You Are Only Mine

You Are Only Mine
Ini semua salah papa !!


__ADS_3

bab 159


.


.


.


Karna keadaan Herra sudah sudah ditangai Dokter ahli, Zakia memilih langsung pulang setelah menyelesaikan sarapannya. beberapa hari berada dirumah sakit cukup menguras energi dan kekuatannya.


Mobil Rans berhenti tepat disisi Zakia yang menunggu sejak tadi didepan Restoran disebrang rumah sakit.


" kenapa lama sekali sih !!!" omel Zakia yang langsung masuk kedalam mobil.


" maaf, aku tadi baru bertemu klien." balas Rans.


wajah kusut Zakia membuat Rans yakin istrinya tengah kesal dan lelah.


" kau lelah ?? aku pijiti ya ??" tawar Rans penuh perhatian.


" tidak mau !!! kau fikir aku kecapekkan apa ??!!" balas Zakia penuh kesal.


Rans hanya bisa diam, sepanjang perjalanan istrinya nampak begitu kesal.


" aku bawakan salad buah kesukaanmu.. Kak Samantha yang membuatnya.."ucap Rans.


" aku sedang tidak ingin makan salad !!"gertak Zakia.


Rans sampai terperajak saat Zakia mulai meninggikam suaranya.


otak Rans mulai memutar dengan apa yang terjadi dirumah sakit.


" kenapa ?? kau lelah ??" tanya Rans kembali.

__ADS_1


" ini semua salah papa !!!?" balas Zakia


" loh, kok salahku ?? memangnya aku kenapa ??aku menurutkan ?? kau bilang jangan menganggu dan mengurus Alvi, aku ikuti.." terang Rans.


" iya memang salahmu !! Jika saja waktu itu aku bisa kuliah diluar Negeri aku bisa sehebat dokter itu !!! ahhh... kenapa aku menyesal sekali...!!!" Zakia mengacak rambutnya dan membanting tubuhnya bersandar dikursi.


Rans melongo mendengar ucapan istrinya. hal yang tidak pernah ia bayangkan jika sang istri akan bertingkah seperti anak-anak lagi.


" apa salahnya kuliahlah bersama Alvi nanti." ucap Rans dengan mudah.


" apa ??" Zakia menajamkan telinganya.


" tidak.. kemarilah.." Rans mengedipkan salah satu matanya.


alis Zakia bertaut seketika. "mau apa ??"


" sudah menurut saja.." balas Rans yang langsung meraih tangan Zakia dan menariknya.


cupp..


Mata Zakia membulat sempurna "papa !!!" teriak Zakia


.


.


.


Tak henti-hentinya Candrika merutuki diri dengan mengusap bibirnya beberapa sepanjang jalan ia terus membuang ingatan dimana ia menikmati ciuman dari Joy..bahkan ia malah membalasnya hingga ciuman mereka berlangsung cukup lama.


"ah..!!! ada apa denganku !!!" Candrika amat malu dengan apa yang barusan terjadi.


bayang-bayang dimana Joy menyambar bibirnya dengan begitu penuh kehangatan terus saja berputar dikepala Candrika.

__ADS_1


" aku bisa gila kalau seperti ini ??! kenapa aku menikmati ciumannya ??!!!" Candrika terus merutuki dirinya.


Sementara Joy terus menyunggingkan senyum saat ia juga teringat perlakuannya pada Candrika yang seketika saja terjadi, tanpa ia fikirkan terlebih dahulu, seakan semua mengalir dengan sendirinya.


.


.


.


Hari sudah menjelang sore, Draka dan Hasna tengah membeli beberapa makanan untuk persiapan makan malam. sebab keluarga Draka akan menginap dirumah sakit atas keinginan mama Nada.


" kenapa kau beli makanan banyak sekali ??" tanya Draka pada Hasna.


" kan semua keluargamu akan menginap dirumah sakit kan ?? kau bilang pamanmu juga datang," balas Hasna seraya masuk kedalam mobil.


" tapi kan mereka menunggui kak Herra. sebanyak-banyaknya keluargaku, pasti tidak akan habis semua ini.." ucap Draka.


" memang kenapa sih ??!!cerewet sekali.. aku kan ingin menjadi calon menantu yang baik juga ??!!" pipi Hasna menggembung kala tak terima Draka berkata demikian.


" baiklah-baiklah..jangan seperti itu, kau jelek jika cemberut begini."Draka pun mengalah.


Hasna hanya membuang tatapannya kearah lain


" aku hubungi dirya dulu ya, nanti dia malah lembur lagi.." ucap Draka.


" itu harus. katakan juga suruh dia mengajak Wanitanya juga." balas Hasna penuh semangat.


" mereka belum resmi pacaran sayang..aku juga tidak tau kenapa. dia bilang nanti saat kita pulang dia akan menceritakan semuanya."terang Draka.


" apa salahnya. kau bilang suster itu yang merawat kak Herra, ya..alasan saja sebagai ucapan terima kasih.."ide Hasna.


" aku akan coba.." Draka segera menekan hansfree ditelinganya lalu menunggu panggilan tersambung.

__ADS_1


.


.


__ADS_2