You Are Only Mine

You Are Only Mine
pergi


__ADS_3

bab 163


.


.


.


Qiara melamun diruangan Zakia. diotaknya terus memutar memikirkan ucapan papa Revandra yang ia rasa tidak menyukainya.


" aku rasa kau harus pergi dari hidup Tuan dirya." gumam Qiara sendiri. ia pun segera beranjak dari duduknya dan meraih tas yang selalu ia bawa. jam kerjanya juga telah usai, Zakia juga tidak kembali kerumah sakit, Qiara memilih untuk segera pulang saja.


.


.


.


Dirya yang memang sedang berusaha mendekati Qiara berjalan-jalan sembari moodus menemui Qiara.


namun sepanjang langkah hingga ia mencari dimana biasanya Qiara berada tak kunjung ia temui.


" apa dia sudah pulang ?? kok tidak menungguku ??" gumam Dirya sendiri.


tak lama sseorang perawat lain melintas hingga buru-buru Dirya menghentikannya.


" Hey kau.. kau mengenal suster Qiara ??" tanya Dirya.


" iya tuan ada apa ??" tanya suster Itu.

__ADS_1


" Qiara dimana ??" tanya Dirya balik.


" maaf tuan Suster Qiara pamit pulang katanya kepalanya sedikit pusing, dan juga dokter Zakia sudah tidak datang, sedangkan sister Qiara kan asistennya dokter Zakia dan dokter Candrika." terang suster itu.


" pulang ?? pusing ??" Dirya memperjelas.


Suster itu segera mengangguk.


" ya sudah. terima kasih." Dirya langsung memutar tubuhnya dan berjalan cepat menuju pintu keluar. hanya mendengar Qiara pusing saja membuat Dirya cukup kawatir.


" ada apa dengan dia, seharusnya kan menungguku.. mana sudah malam lagi. kalau bertemu pria brengsek.itu bagaimana !!!? ah..Qiara kau membuatku gila saja..!!" gerutu Dirya yang langsung memasuki mobil dan kemudian segera melesat pergi dari rumah sakit.


.


.


" aku harus bisa menghadapi Dia sendiri. aku tidak mau tuan Dirya terluka." gumam Qiara yang sudah selesai meletakkan secarik kertas dan kemudian beranjak dari duduknya.


ia pun segera keluar dengan koper kecil seraya membenarkan cadarnya. iya, Qiara malam itu sengaja mengenakan cadar demi keamanan dirinya. entah akan pergi kemana, Qiara sendiri bahkan tidak tau, dan tidak memiliki tujuan.


Langkah santai ia buat agar jangan sampai siapapun curiga. sebelum keluar Qiara sudah menitipkan card kunci pembuka kamar apartemen yang ia tinggali pada resepsionis dipintu masuk.


Setelahnya Qiara segera keluar dari apartemen itu. dia mengesampingkan rasa takut karna kini ia harus sendiri lagi.


baru saja Qiara keluar halaman apartemen, Tiba-tiba saja mulutnya dibekap dengan kain yang sepertinya sudah diberi obat bius, karna Qiara langsung pingsan saat menghirupnya.


Dengan cekatan pria bertopeng itu memasukkan Qiara kedalam mobil dan langsung membawanya pergi.


.

__ADS_1


.


Tak lama, Mobil Dirya memasuki halaman apartemen, karna memang apartemen itu miliknya, Dirya tak menghiraukan parkir mobilnya, ia langsung turun dan berlari masuk kedalam.


saat sudah didalam langkah Dirya terhenti karna panggilan sang resepsionis.


"tunggu tuan !!"


" ada apa ??!!" balas Dirya dengan tatapan tidak suka.


" nona Qiara menitipkan ini.." sang resepsionis menyerahkan card kunci milik Dirya.


Dirya menatap dengan mata membulat. "kenapa dia menitipkannya padamu ?? dia keluar belanja ??"


" tidak tau tuan. nona hanya mengatakan agar saya memberikan card ini pada tuan. tapi sepertinya nona hendak pergi, karna dia membawa koper kecilnya." terang resepsionis.


" apa ?? pergi ?? kenapa tidak kau cegah !!!" bentak Dirya yang tidak percaya dengan apa yang didengar.


" maaf tuan..saya fikir nona memang sudah bicara pada anda." balas Resepsionis itu seraya menunduk.


" ah.. sial !!!" umpat Dirya yang langsung kembali berlari keluar menuju mobilnya.


" kau kemana Qiara ??!!! diluar sangat berbahaya .." gumam Dirya yang kembali berkendara membelah dinginnya malam guna mencari Qiara.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2