
bab 215
.
.
.
setelah drama suapan.Dayra diberi arahan Andika tentang pertemuan mereka beberapa jam lagi dengan klien.
Dayra begitu sungguh sungguh mendengarkannya. hingga hanya butuh beberapa menit saja Dayra sudah bisa menyaring semua maksud dari penjelasan Andika. Andika sendiri cukup kagum dengan kehebatan ingata Dayra yang begitu kuat.
Mereka berdua kemudian segera bersiap untuk menuju titik temu dengan Klien mereka.
" kakak, bagaimana penampilanku ?? sudah cocok belum ??" tanya Dayra saat hendak masuk kedalam mobil.
Andika meneliti dengan seksama. "lain kali bawahanmu jangan sependek itu."balas Andika.
Dayra menatap rok span yang ia gunakan. "ganti bagaimana ??"tanya Dayra.
" tidak ada waktu. aku katakan lain kali saja. sudahlah ayo masuk.." Pinta Andika. dan Dayra pun segera masuk kedalam mobil.
.
.
.
__ADS_1
Joy, Narendra dan Herra sudah berada dibandara dengan diantar papa Revandra, mama Nada dan Candrika.
meski cukup berat melepas Joy, namun Candrika harus bisa melakukannya. pernikahan mereka akan dilangsungkan masih dalam jangka waktu dua bulan kedepan, dan Joy masih harus mengurus pekerjaannya diBali.
Mama Nada tak lupa memeluk menantu kesayangannya itu. cukup berat melepasnya, namun mama Nada tak mau lagi membuat keputusan apapun.
" Herra, Sebenarnya mama sangat ingin kau disini. tapi mama tidak mau malah membuat kesulitan untuk kalian."
" mama jangan bicara seperti itu.. entah mengapa dikehamilan yang sekarang. Herra tidak bisa jauh dari Kak Naren.." balas Herra.
" iya..iya.. sudah, kalian segera berangkat saja. gunakan pesawat papa sesukamu Herra, jika ingin kejakarta gunakan pesawat papa lagi. jangan pernah lakukan penerbangan dengan pesawat umum." kata Papa Revandra.
" terima kasih pa.. maaf sudah merepotkan."balas Herra.
" apapun untuk kalian." timpal papa Revandra.
Sementara Joy dan Candrika hanya diam tanpa berkata apapun. dari sorot mata Candrika joy bisa melihat betapa kekasihnya itu tidak rela melepaskan dirinya.
" jika kau sampai melirik wanita lain aku akan menembakmu !!" ucap Candrika dalam tangisannya.
" jangan menangis. kau tidak mau ada tuan Revandra dan istrinya disini.." ucap Joy berusaha menenangkan
" biarkan saja. mereka yang akan menjadi saksi jika kau sampai macam-macam." balas Candrika.
" baiklah. aku tidak akan melirik siapapun aku akan menutup mataku meski aku harus berjalan."kata Joy.
Herra dan Narendra begitu dengan papa Revandra dan mama Nada tertawa kecil saat mendengar kata perpisahan dua insan yang sedang kasmaran itu.
__ADS_1
" kau tenang saja. aku yang mencongkel matanya jika dia berani melirik wanita lain." ucap.Narendra.
kembali tawa terdengar disana. hingga akhirnya Mereka berangkat dan menaiki pesawat.
.
.
.
Dayra berjalan disisi Andika saat sudah tiba disebuah cafe, Jujur saja jantung Dayra bergemuruh, sebab ini adalah kali pertama baginya bertemu klien dan akan berbicara dengan orang-orang penting.
" Tuan Andika.. selamat datang.." sapa klien itu seraya mengulurkan tangannya. Andika pun menerima uluran tangan kliennya. dan bergantian dengan asisten Kliennya itu.
Klien Andika beralih pada Dayra yang berpenampilan cukup seksi. tatapannya membuat Andika merasa tidak suka.
" bisa kita duduk ??" tegur Andika.
" oh.. iya..iya.. silahkan.." balas Klien itu.
Andika pun meminta Dayra duduk terlebih dulu.
" anda pandai sekali mencari sekretaris tuan." ucap klien pria itu.
" dia bukan sekretaris saya. dia kekasih saya." balas Andika dengan jelas. Sontak Dayra membulatkan matanya dengan sempurna. seraya menatap Andika.
.
__ADS_1
.
.