You Are Only Mine

You Are Only Mine
Kau harus makan banyak


__ADS_3

bab 77


.


.


.


Herra menghentikan langkahnya seraya mengusap kedua matanya saat netranya melihat Narendra yang dengan kaku berdiri didepan kompor seraya melakukan aktivitas memasak.


sementara bik Rima mulai menatap beberapa menu yang sudah matang dimeja makan.


" eh.. nona sudah bangun.." sapa bik Rima. hingga membuat Narendra langsung menoleh dan menatap kearah istrinya yang mematung menatap dirinya.


" sayang kemarilah.. aku buatkan makan siang untukmu.." panggil Narendra.


Panggila itu sontak membuat Herra tersadar dan berjalan kembali melanjutkan langkahnya mendekati Narendra.


" kakak sedang apa disini ??" tanya Herra saat sudah dekat.


" sayang aku memasak.. kau tidak lihat.." jawab Narendra seraya menunjukkan spatula yang ia gunakan lalu menunjukkan aksinya yang begitu kaku saat mengaduk masakan yang masih berada didalam kuali.


Herra menutupi seringainya dengan jari, geli sekali melihat aksi Narendra yang begitu kaku itu.


" kenapa kau tertawa ??" tanya Narendra seraya mematikan kompor.


" kakak lucu sekali.. " balas Herra masih dengan sisa tawa kecilnya.


" lucu ?? apanya ??" Narendra masih tidak faham.


" sudah..sudah.. boleh Herra icipi masakan kakak ??" tawar Herra dengan wajah ceria.

__ADS_1


" tentu saja.. ayo. ayo..duduklah, aku akan mengambilkan semuanya.." Narendra penuh semangat menggiring Herra untuk duduk didepan meja makan, lalu dengan gaya kaku Narendra mengambilkan Piring lalu mengisi piring dengan Nasi dan beberapa lauk buatannya lalu meletakkan piring yang penuh itu dihadapan Herra.


"nah.. makanlah.." ujar Narendra yang ikut duduk disisi Herra.


" kakak.. ini banyak sekali.. kakak mau membuatku gendut ??!" balas Herra seraya menatap Narendra.


" ini sedikit sayang.. lagian tenagamu pasti habis karna pergulatan semalam, aku tidak mau kau lemas karna ulahku.." terang Narendra secara frontal. Herra dibuat menganga mendengarnya, bik Rima yang mendengar hanya tersenyum sendiri. herra yang sadar wajahnyanya langsung bersemu merah.


" kakak.. kenapa harus diperjelas sih !!" protes Herra.


" loh.. kan aku hanya..- mmptt " Narendra tak bisa melanjutkan ucapannya karna Herra sudah memasukkan sesendok penuh makanan pada mulut Narendra.


" sudah. ayo kita makan sama-sama."ujar Herra yang langsung melahap makanan dipiring.


Narendra tersenyum bahagia. Herra nampak begitu lahap menyantap masakannya.


.


.


Draka yang hendak menjemput Hasna yang sudah berada dibutik untuk mengajaknya makan siang sedang membelah keramaian jalanan ibu kota.


Tak lama ia sudah sampai dibutik Dimana Hasna bekerja.


Buru-buru draka turun untuk segera masuk. rasa rindu yang sudah menggungung karna beberapa hari tak berjumpa dengan Hasna begitu membuat Draka uring-uringan tidak jelas. saking bahagianya, Draka tak menyadari jika diButik sedang ada sang mama bersama Zakia sang kakak.


Tanpa mengetuk pintu ruang kerja Hasna, Draka langsung membuka seperti biasa.


" sayang.. aku merindukan..m..-" Draka mematung didepan pintu yang terbuka saat melihat hasna sedang duduk bersama Mama Nada dan Zakia.


ketiga wanita itu menatap Draka yang masih berdiri diambang pintu.

__ADS_1


Hasna menunduk, entah mengapa ia malu atau bagaimana bahkan hasna sendiri tidak tau.


" Draka ??" panggil Zakia.


" em.. ma..kak.. sedang.. apa disini ??" tanya Draka pura-pura biasa.


" seharusnya kami yang bertanya, kau sedang apa disini ??!!"balas Zakia dengan mengintimidasi.


Draka bingung hendak menjawab apa, ia mengatur nafas serta menelan ludahnya beberapa kali.


" kemarilah sayang.." panggil sang mama dengan suara yang begitu lembut.


" em.. draka tunggu diluar saja ya.. sepertinya kalian sedang..-"


"hey !! kau tuli, mama menyuruhmu kesini ??!! sudah masuk tidak sopan !! ya ampun, bagaimana bisa kau menjadi adikku !!" omel Zakia dengan suara tinggi.


" Zakia.. jangan begitu.. ada hasna disini.." ingat Nada sang mama.


" hasna.. apa dia sering kesini ??" Zakia bertanya langsung pada Hasna.


" kakak.. jangan mengintimidasi dia !!" protes Draka yang langsung masuk setelah menutup pintu dan mendekati ketiga wanita kesayangannya.


Draka melirik Hasna yang masih diam dengan wajah yang tidak bisa dikondisikan.


Nada bisa melihat aksi saling tatap putranya dengan putri dari temannya itu.


" kalian pacaran ya ???" Ujar Nada membuka suara. seraya menatap Draka dan Hasna bergantian.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2