
bab 27
.
.
Selesai makan malam, Narendra hendak mengajak Herra untuk keluar. namun dengan cepat Zakia mencegah adiknnya itu.hingga terjadilah perdebatan kecil antara kakak dan adik itu.
" kak, kau ini kenapa !! aku hanya mau jalan-jalan dengan Herra !!" protes Narendra dengan kesal.
" tidak ya tidak !! lagian besokkan kalian harus fitting baju juga, dan pasti ketemu kan ?? untuk apa membuang energi jalan-jalan malam begini ??!!" balas Zakia.
Rans yang sudah biasa dengan perdebatan istri dan adik iparnya itu hanya menjadi pendengar dan bermain ponsel saja.
Narendra amat kesal dengan sang kakak. sesekali Narendra menatap Herra yang tetap bungkam tanpa berani mengatakan apapun.
"kenapa adiknya joy bisa mirip dengan joy sih ??!! hanya diam dan menurut saja !! membuatku kesal saja !!" batin Narendra.
" ngobrol saja dirumah. ada kakak yang bisa mengawasimu" ucap Zakia dengan mudah.
" mengawasi ?? kak aku bukan ABG lagi, tidak perlu kau awasi !!" balas Narendra.
" aku tau itu Naren.. kau memang sudah tua !! makanya aku hanya jaga-jaga barang kali kau tidak bisa menahannya !!" timpal Zakia sekenannya.
Rans menutupi seringainya saat istrinya berucap demikian. Sedangkan Narendra membulatkan mata dengan sempurna ketika mendengar sang kakak berucap. Naren faham.betul maksud sang kakak barusan.
"aku masih waras kak !! kenapa fikiranmu jelek sekali sih !!" protes Narendra.
" Karna kau pria yang tidak bisa dipercaya.." balas Zakia dengan santai.
Narendra kalah lagi dengan sang kakak. inilah yang paling tidak disukai Narendra jika dekat dengan keluarganya, selalu kalah. berbeda dengan bisnisnya diluar kota yang selalu menang dalam segi apapun.
Narendra terduduk dengan wajah masamnya. Sementara Herra bingung harus berkata apa. melihat perdebatan Zakia dan Narendra cukup membuat Herra takut dan canggung.
" Sudahlah Naren.. ngobrol saja disini. Ajak Herra ketaman belakang." Rans membuka suara.
" aku heran. bagaimana bisa kau menyukai wanita cerewet seperti kak Kia kak Rans !!?" balas Narendra.
pukk !!
__ADS_1
Zakia melempar bantal dikursi sofa kearah Narendra
" jaga mulutmu anak nakal !!!"
Rans terkekeh kembali. " sudah..sudah.. lihatlah, herra jadi ketakutan karna kalian "
" itulah. kak Kia yang mulai. Herra ayo ikut aku.." ajak Narendra yang tanpa mendengar jawaban Herra langsung menarik lengan Herra begitu saja.
Rans dan Zakia hanya menatap pasangan yang katanya akan menikah itu.
" dia tidak pandai bersandiwara kan pa ??" ujar Zakia lirih yang kemudian bersandar dibahu Rans.
" biarkan saja. tugas kita hanya membuat jalan untuk Benih Cinta didalam hati mereka agar lekas berkembang." balas Rans
" Kenapa Herra mau melakukan hal seperti ini ?? masa depan dia masih sangat panjang.." gumam Zakia kembali.
" makanya kita usahakan hidupnya dengan Naren bisa bahagia. sebelum mereka menikah setidaknya kita bisa menempatkan keduanya dihati masing-masing."balas Rans kembali.
" hmm...semoga saja.."
.
.
senyum terkembang dibibir mungil Herra saat mengetahui jika sang kakak yang menghubunginya,
" halo kak..".
" Herra, kau dimana ??" tanya joy
"aku dirumah kakzakia kak..kaka sedang apa ?? ramai sekali ?? kakak dibar ya ??" terka Herra kala melihat sekeliling Joy. mereka tengah melakukan sambungan telfon Video.
" kakak bertemu klien. ini bukan Bar, tapi hampir sama. kau baik-baik saja kan ?? em..tuan Naren menjagamu kan ??" tanya joy ragu-ragu.
Herra melirik kesisinya dimana Narendra diam tak berkomentar sembari menatap kearah lain.
" em..iya kak." jawab Herra lirih.
" iya bagaimana ??" Seakan tak puas dengan jawaban adiknya Joy kembali bertanya.
__ADS_1
Narendra yang bisa mendengar langsung merebut ponsel Herra.
" lihatlah joy !! aku disini menjaga adikmu !!! puas kau ??!! astaga sejak kapan aku diperintah asistenku sendiri begini !!" omel.Narendra.
" maaf tuan.. saya hanya kawatir saja. "balas Joy singkat.
" bagaimana produkku ???" tanya Narendra.
" lancar tuan. sudah louncing."balas Joy.
" ya sudah. cepatlah kembali. agar kau tidak mencurigaiku !!" ujar Narendra
" terima kasih tuan sudah mau menjaga adik saya." timpal Joy.
panggilan segers berakhir. Herra masih dengan bias senyum bahagia meski hanya mendapat panggilan dari sang kakak.
" kau terlihat bahagia sekali ??" tanya Narendra basa basi.
" iya tuan. sejak tadi aku menunggu kak joy menghubungiku." jawab Herra pelan seraya tertunduk.
Narendra menghadapkan tubuhnya pada Herra lalu perlahan ia mengulurkan tangannya mengangkat dagu Herra, hingga membuat Herra terkejut dan begitu canggung.
" kenapa kau selalu tertunduk saat bicara denganku ?? apa aku menyeramkan ??" tanya Narendra.
Manik Mata bulat milik Herra berkedip beberapa kali. lehernya yang jenjang nampak.terlihat ia mengulum ludah beberapa kali. tanpa sadar Herra menggeleng pelan memberi jawaban.
jantung Herra semakin berdetak kencang, saat Sebelah tangan Narendea menarik pinggangnya hingga kini Herra berada dalam dekapan Narendra.
" ingat satu hal. aku calon suamimu. berhenti memanggilku tuan dan bersikaplah biasa. jika wajahku yang seperti ini membuatmu takut, aku beritau, aku memang susah sekali tersenyum seperti dirimu. hari-hariku memang seperti ini.. jadi jangan takut lagi padaku.." terang Narendra.
Herra masih mematung dan membisu saat kedua matanya beradu dengan mata Narendra. desiran nafas Narendra amat terasa karna mereka yang begitu dekat.
.
.
.
Bang Naren mepet-mepet aja ya..🤭🤭 apa udah move on dari Siseksi granda ??😊😊
__ADS_1
tabur bunga. dan like jangan lupa ya.. aku tunggu..
🙏🙏🙏