You Are Only Mine

You Are Only Mine
tanggung jawabku


__ADS_3

bab 64


.


.


Mendekap tubuh mungil Herra membuat Narendra cukup merasa nyaman. Hingga ia dengan mudah memejamkan mata. begitupun dengan Herra, entah mengapa ia juga merasakan kenyamanan didada bidang suaminya itu.


Kedua anak manusia itu tidur dengan begitu tenang dalam kehangatan dekapan masing-masing.


..


Pagi hari menyapa, Narendra sudah akan mulai kekantor kembali, begitupun dengan herra yang juga sudah akan mulai berkuliah.


Tak ada honeymoon ataupun liburan dipernikahan Narendra dan Herra, mereka berdua bahkan tidak pernah membicarakan hal itu sejak kemarin, mungkin bagi Narendra Herra tidak pernah terfikir hal itu.


Narendra mengantar Herra menuju Universitas ternama di kota besar Bali bersama dengan joy yang juga akan kekantor dengan Narendra.


Herra nampak begitu anggun dengan mini dres pilihan Narendra. dengan rambut tergerai dan make up tipis khas Herra sendiri menambah kecantikan Herra.


Joy yang melihat adiknya terlihat begitu anggun dan cantik sangatlah bersyukur dan cukup tak percaya jika adik kecilnya kini telah menjelma menjadi seorang wanita cantik dan sekaligus menjadi seorang istri dari bosnya.


Narendra membuka dompet dan menyerahkan sebuah blackcard kepada Herra.


" ambilah."


" itu apa kak ??" tanya Herra yang tidak pernah tau kartu seperti itu. yang Herra tau hanya kartu ATM yang biasa ia gunakan.


" ini black Card, tanpa limit. kau bisa gunakan untuk keperluan pribadi dan kuliahmu." terang Narendra


" tapi sepertinya tidak perlu kak, aku masih punya ATM pemberian kak Joy. dan masih banyak sekali isinya."balas Herra dengan senyum menghias diwajahnya.

__ADS_1


Joy menutupi seringainya saat dengar Herra menjawab dengan polos.


" jangan gunakan itu !! kau sekarang istriku, jadi kewajibanku menafkahimu !! kembalikan yang dari joy !!" gerutu Narendra dengan wajah masamnya.


" kembalikan ?? tapi..-"


" sudahlah Herra. terima saja. itu sudah kewajiban tuan Naren untukmu." timpal Joy menengahi.


Herra segera menerima kartu black itu.


" jangan takut menggunakannya, kau bebas menggunakannya untuk apapun."pesan Narendra.


" baiklah." balas Herra mencoba menurut.


tak lama mobil sudah berhenti didepan sebuah universitas ternama dimana Herra akan menimba ilmu selama beberapa tahun.


sebelum turun tak lupa Herra mencium tangan Narendra dan joy.


" jangan pulang sebelum aku menjemput." pesan Narendra kembali.


" iya kak." balas Herra.


Herra hendak membuka pintu namun kembali Narendra memberi pesan lagi. "jangan menebar senyum pada pria asing, bisa saja mereka itu jahat."


" iya kak." balas.Herra lagi dan langsung turun. saat hendak menutup pintu mobil Narendra kembali mengucapkan pesan tak pentingnya.


"Ingat ya, jangan mengobrol dengan pria asing ataupun bertukar nomer dengan pria asing, bahaya."


Joy hendak tertawa, namun segera ditahan, bosnya sangat posesif sekali.


" iya kak. aku tau semua batasanku. kakak tidak perlu kawatir." terang Herra mencoba menjelaskan pada pria yang berstatus suaminya itu.

__ADS_1


Narendra mengangguk dengan cepat."ya sudah. kami.berangkat dulu."Narendra menutup kaca mobil dan joy langsung menyalakan mesin mobil kemudian melesat meninggalkan Herra yang berdiri didepan gerbang Universitas itu.


saat mobil sang kakak sudah tak terlihat, Herra buru-buru masuk.


namun. kembali langkahnya terhenti saat namanya dipanggil seseorang.


" Herra !!"


Herra menoleh dan langsung tersenyum penuh kelegaan.


" Key !!" panggil Herra merasa terkejut.


" kau juga kuliah disini ??!" tanya Herra saat key sudah dekat.


" iya. aku kan bilang padamu waktu dibandara kemarin. kau sendiri ?? apa kau juga kuliah disini ??" terka Key.


Herra segera mengangguk. "iya. syukurlah, akhirnya aku punya teman juga. aku bingung mau masuk kemana."


" kau ini selalu bingung terus. ayo masuk bersamaku " ajak Key dengan penuh semangat


Herra senang bukan main. " ayo.."


keduanya beriringan memasuki kampus dengan candaan seperti biasa.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2