! mama tidak sadar !!!" Panik Zakia yang memangku sang mama
" sus !! pasien darurat !!" teriak Narendra kepada siapa saja perawat yang terlihat. sambil berlari membukakan pintu.
Dari arah lorong nampak Candrika bersama Beberapa perawat berlari membawa brankar guna untuk membawa Nada.
Narendra dengan sigap meletakkan tubuh sang mama keatas brankar, suster langsung membawa Nada berlari menuju IGD guna mendapat penanganan.
" Terima kasih sudah tepat waktu.." ucap Zakia.
" Kakak tenang saja..Bibi akan segera aku tangani. Apa kakak akan ikut masuk ??" tanya Candrika pada Zakia. sesama dokter.
" tanganilah, kau lebih ahli penyakit dalam." ucap Zakia. wajahnya yang nampak kawatir benar-benar menyedihkan.
Candrika mengangguk lalu segera masuk kedalam ruang IGD.
" selamatkan mamaku Cand " ujar Narendra.
__ADS_1
" tenanglah kak.. bibi memang sering seperti ini.." balas Candrika mencoba menenangkan sembari menutup pintu IGD.
Zakia terduduk dikursi dengan lemas begitupun dengan Narendra.
" sekarang kau baru percaya ?? mama sakit Naren.. aku tidak pernah membual !!" kata Zakia masih dengan menutup wajahnya dengan kedua tangan.
Narendra membuang nafas dengan kasar. menyesal, hanya itu yang kini ia rasakan. seharusnya ia tidak berdebat dengan Zakia dihadapan sang mama .
Dering ponsel Narendra terus terdengar. meski malas Narendra tetap menerimanya.
" ada apa joy ??"
" tuan, ada kolega kita yang ingin bertemu anda disini. apa harus saya atur waktunya ??" terang Joy.
" lain kali saja joy.. Mamaku dirumah sakit."balas Narendra lirih.
Narendra tak menjawab, ia langsung mematikan panggilannya.
.
.
Revandra berlari menyusuri lorong, saat tiba dirumah ia diberitau pelayan jika istrinya dibawa kerumah sakit. Rasa kawatir dan takut langsung menyusup dalam diri Revandra. apalagi, Nada mengalami Pembengkakan pada jantungnya. Semua kemungkinan terus berputar diotak pria paruh baya itu.
Dengan sigap Revandra mempercepat langkahnya hingga terlihat berlari.
Degan nafas memburu netra Revandra memutar mencari dimana keberadaan istrinya, dan Revandra sudah bisa melihat Kedua anaknya yang duduk berdampingan disisi ruang IGD yang sudah dipastikan sebagai tempat Nada ditangani.
__ADS_1
" bagaimana keadaan mama kalian ??" tanya Revandra saat sudah dekat.
" papa " Gumam Narendra
" mama anval lagi pa.." balas Zakia sambil menunduk.
" apa ??bagaimana bisa ?? apa yang terjadi ??" tanya Revandra. Nada tidak akan mengalami hal seperti ini jika tidak mengalami syok berlebih.
" maafkan Naren pa.. semua karna Naren.." ucap Narendra dengan pelan.
Revandra menautkan alisnya "kau ??"
Narendra mengangguk pelan membenarkan.
" kau menolak keinginan mamamu lagi ?? kau mau melihat mama seperti ini ?? inilah yang terjadi saat kau pergi begitu saja beberapa tahun lalu Naren.. mamamu sampai harus dirawat berapa bulan karna egoismu itu ??!!" Ujar Revandra masih dengan suara pelan namun penuh penekanan.
" mamamu hanya ingin disisa usianya, bisa melihat kau menikah dengan wanita baik-baik. kau adalah berlian mamamu Naren, otak mamamu hanya penuh dengan kau Naren ?!! bahkan rasa sayang mama untukmu melebihi yang lain... hanya mewujudkan satu permintaannya saja kau tidak mau ?? itukah kesuksesanmu yang selalu kau banggakan??!!"tambah Revandra dengan menitikkan air mata.
Narendra semakin tertampar didalam hati dan semuanya.begitupun dengan Zakia yang ikut menitikkan air mata, Zakialah yang tau kenapa sang mama amat menyayangi Narendra.
Revandra mendekati pintu kaca IGD yang masih setia tertutup, Hanya panjatan doa yang terus ia keluarkan dari bibirnya, Untuk keselamatan Nada, istri tercintanya.
.
.
.
__ADS_1
.