
bab 101
.
.
.
Atas keinginannya sendiri Herra memutuskan untuk cuti kuliah dan akan fokus pada rumah tangganya. melihat sang mertua sangat ingin memiliki seorang cucu, Herra begitu ingin mewujudkannya.
entah bagaimana nanti Herra mengikuti alur saja.
saat ini Herra dan mama Nada tengah dipusat oleh-oleh khas bali guna dibawa mama Nada kembali.
mama Nada senantiasa bergandengan dengan Herra bahkan senyum bahagia selalu terhias penuh diwajah kedua wanita beda usia itu.
" mama mau belikan apa untuk dirya dan Draka ??" tanya Herra.
" apa ya ?? coba kau pilih sayang ??" mama Nada meminta bantuan Herra.
keduanya saling bertukar pendapat guna mencari oleh-oleh yang cocok untuk anak-anak Mama Nada yang berada dijakarta.
.
.
" kau tidak kekantor ?? sudah dua hari kau menunggui ku ??!! nanti kantor bagaimana ??" Tegur Dirya.
" kan ada Andika..kau lupa andika itu sama jeniusnya dengan papanya paman Romi.."terang Draka dengan tenang.
" mama dan papa tidak memberi kabar ??" tanya Dirya lagi.
" semalam mama menghubungiku, kalau kak Naren kemarin, mama hanya menanyakan kabar, dan katanya besok baru bisa pulang. papa sedang ada urusan disana." terang Draka.
" kau tidak katakan jika aku dirawat kan ??"
__ADS_1
" tentu saja tidak. aku bisa diomeli kak Zakia jika.mengatakannya pada Mama..lihatlah jika kak Zakia marah, pasti dia akan memukul kita berdua.." balas Draka.
" kau mengataiku Draka !!" Suara Zakia terdengar bersamaan dengan pintu yang tertutup. nampak Zakia bersama Rans dan juga Alvi. Draka dan dirya langsung menoleh kesumber suara.
" kak Rans ..." sapa Dirya. tanpa mengindahkan ucapan Zakia.
" kau sudah lebih baik ??" tanya Rans dengan penuh kelembutan.
Dirya mengangguk. "lumayan kak. aku sudah bosan disini.."
"makanya jaga kesehatan !! perasaan kakak selalu memberi kalian vitamin setiap bulannya. apa tidak diminum ??!!" omel Zakia seraya meletakkan paper bag diatas meja lalu mulai membukanya.
beberapa makanan ringan dan makanan lain yang cukup banyak dikeluarkan.
" kakak bawa makanan banyak sekali ??" tegur Draka.
" tentu saja. kami juga akan makan disini..kau sudah makan belum.??" tanya Zakia pada draka.
"su..-"
" baguslah. nanti kan sakitnya bisa gantian.. kalian bisa menginap lebih lama dirumah sakit ini !!" tegas Zakia.
Draka mendegus dengan omelan sang kakak." aku hanya kawatir. dirya tadi pagi jatuh dikamar mandi sewaktu aku tinggal pulang mengambil pakaian. untung ada suster yang menolongnya." terang Draka.
Dirya yang dijadikan alasan susah payah menelan ludahnya, pasti kakaknya akan mengomel banyak kepadanya.
" tapi kau tidak apa-apa kan ??" Zakia berubah kawatir pada Dirya dengan mendekati Dirya.
Raut wajah Zakia yang kawatir membuat Dirya cukup Heran. Sementara Rans yang sangat tau jika Zakia memang begitu menghawatirkan kedua adiknya hanya mengulas senyum tipis.
" em..ttidak.. aku tadi hanya kepleset saja.." balas Dirya ragu-ragu.
" kurang ajar !! aku akan memecat cleaning servis disini. bisa-bisanya dia tidak membersihkan kamar VVIP ini !!!" gerutu zakia.
" eh.. kak, jangan.. mungkin aku saja kurang hati-hati.." cegah Dirya.
__ADS_1
Zakia menepuk pundak adiknya itu. "sabarlah untuk tetap dirawat disini..semoga kau cepat baik ya.."
dirya tersenyum.bahagia. dibalik kerasnya sang kakak ternyata masih ada kasih sayang yang begitu besar.
" iya kak.. maaf sudah merepotkan.." balas Dirya.
pukk !?
Zakia memukul pelan kepala Dirya
" aww kakak kenapa memukulku !!!" protes Dirya.
" aku heran apa yang kau fikirkan, sampai kau terkena Vertigo begini ??!!" omel zakia. judes nya Zakia keluar lagi.
Dirya memegangi kepalanya. "namanya aku manusia pasti berfikir kak !!"
Zakia mendekati Dirya dengan sepiring makanan guna menyuapi sang adik.
" makanlah yang banyak.." ucap Zakia seraya mengarahkan sendok yang penuh makanan kepada Dirya.
Dirya dengan malas menerimanya. jika.tidak kakaknya pasti akan mengomel lagi.
" apa kau putus cinta !!!?" terka Zakia.
uhukk !!
uhukk !!
uhukk !!
.
.
.
__ADS_1