You Are Only Mine

You Are Only Mine
Menjemput Herra


__ADS_3

bab 33


.


.


Sembari menyetir kembali, Candrika begitu merasa aneh dengan pria yang telah menolongnya. bahkan bertanya atau mengatakan sepatah kata saja tidak, Malah berbalik dan menyuruh sopirnya menolong Candrika dan meninggalkan sopir serta candrika begitu saja. Padagal selama ini semua pria yang mengenal Candrika begitu sangat mencari perhatian dan selalu menggodanya, tak dipungkiri, Candrika memang cantik, hingga banyak pria yang begitu ingin menjadi kekasihnya.


" pria yang sangat dingin.." gumam Candrika yang kembali menancapkan pedal gasnya.


.


.


Sementara Joy memarkirkan mobilnya dihalaman rumah Zakia dan langsung turun. hari itu ia berniat menjemput Herra dan mengajak Herra tinggal kembali diapartemen mereka.


" permisi. Nona Zakia ada ??" tanya Joy pada pelayan yang membukakan pintu untuk mereka.


"ada tuan. silahkan masuk." ajak.pelayan dengan sopan.


Joy mengekor masuk kedalam.rumah.besar itu.


Zakia menyambut dengan senyum.manis didampingi Rans.


" kau sudah pulang joy ??"


" iya nona. saya tidak mau merepotkan anda dan suami." jawab Joy masih dengan formal.


" joy, sebentar lagi kita akan menjadi keluarga. rubah panggilanmu untuk kami." ucap Rans.


" dengarlah Joy.." tambah Zakia.


Joy hanya menunduk dan tersenyum tipis.


" bik, panggil Herra. katakan kakaknya sudah kembali." perintah Zakia pada pelayan dirumahnya.

__ADS_1


belum sempat pelayan menjawab, Terdengar Herra berlari menuruni tangga, saat melihat dari balkon mobil sang kakak sudah terparkir dihalaman depan.


" kakak.." panggil Herra.


" Herra, hati-hati.." Joy segera berdiri.


Herra menghambur kepelukan sang kakak.


" ingatlah, kau akan menikah.." ujar Joy.


Herra memukul pelan dada sang kakak. Joy hanya tersenyum seraya mengacak rambut Herra pelan.


" Nona, tuan terima kasih sudah menampung adik saya. saya mau menjemputnya hari ini untuk kembali tinggal diapartemen."ucap Joy seraya membungkukkan tubuhnya penuh sopan.


" dasar keras kepala kau joy !! sudah kukatakan panggil aku Zakia saja !!" omel Zakia


" maaf nona, saya belum terbiasa."balas Joy.


" terserah kau saja. tapi apa harus Herra kau bawa ??" timpal.Rans.


" baiklah. aku hargai keputusanmu. silahkan kau bawa Herra. dan jangan sungkan pada kami. Herra adalah calon istri Narendra, adik kami, sudah kewajiban kami menjaga dia." terang Rans.


" terima kasih sekali lagi Tuan. kalau.begitu kami permisi." pamit Joy.


" langsung saja joy ??!! tidak menunggu makan malam sekalian ??!" tanya Zakia.


" terima kasih nona. sepertinya tidak usah. kami permisi." balas Joy.


" Kak Zakia, terima kasih sudah menampung Herra. Herra pamit dulu ya," pamit Herra.


Zakia berdiri lalu menghampiri Herra.


" sering main kesini ya.. jangan sungkan."ujar Zakia.


Herra mengangguk. Zakia memeluk Herra dengan erat. "ya ampun..akhirnya aku punya adik perempuan juga."

__ADS_1


Setelah drama berpamitan, Herra Dan


Joy langsung pergi dari rumah Zakia.


Rans dan Zakia hanya bisa menatap kepergian mobil Joy yang sudah cukup jauh dan keluar dari Gerbang rumah.


.


.


Herra bergelayut dilengan.sang kakak yang sedang menyetir.


" kakak berkendara sendiri ?? mana sopir kakak ??" tanya Herra.


" membantu orang. apa kau tidak malu bermanja begini ??" goda Joy.


"kakak !! berhenti mengejekku !!" protes Herra.


tawa joy terdengar memenuhi seisi Mobil,


" kak, menikah itu seperti apa ??" tanya Herra masih setia dilengan sang kakak.


"kau akan tau setelah menjalaninya."jawab Joy singkat.


" kakak kenapa menjawab seperti itu ??!" balas Herra. suaranya terdengar manja. dan hanya dengan Joylah Herra berani menunjukkan sisi tersembunyinya.


" lalu kakak akan menjawab apa, kan kakak juga belum pernah menikah.." timpal Joy.


" segeralah cari wanita. jika aku menikah, siapa yang akan mengurus kakak."ujar Herra.


" sejak kecil kakak sudah terbiasa sendiri. jangan fikirkan apapun" Joy mengusap kepala Herra dengan penuh kasih sayang.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2