You Are Only Mine

You Are Only Mine
You are only mine


__ADS_3

bab 106


.


.


Narendra menang banyak saat ia mengambil kesempatan mengarakan wajah pada Herra hingga yang dicium Herra adalah bibir Narendra.


Herra tersentak dan hendak menarik kepalanya. namun dengan cepat pula Narendra meraih tengkuk leher Herra guna memperdalam ciumannya, setelah mengatur setelan dimobil pintarnya.


Dan keduanya larut dalam ciuman yang penuh kehangatan didalam mobil.


Sesaat herra baru sadar mobil masih terus berjalan. sontak Herra mendorong Dada Narendra.


" kakak !! kalau kita jatuh bagaimana ??!!?" protes Herra dengan suara meninggi.


Bukannya ikut panik, Narendra malah tersenyum. ,"tenanglah sayanng..mobilnya tau kok jalan pulang.."


"kakak fikir aku bodoh ??!!mana ada mobil.bisa jalan sendiri !!?" balas Herra.


narendra memegangi kedua pipi Herra karna gemas. "baiklah perhatikan ini.." Narendra menunjukkan sebuah tombol dihadapannya.


" jika kita tekan ini mobil akan berjalan otomatis sendiri, dia juga akan menepi jika didepan kita ada kendaraan lain." Narendra menjelaskan dengan penuh sabar.


Herra dibuat kagum dengan desain mobil suaminya. ia tak pernah berfikir atau memikirkan jika suaminya memiliki mobil pintar seperti difilm-film.


" apa semua mobil kakak seperti ini ??" tanya Herra.


" tentu saja tidak. aku hanya punya satu dan kakakmu joy juga punya. kami dulu membelinya bersama."terang Narendra.

__ADS_1


Herra mengangguk.pertanda mengerti.


" jadi bagaimana ?? mau dilanjut ??" goda Narendra dengan menaik turunkan alisnya.


" kakak !!!" Herra memukul pundak Narendra karna terus menggodanya.


tawa Narendra pecah seketika memenuhi seisi mobil. melihat wajah Herra yang begitu menggemaskan saat digoda olehnya.


.


.


Malam bertambah larut, Herra dan Narendra sudah tiba dirumah. keduanya kini tengah berbaring dengan posisi Herra bersandar didada bidang Narendra.


sesuai janji, Narendra menceritakan siapa sebenarnya sang papa pada istrinya, dan bagaimana bisa sang papa memiliki banyak anakbuah. bahkan memiliki pesawat pribadi.


" ya ampun.. papa Revandra itu mafia.." ujar Herra terlontar juga.


" itu dulu.. sekarang papa sudah pensiun. tapi anggota mafianya tetap ada dan masih beroperasi. asisten papa yang mengelolahnya sekarang. tapi menurut mereka papa tetap pimpinan." terang Narendra.


" pimpinan mafia..pasti papa sangat keren dulu ya.. pandai bela diri,"puji Herra.


" kenapa memuji papa ??!" protes Narendra seraya menudukkan wajahnya menatap Herra dengan tatapan mengintimidasi.


" memangnya tidak boleh memuji papa mertua sendiri ??" Balas Herra yang juga menengadah menatap Narendra.


"tentu saja tidak boleh !!!? kau istriku kau dilarang memuji pria lain.."ucap Narendra


" pria lain ?? aku memuji mertuaku sendiri ??!! memang mertuaku pria lain ??!" balas Herra tak mau kalah.

__ADS_1


" ya pria lain !! dia kan suami mamaku,?!" Narendra terus menjawab.


" tetap saja dia mertuaku ??!!" Herra kembali menimpali


Narendra yang gemas menarik Herra agar mendekatkan wajah mereka dan meraup bibir Herra dengan tiba-tiba.


" aku akan terus mencium bibirmu ini kalau sampai kau berani menyebut atau bahkan memuji pria lain, termasuk papa dan adik kembarku, karna kau hanya milikku, you are only mine because I Love you" ujar Narendra saat pangutan terlepas dengan mata tak lepas menatap Herra.


dengan nafas terengah-engah Herra tersenyum bahagia, tak ada yang bisa diutarakan saat ini, hanya rasa syukur karna telah dipertemukan dengan pria yang amat mencintainya.


Dengan inisiatif sendiri, Herra meraup bibir Narendra dan ********** penuh Cinta.


mendapat serangan mendadak dari sang istri membuat Narendra begitu bersemangat dan bahagia. ia mengikuti permainan sang istri yang bermain sesuka hatinya.


hingga dengan beraninya Herra mendorong tubuh Narendra agar terlentang diatas ranjang, dengan Herra diatasnya.


" sayang kau..-"


" suutt.. malam ini aku yang akan bermain.." ucap Herra menyela ucapan Narendra.


Narendra senang bukan kepalang, ia segera mengangguk dan Herra bagai berubah menjadi rubah kecil yang lincah. ia memulai dengan terus beradu ciuman dengan Narendra.


malam syahdu penuh bahagia dan Cinta, kamar yang semula dingin dengan adanya AC nyatanya tak bisa menembus hawa panas yang ada pada tubuh Herra serta Narendra.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2